Manado, SUDARA.ID – Rapat Kerja Kementerian Agama Kota Bitung (Kemenag Bitung) tahun 2026, dengan Tema, “Mewujudkan Kemenag berdampak melalui kinerja profesional dan pelayanan yang humanis”, resmi bergulir selama 2 hari di Grand Whizz Hotel Manado, Jumat-Sabtu (6-7/2/2026).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr Drs KH Ulyas Taha MPd, secara resmi membuka kegiatan tersebut, yang diselenggarakan sebagai wadah konsolidasi internal, penyamaan persepsi, serta penyusunan rencana kerja yang terarah, guna meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan keagamaan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Mengawali sambutannya, H Ulyas Taha mengisahkan tentang pengalaman dan pandangannya terkait cara menunaikan penugasan sesuai dengan kapasitas tanggung jawab yang diemban.
“Dalam sebuah organisasi, ada pemimpin, ada pengikut. Ada masanya kita menjadi pemimpin dan ada masanya kita menjadi pengikut. Maka, tempatkanlah diri anda pada tempat yang dimana anda tempati sesungguhnya,” buka H. Ulyas.
“Menjadi Kepala KUA, ya pemimpin Kantor Urusan Agama, menjadi Kasubag PU, adalah pemimpin di Tata Usaha, yang memiliki kewajiban untuk mengatur dan memberi masukan dan saran bahkan menerjemahkan apa yang menjadi kebijakan Kepala Kantor. Jadi, tindakannya, itu harus tindakan Kasubag TU, tapi cara berpikirnya, boleh cara berpikir Kepala Kantor. Jangan dibalik, cara berpikirnya Kasubag TU, bertindaknya Kepala Kantor,” ulas Kakanwil.
“Sebaliknya juga, Kepala Kantor tidak boleh, gayanya Kepala Kantor, tapi cara berpikirnya Kepala Seksi. Itu harus tahu persis dimana kita berada,” imbuhnya.
“Kepala Kantor Urusan Agama, itu dia memimpin Kantor Urusan Agama, dia bukan menjadi Kasi, Bimas Islam, karena ada batasan-batasan dalam tanggung jawab dan kewajiban dari kepemimpinannya,” ringkasnya.
“Dalam Rapat Kerja ini tentu ada masukan, berdasarkan apa yang menjadi kewenangan, dan apa yang menjadi tugas tanggung jawab masing-masing dalam perjanjian atau komitmen kerja masing-masing. Saya berharap seluruh pegawai Kementerian Agama Bitung, pada rapat kerja ini bisa bersama-sama mendatangkan inspirasi dan aspirasi yang luar biasa, memberikan sesuatu yang terbaik dalam merumuskan dan memutuskan hal-hal yang bersifat strategis dan bermanfaat bagi pengembangan Kementerian Agama di Kota Bitung,” simpul Kakanwil.
Kakanwil juga mengapresiasi kepemimpinan Hi Yahya Wahidin Pasiak, S.Ag MM, yang menurut Kakanwil telah membawa Kemenag Bitung mengalami peningkatan kinerja yang signifikan.
“Saya patut mengapresiasi kepemimpinan Bapak Yahya Pasiak di Kota Bitung, karena memang selama ini memang, beliau dekat dengan pegawai, para pejabat disana, koordinasi lintas departemen, lintas sektoral luar biasa,” ujar Kakanwil H Ulyas Taha, saat sesi wawancara dengan awak media.
Dirinya juga mengingatkan tentang poin penting terkait penyusunan teknis pelaksanaan program dan perjanjian kinerja Kemenag Bitung tahun 2026.
“Pada Raker ini poin yang penting adalah bagaimana melakukan sinkronisasi terhadap program-program yang selama ini dilakukan, lalu kemudian melihat peluang-peluang kedepan, bahwa ada yang perlu di kolaborasi antar Kementerian Agama, lalu kemudian antar libtas sektoral kementerian lembaga lain termasuk tentunya di Pemerintah Kota Bitung,” ungkapnya.
“Harap masa ke depan adalah, apa yang telah menjadi hal-hal yang baik, ini ditingkatkan, dan tentu yang masih biasa-biasa saja, itu diperbaiki. Kita sebagai manusia juga tidak sempurna dalam hal untuk melakukan sesuatu, tapi kita juga berusaha untuk menjadi yang terbaik,” kuncinya.
Diketahui, Rapat tersebut menjadwal beberapa agenda, diantaranya, penandatanganan Perjanjian kinerja Tahun 2026, berdasarkan sasaran kerja sebagaimana arahan dari Kanwil Kemenag Sulut, diantaranya, meningkatkan jaminan beragama, toleransi dan cinta kemanusiaan umat beragama, melalui program pencegahan dini atau early Warning System/(EWS) konflik antar umat beragama di Kota Bitung.
Peran strategis Kemenag Bitung dalam menjawab berbagai tantangan tersebut, diimplementasikan melalui pelaksanaan program pelayanan masyarakat dan pengorganisasian kerja, yang dirumuskan melalui forum strategis, Rapat Kerja tahunan, yang mampu menjadi sarana evaluasi, sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan dan penguatan layanan, pembinaan, dan pengelolaan atas berbagai urusan keagamaan dan pendidikan keagamaan di Kota Bitung.
















