Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaKesehatan

Bara Prima Gaungkan Gerakan Kampus Anti Narkoba di FISIP Unsrat: Ingatkan Dampak Biopsikososial

×

Bara Prima Gaungkan Gerakan Kampus Anti Narkoba di FISIP Unsrat: Ingatkan Dampak Biopsikososial

Sebarkan artikel ini
Ketua Dewan Pembina Garda Nusantara Sulut, Standius Bara Prima, M.I.Kom., saat gelar Sosialisasi dan Pencanangan Gerakan Kampus Anti Narkoba di FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026). (Foto: Ridho L Tobing)
Ketua Dewan Pembina Garda Nusantara Sulut, Standius Bara Prima, M.I.Kom., saat gelar Sosialisasi dan Pencanangan Gerakan Kampus Anti Narkoba di FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026). (Foto: Ridho L Tobing)
Example 468x60

Bahu (Manado), SUDARA.ID – Suasana antusias memenuhi Menara Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado saat menjadi tuan rumah peluncuran Gerakan Kampus Anti Narkoba yang diinisiasi oleh Garda Nusantara Sulawesi Utara (Sulut), Senin (28/9/2026). Dalam dialog interaktif bersama BNN Manado, Ketua Dewan Pembina Garda Nusantara Sulut, Standius Bara Prima, M.I.Kom., hadir membakar semangat para mahasiswa sekaligus membedah tuntas ancaman narkoba melalui tinjauan biopsikososial sebagai sebuah pengingat tegas mengenai bagaimana barang haram ini merusak fisik, mental, hingga menghancurkan masa depan para calon pemimpin bangsa.‎

Rangkaian kegiatan ini digelar sebagai wujud nyata misi besar Garda Nusantara Sulawesi Utara dalam merangkul sekaligus menyelamatkan masa depan generasi muda dari jerat bahaya narkoba.‎

Example 300x600

Ancaman Nyata Narkoba: Bedah Dampak Biopsikososial

Dalam pemaparannya, Standius Bara Prima mendefinisikan narkoba sebagai zat atau obat yang merusak kerja otak dan tubuh serta memicu ketergantungan fatal. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak tertipu oleh kenikmatan sesaat yang ditawarkan oleh barang haram tersebut.

‎​Ia lantas membedah dampak kehancuran narkoba secara sistematis melalui kerangka biopsikososial:

‎- ​Aspek Biologis (Fisik): Narkoba memaksa organ tubuh dalam (jantung, paru-paru, ginjal, hati) bekerja melampaui batas normal akibat stimulasi euforia semu. Ketika efek obat habis, tubuh mengalami kelelahan ekstrem, kerusakan organ permanen, hingga risiko fatal seperti stroke.

Baca juga:   Refleksi Tiga Dekade Otonomi Daerah, Gubernur Yulius Selvanus Akselerasi Asta Cita di Sulawesi Utara

‎- ​Aspek Psikologis (Mental): Narkoba menyerang langsung fungsi otak, memicu halusinasi berat, hingga suara-suara bisikan halusinatif di dalam pikiran (seperti dorongan mengakhiri hidup). Hal ini sering menyasar mahasiswa yang tengah frustasi menghadapi beban kuliah, skripsi, atau tekanan ekonomi.

– ​Aspek Sosial dan Ekonomi: Merenggangkan hubungan dengan orang tua dan lingkungan sekitar, menumbuhkan sikap defensif saat dikritik, memicu kemalasan belajar, hingga menjerumuskan penggunanya ke jurang kriminalitas demi membiayai kecanduan.

‎​”Dari yang tadinya dia merasa sedih, dia menggunakan obat itu dengan harapan instan sedihnya hilang, masalahnya hilang. Tapi ternyata masalah baru yang akan diterima,” tegasnya memperingatkan para mahasiswa.

Misi Garda Nusantara: Membangun Generasi Penerus yang Berdaya

Lebih lanjut, Standius Bara Prima menegaskan alasan mendasar mengapa Garda Nusantara secara konsisten menyasar kalangan pemuda dan mahasiswa melalui gerakan anti narkoba ini. Menurutnya, pemuda adalah garda terdepan dan calon pemimpin masa depan bangsa.

‎​”Hari ini kita percaya dan kita sepakat bahwa pemuda itu adalah garda terdepan dan juga generasi penerus. Teman-teman di sini akan menjadi leader dan pembawa perubahan ke depannya,” serunya membakar semangat audiens.

Ia menekankan bahwa kampanye “Say No to Drugs” bukan sekadar slogan klise belaka, melainkan komitmen moral yang harus digelorakan sekeras-kerasnya tanpa kenal lelah. Garda Nusantara berkomitmen untuk terus membekali mahasiswa agar bertransformasi menjadi influencer sosial yang menyebarkan kebaikan dan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Baca juga:   Temui Gubernur Yulius Selvanus, Konjen Todd Dias Perkuat Kerjasama Australia dan Sulawesi Utara

‎​Sikap Mahasiswa dan Strategi 5P Garda Nusantara

‎​Sebagai panduan bagi kaum intelektual muda, Standius Bara Prima membagikan sejumlah sikap preventif yang wajib dimiliki mahasiswa, yakni: berani menolak tegas, sadar dan berwawasan terhadap risiko, pintar memilih pergaulan yang positif namun tetap merangkul rekan yang terjerumus, memiliki prinsip yang kuat, menyibukkan diri dalam komunitas positif, peduli sesama, serta menjadi teladan gaya hidup sehat.

‎​Untuk memastikan lingkungan kampus benar-benar steril, ia juga memperkenalkan strategi aksi nyata berbasis konsep 5P yang dicetuskan oleh Garda Nusantara:

‎1. ​Pencegahan: Melalui edukasi masif dan menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan.

‎2. ​Pengawasan: Membangun awareness kolektif serta skrining lingkungan kampus.

‎3. ​Pendampingan: Memberikan dukungan moral sebaya dengan bahasa khas Gen Z yang mudah dipahami.

‎4. ​Pelaporan: Membuka jalur koordinasi aktif bersama BNN, pihak kampus, dan kepolisian untuk menindak sindikat atau oknum pemeras.

‎5. ​Partisipasi: Melibatkan kolaborasi erat antara mahasiswa, dosen, ormawa, keluarga, dan pemerintah.

“Mari kita jadikan pengetahuan yang kita peroleh hari ini bukan hanya sebagai informasi yang kita dengarkan, tetapi sebagai komitmen untuk bersama-sama mewujudkan generasi muda dan lingkungan kampus yang bersih dari narkoba,” pungkasnya menutup pemaparan yang disambut riuh tepuk tangan peserta.

Baca juga:   Standius Bara Prima Dukung Gerakan Anti Narkoba Garda Nusantara Sulut

Rangkaian kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pihak kampus. Dekan FISIP Unsrat, Dr. Ferry Daud Liando, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas kehormatan yang diberikan kepada fakultasnya sebagai institusi pertama di Sulawesi Utara dan Unsrat yang terpilih menjadi tuan rumah gerakan ini.

‎​Dalam sambutannya, Ferry mengingatkan para mahasiswa bahwa bahaya narkoba jauh melampaui masalah sosial, ekonomi, atau hukum semata. Menurutnya, peredaran barang haram tersebut merupakan bagian dari strategi nonmiliter pihak asing untuk melemahkan Indonesia demi menguasai kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

“Narkoba ternyata adalah strategi suatu negara melemahkan negara yang lain, terutama negara itu memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Kalau misalnya anak-anak muda sudah jatuh dengan narkoba, kita tidak lagi memiliki pemimpin-pemimpin yang kuat di masa depan,” ungkap Ferry di hadapan para mahasiswa.

‎​Ia berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga keunggulan diri melalui kepintaran, keterampilan, serta karakter dan kepemimpinan yang baik, sekaligus mewaspadai berbagai modus operandi pengedar yang kerap mengincar kerentanan generasi muda.

‎Melalui sinergi bersama Garda Nusantara Sulut ini, Ferry berharap sivitas akademika FISIP Unsrat dapat terus berdiri sebagai ujung tombak dan teladan dalam menciptakan lingkungan kampus yang bersih, unggul, serta bebas dari narkoba. (Ridho L Tobing)

Loading

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *