Berita UtamaBisnis & EkonomiPemprov SulutPendidikan

Biar Nggak Gaptek dan Kena Tipu, Lansia di Sulut Diajarkan Cara Bijak Bertransaksi Digital

Sekolah Lansia PWRI Sulawesi Utara (Sulut). (Foto: Ist)Sekolah Lansia PWRI Sulawesi Utara (Sulut). (Foto: Ist)
Sekolah Lansia PWRI Sulawesi Utara (Sulut). (Foto: Ist)

Manado, SUDARA.ID – Siapa bilang urusan teknologi cuma buat anak muda? Buktinya, para orang tua kita yang tergabung dalam Sekolah Lansia PWRI Sulawesi Utara justru semangat belajar cara transaksi zaman now.

​Lewat pertemuan virtual pada Kamis (12/3/2026), Pemerintah Provinsi Sulut dibawah Kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus, melalui Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Dukcapil-KB Sulut), dalam Kolaborasinya dengan Bank Indonesia (BI) dan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara memberikan edukasi khusus bertajuk “Transaksi Aman dan Nyaman”. Tujuannya simpel: supaya opa dan oma di Sulut tidak bingung lagi saat harus bertransaksi secara digital.

​Dalam sesi ini, perwakilan dari Bank Indonesia, Tasyafa Aleysa, menjelaskan berbagai kemudahan transaksi non-tunai. Jika dulu belanja harus selalu bawa uang fisik, sekarang para lansia diajarkan cara menggunakan:

– ​Layanan Perbankan Digital: Mengatur uang lewat HP tanpa harus antre lama di bank.

– ​QRIS: Cara bayar tinggal “klik dan scan” pakai kamera ponsel saat belanja di pasar atau toko.

​Tak hanya soal cara pakai, materi ini juga sangat menekankan soal keamanan. Mengingat maraknya modus penipuan yang sering mengincar orang tua, para peserta dibekali “jurus” ampuh, diantaranya:

– ​Jangan Sembarang Klik: Waspada terhadap pesan atau link mencurigakan di WhatsApp.

– ​Jaga Rahasia PIN: Tidak memberikan kode akses kepada siapa pun, termasuk yang mengaku petugas bank.

– ​Mandiri dan Percaya Diri: Dengan paham cara pakainya, lansia diharapkan bisa bertransaksi sendiri tanpa harus selalu bergantung pada orang lain.

​Tetap Keren di Usia Senja

​Pembelajaran ini membuktikan bahwa menjadi lansia bukan berarti berhenti belajar. Dengan literasi keuangan yang baik, para pensiunan di Sulawesi Utara diharapkan bisa tetap adaptif, mandiri, dan yang paling penting, terhindar dari kerugian akibat kejahatan digital.

Exit mobile version