Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaNasionalPeristiwaPolitik

Buka Musda XI Golkar Sulut, Bahlil: Bertanding untuk Bersanding, Jangan Pakai Politik Panjat Pinang!

×

Buka Musda XI Golkar Sulut, Bahlil: Bertanding untuk Bersanding, Jangan Pakai Politik Panjat Pinang!

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, saat memberikan arahan dalam pembukaan Musda XI Golkar Sulut di GKIC Manado, Sabtu (11/4/2026). (Foto: Ridho L Tobing)
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, saat memberikan arahan dalam pembukaan Musda XI Golkar Sulut di GKIC Manado, Sabtu (11/4/2026). (Foto: Ridho L Tobing)
Example 468x60

Manado, SUDARA.ID – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Utara di Grand Kawanua International City (GKIC) Convention Center, Manado, Sabtu (11/4/2026). Dalam arahannya, Bahlil memberikan peringatan tegas sekaligus pesan persatuan bagi seluruh kader di Bumi Nyiur Melambai.

​Bahlil menegaskan bahwa Musda tidak boleh hanya dilihat sebagai rutinitas organisasi atau sekadar forum pencarian ketua baru. Ia meminta forum ini menjadi tempat evaluasi total dan penyusunan program kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Example 300x600

​”Saya meminta Musda ini jangan hanya diartikan sebagai forum konsolidasi dan konsultasi biasa. Ada tiga keputusan penting: evaluasi pertanggungjawaban, penetapan pokok pikiran program kerja, dan memilih Ketua DPD I periode selanjutnya,” tegas Bahlil di hadapan ratusan kader.

​Dalam bagian paling krusial dari arahannya, Bahlil mengingatkan agar persaingan memperebutkan kursi ketua tidak merusak soliditas partai. Ia memperkenalkan istilah “politik panjat pinang” sebagai perilaku yang harus dihindari oleh kader Golkar.

​”Jadikan Musda ini sebagai forum kompetisi ‘bertanding untuk bersanding’. Jangan berkelahi, kompak saling mendukung. Jangan pakai teori politik panjat pinang; satu naik, rame-rame kase turun (menarik ke bawah),” ujar Menteri ESDM tersebut yang disambut riuh tepuk tangan peserta.

Baca juga:   KPU Sulut : Tiga Bakal Pasangan Calon Pilgub Sulut Belum Memenuhi Syarat

​Bahlil juga memperingatkan pengurus agar menjaga loyalitas tunggal kepada pimpinan terpilih dan tidak melakukan manuver di luar aturan organisasi. “Kalau ada ‘gerakan tambahan’, kita selesaikan lewat mekanisme aturan organisasi yang ada,” imbuhnya lugas.

​Di tempat yang sama, Bahlil memberikan apresiasi khusus kepada Ketua DPD I Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu (CEP) atau Tetty Paruntu. Ia memuji keberhasilan Tetty yang mampu mendongkrak posisi Golkar dari peringkat ketiga di Pemilu 2019 menjadi peringkat kedua pada Pemilu 2024 di Sulawesi Utara.

​”Kalian semua adalah pahlawan untuk menegakkan Partai Golkar di Sulawesi Utara. Tidak ada keberhasilan yang dimiliki oleh satu orang, semuanya adalah kerja kolektif. Karena itu, saya sangat mengapresiasi kepemimpinan Ibu Tetty,” ungkapnya.

​Terkait arah politik ke depan, Bahlil mengeluarkan instruksi tegas bahwa Partai Golkar harus menjadi garda terdepan dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berikut dengan Kepemimpinan Gubernur Sulut saat ini dengan seluruh programnya hingga akhir masa jabatan.

Baca juga:   Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Resmikan Proyek “Merdeka Dari Kegelapan” di Sulawesi Utara

​Secara internal, ia mematok target bagi kepengurusan DPD I Sulut periode mendatang untuk menambah perolehan kursi di tingkat legislatif daerah.

​”Targetnya, semua kabupaten/kota harus ada pimpinan dewan. Dari 15 daerah, saat ini sudah 11, sisa empat lagi yang belum. Tugas ketua berikutnya adalah memenuhi kekurangan itu. Syaratnya cuma satu: Kompak! Tidak boleh pecah-pecah,” tandas Bahlil.

Bahlil mengingatkan bahwa ambisi besar partai untuk menambah kursi hanya bisa dicapai jika seluruh elemen organisasi menanggalkan ego pribadi dan bergerak dalam satu barisan yang utuh.

​”Tidak ada sebuah kekuatan politik yang bisa menjalankan misi dan targetnya, tanpa adanya persatuan!” tandas Bahlil dengan suara lantang.

Selain fokus pada pemenangan legislatif, Bahlil juga menunjukkan sikap inklusif partai dengan mengajak para mantan kader untuk kembali pulang ke pangkuan pohon beringin.

“Bagi kader yang sempat hijrah ke partai yang lain, mencari jalan di tempat lain, kalau tidak nyaman, maka saya minta kepada pengurus ke depan yang terpilih, bukakan pintu selebar-lebarnya kalau mereka datang,” tutur Bahlil.

Baca juga:   Polri Lakukan Sterilisasi Komprehensif Sambut Kedatangan Delegasi World Water Forum (WWF) di Bali

Mengakhiri arahannya, Bahlil menegaskan bahwa Golkar merupakan kekuatan politik yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak bangsa untuk berkarier tanpa memandang latar belakang asal-usulnya.

“Selamat ber-Musda. Ketua-ketua DPD II silahkan memilih yang baik. Golkar adalah partai yang terbuka, dihuni oleh semua kelompok masyarakat, baik dari Aceh sampai Papua, inklusif! Kalau partai ini tidak terbuka, sangatlah tidak mungkin saya dari Papua yang bukan anak siapa-siapa ini, bisa memimpin partai yang begitu hebat,” pungkas Bahlil dengan nada optimis.

Arahan tegas Ketua Umum Bahlil Lahadalia tersebut menjadi landasan utama jalannya forum tertinggi partai di tingkat provinsi ini. Menjawab tantangan untuk tetap solid dan menghindari perpecahan, Musda XI Partai Golkar Sulut akhirnya menetapkan Michaela Elsiana Paruntu (MEP) sebagai Ketua DPD I terpilih periode 2025-2030 secara aklamasi.

​Terpilihnya MEP dengan dukungan penuh 100 persen pemilik suara menjadi bukti nyata bahwa semangat “bertanding untuk bersanding” yang ditekankan Bahlil berhasil diimplementasikan oleh seluruh kader di Sulawesi Utara.

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *