Bitung, SUDARA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan aksi nyata untuk menggempur inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H dengan meresmikan rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) Pemerintah Provinsi Sulut tahun 2026. Kota Pelabuhan Bitung dipilih sebagai titik awal gerakan strategis ini, yang dipusatkan langsung di area Pasar Takjil Ramadan, pusat Kota Bitung, Rabu (25/2/2026).
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, meninjau langsung pelaksanaan pasar murah tersebut. Kehadiran orang nomor satu di Sulut ini disambut hangat oleh Walikota Bitung Hengky Honandar SE dan Wakil Walikota Randito Maringka S.Sos, bersama masyarakat yang antusias mengantre di booth GPM Pasar Takjil.
”Ini adalah kegiatan pertama yang kita awali dari Kota Bitung. Ke depan, langkah serupa akan menyisir berbagai daerah lain di Sulawesi Utara,” ujar Gubernur Yulius dalam sambutannya.
Langkah intervensi harga ini dinilai strategis untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah lonjakan kebutuhan rumah tangga selama bulan Ramadan menjelang Idulfitri 2026. Gubernur menginstruksikan jajaran terkait untuk aktif melakukan operasi pasar guna memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dan mencegah praktik persaingan tidak sehat di tingkat pedagang.
“Saya instruksikan agar petugas aktif melakukan operasi pasar agar harga terkendali, sehingga tidak ada persaingan yang tidak sehat di antara para pedagang. Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat juga merasa senang karena kebutuhan pokok mereka dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” tegas Gubernur Yulius.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, angka inflasi Sulawesi Utara tercatat sangat terkendali di level 1,23 persen. Capaian ini menempatkan Sulut sebagai salah satu daerah dengan inflasi terendah secara nasional sekaligus yang terendah di kawasan Sulawesi.
“Posisi inflasi ini sangat baik. Kita harus menjaga agar harga-harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Karena kalau harga stabil, masyarakat senang, pedagang juga senang, dan tidak terjadi kekurangan barang di pasaran,” kata Gubernur.
Ia menambahkan bahwa keseimbangan inflasi sangat krusial; tidak boleh terlalu tinggi yang memberatkan konsumen, namun juga tidak boleh terlalu rendah yang dapat merugikan petani dan pedagang.
Gubernur Yulius juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk turut proaktif melakukan langkah serupa demi menekan angka inflasi di wilayah masing-masing. Gubernur menekankan bahwa sinergi antarinstansi merupakan instrumen efektif untuk menjaga iklim perdagangan yang kondusif.
“Pihak terkait harus jaga inflasi kebutuhan dan harga di pasar,” ucap Gubernur lugas.
Pemprov Sulut berkomitmen melakukan pemantauan rutin dan menggelar GPM di berbagai titik strategis demi meringankan beban ekonomi keluarga dari fluktuasi harga pasar reguler.
“Mari kita saling menjaga, saling menopang, dan saling melindungi. Walaupun volumenya tidak terlalu besar, semoga kegiatan ini bermanfaat dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.
















