Berita UtamaBisnis & EkonomiKesehatanNasionalPemerintahanPendidikan

Bawa ‘Oleh-Oleh’ Pembangunan Strategis, Presiden Prabowo Kagum Warga Miangas Melek Informasi

Presiden Prabowo Subianto berdendang ria bersama masyarakat pulau terluar paling utara Indonesia, Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Tangkapan layar YouTube @SekretariatPresiden)Presiden Prabowo Subianto berdendang ria bersama masyarakat pulau terluar paling utara Indonesia, Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Tangkapan layar YouTube @SekretariatPresiden)
Presiden Prabowo Subianto berdendang ria bersama masyarakat pulau terluar paling utara Indonesia, Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Tangkapan layar YouTube @SekretariatPresiden)

Miangas, SUDARA.ID – Suasana haru dan bangga menyelimuti Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sabtu (9/5/2026). Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menorehkan sejarah dengan menginjakkan kaki di pulau paling utara Nusantara tersebut. Kunjungan ini menjadikan Prabowo sebagai Presiden kedua yang menyambangi Miangas setelah Presiden Joko Widodo pada 2016 silam.

​Tiba usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, Presiden Prabowo memilih langsung terbang ke Miangas sebagai simbol kuat bahwa negara hadir di titik nol kilometer utara Indonesia. Pulau seluas 3,5 kilometer persegi yang dihuni oleh 823 jiwa ini pun seketika berubah meriah.

​Kejutan di Batas Negara: Rakyat Miangas Hafal Nama Menteri
​Dalam dialog hangat bersama warga, Presiden Prabowo sempat dibuat terkejut sekaligus bangga. Saat memperkenalkan jajaran Kabinet Merah Putih yang menyertainya, ternyata masyarakat Miangas sudah sangat akrab dan hafal dengan nama-nama para menteri tersebut.

​Presiden secara khusus memuji Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, atas keberhasilan pemerataan akses informasi. Kehadiran sinyal internet yang stabil di lokasi tersebut terbukti ampuh membuat masyarakat tidak ketinggalan informasi tentang perkembangan di Jakarta.

​”Kok kenal semua ini, padahal pulau terluar. Hebat sekali rupanya ini. Komdigi, hebat kau! Berarti tim bekerja,” ujar Presiden mengapresiasi layanan telekomunikasi yang membuat warga di perbatasan tak lagi merasa terisolasi.

Presiden Prabowo saat menyampaikan ‘oleh-oleh’ program pembangunan untuk pulau Miangas bersama para Menteri Kabinet Merah Putih. (Foto: Tangkapan layar YouTube @SekretariatPresiden)

​Sederet pejabat tinggi turut mendampingi Presiden dalam “bedah wilayah” ini, antara lain:
1. ​Meutya Hafid (Menteri Komdigi)
2. ​Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan)
3. ​Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan)
4. ​Sugiono (Menteri Luar Negeri)
5. ​Sjafrie Sjamsoeddin (Menteri Pertahanan)
6. ​Dody Hanggodo (Menteri PU)
7. ​Teddy Indra Wijaya (Seskab).

​’Oleh-Oleh’ Nyata: Puskesmas, Sekolah, hingga Desa Nelayan Modern
​Presiden Prabowo tidak datang dengan tangan hampa. Setelah meninjau langsung fasilitas umum, ia menginstruksikan perbaikan besar-besaran untuk infrastruktur dasar di Miangas.
​1. Revitalisasi Kesehatan dan Pendidikan
Menanggapi laporan Menteri Kesehatan bahwa Puskesmas setempat belum tersentuh perbaikan signifikan sejak era Presiden Soeharto, Prabowo langsung memberikan perintah tegas.

Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan mobil ambulans, menambah dokter dan tenaga perawat, serta memberikan dukungan tunjangan profesi bagi tenaga kesehatan yang bertugas di sana.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang turut mendampingi Bapak Presiden juga langsung mendapat arahan untuk segera mengecek dan memastikan pelaksanaannya berjalan cepat.

“Kita perbaiki semua puskesmas di Indonesia, segera! Termasuk di Miangas ini,” tegasnya.

Di sektor pendidikan, Presiden mengapresiasi kehadiran Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis pintar di sekolah-sekolah. Ia juga berjanji akan memberikan perlengkapan sekolah bagi seluruh anak Miangas, melengkapi program revitalisasi yang sebelumnya telah menyentuh berbagai satuan pendidikan di pulau tersebut.

Presiden Prabowo saat bercengkrama dengan anak-anak di Miangas. (Foto: Tangkapan layar YouTube @SekretariatPresiden)

​2. Transformasi Ekonomi Nelayan
Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah akan membangun Desa Nelayan khusus yang mulai dikerjakan pada Juni mendatang. Bantuan berupa kapal ikan 15 GT, mesin pembuat es, cold storage, hingga SPBU khusus nelayan untuk penyediaan solar akan segera disediakan.

​”Awas, saya akan cek lagi nanti,” ucap Presiden secara jenaka namun tegas kepada Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono. “Desember nanti, kita resmikan 1.836 desa nelayan di seluruh Indonesia. Saya mau lima bulan ke depan desa nelayan di sini sudah bagus.”

Presiden Prabowo menikmati momen bersama warga saat kunjungan ke beranda paling utara Indonesia Pulau Miangas. (Foto: Tangkapan layar YouTube @SekretariatPresiden)

​Komitmen Menjaga Warisan dan Kedaulatan
​Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus meningkatkan pembangunan yang telah dimulai oleh pendahulunya.

​”Kita bersyukur, saya Presiden kedua yang ke Miangas. Pak Jokowi sudah resmikan bandara, saya nanti yang pelihara supaya lebih bagus lagi,” ungkapnya. Presiden juga menekankan pentingnya konektivitas udara agar hasil laut Miangas bisa langsung dipasarkan ke luar daerah demi mendongkrak ekonomi lokal.

Presiden Prabowo ditengah hangatnya sambutan warga Miangas. (Foto: Tangkapan layar YouTube @SekretariatPresiden)

​Selain pembangunan fisik, Presiden juga memastikan penguatan jaringan digital. “Beliau (Menteri Komdigi) akan memberi handphone dan perangkat Starlink untuk semua KK (Kepala Keluarga),” tambah Presiden.

​Kunjungan yang ditutup dengan sesi bernyanyi bersama warga ini menegaskan bahwa Miangas bukan sekadar pulau terluar, melainkan “Beranda Depan” yang kedaulatannya dijaga dengan kesejahteraan. Masyarakat yang ramah dan menjunjung tinggi toleransi di Miangas kini memiliki harapan baru lewat janji pembangunan yang segera dieksekusi.

Exit mobile version