Berita UtamaBisnis & EkonomiBolmong RayaPemprov Sulut

Gerakan Tanam Padi, Strategi Gubernur Yulius Selvanus Jaga Pasokan Pangan Mandiri di Sulut

Gubernur Sulut Yulius Selvanus didampingi Ketua TP PKK Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus menanam padi di Desa Solog, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Jumat (23/1/2026).Gubernur Sulut Yulius Selvanus didampingi Ketua TP PKK Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus menanam padi di Desa Solog, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Jumat (23/1/2026).
Gubernur Sulut Yulius Selvanus didampingi Ketua TP PKK Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus menanam padi di Desa Solog, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Jumat (23/1/2026).

Lolak, SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus mencanangkan Gerakan Tanam Padi (GTP) tahun 2026, dalam rangka memastikan stabilitas pasokan pangan daerah tercukupi secara mandiri melalui produksi beras para petani lokal asli Sulawesi Utara (Sulut).

Pencanangan Gerakan Tanam Padi ini ditandai dengan penanaman bersama bibit padi bersama Forkopimda, dan penyerahan sarana produksi pertanian (saprodi) kepada para Kelompok Tani sawah di Desa Solog, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Jumat (23/1) 2026) pagi.

Dalam bagian dari sambutannya, Gubernur Yulius mengungkapkan, bahwa tahun ini Sulut membutuhkan setidaknya 270 ton beras untuk memenuhi kebutuhan sekitar 2.700.000 orang warganya.

“Tadi sudah dilaporkan Kepala Dinas, bahwa produksi beras kita sudah mencapai 233 ton di 2025, artinya tinggal 40 ton lagi kita kekurangan. Kita butuh dalam satu tahun 270 ton dengan jumlah penduduk prediksi kurang lebih 2.700.000,” ucap Gubernur.

“Kita mesti hitung per hari, kita makan berapa ons kali jumlah 2 juta 700 ribu, kali 365 hari, itulah kebutuhan beras kita, belum tamu-tamu yang datang ke Sulawesi Utara. Maka hitungan kita 270 ton kurang lebihnya disitu, kebutuhan kita setiap tahun, sedangkan lahan yang existing baru mencapai target 59.000 hektar,” rinci Gubernur.

Gubernur mengungkapkan, bahwa di tahun 2025 lalu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga telah melakukan berbagai upaya strategis dalam menjaga stabilitas pasokan pangan ditengah tantangan cuaca ekstrem, serangan hama, dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), agar kebutuhan dan daya beli warga dapat tetap terjaga.

“Beras kita tercukupi karena ada beras Gerakan Pangan Murah (GPM), kemudian saya bagi-bagi lagi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) gratis, itu kurang lebih 300 ton, saya bagi keseluruhan masyarakat Sulawesi Utara, dalam rangka menghadapi Natal-Tahun Baru waktu itu, dan kita tahu cuaca termasuk ekstrem, sehingga kita harus mengantisipasi supaya tidak terjadi inflasi di bahan pokok,” ungkap Gubernur.

“Di Kakas sempat waktu itu hama tikus, ada “serangan fajar” oleh tikus-tikus, sehingga beberapa hektar habis, saya langsung perintahkan Kadis (Pertanian) cepat atasi, kalau nggak kita akan kekurangan beras,” ucap Gubernur.

Upaya strategis yang langsung menyentuh titik primer kebutuhan masyarakat itupun akhirnya berdampak positif pula bagi tingkat inflasi di Sulut tahun 2025.

“Puji syukur, inflasi kita di 2025, itu 1,32%, terendah nomor 3 di Indonesia,” hatur Gubernur disambut antusias tepuk tangan hadirin.

Sehingga untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang mungkin masih harus dihadapi terkait ketersediaan pangan di tahun 2026, Gubernur Yulius Selvanus mencanangkan Gerakan Tanam Padi, dalam rangka mendukung Swasembada Pangan, yang digaungkannya dengan motto, “Tanam apa yang dimakan, dan makan apa yang di tanam”.

“Jadi gerakan yang kita lakukan ini sudah sesuai program, mengantisipasi kemungkinan – kemungkinan yang akan terjadi, termasuk pagi hari ini, sengaja kita datang kemari, kita ada 2000 hektar lagi yang akan kita bagikan, termasuk juga hand traktor, 2 kita kasih, disini satu, satu nanti ditempat lain,” ucap Gubernur.

“Kalau 59.000 hektar bisa semua optimal tanpa bencana banjir, hama, maka itu sebenarnya bisa tercapai, karena beberapa di tahun 2025 ada kena banjir, kena hama,” imbuhnya.

Sebelumnya, dibagian pembuka sambutannya, Gubernur Yulius juga mengungkapkan alasan digelarnya pencanangan GTP Sulut 2026 tersebut di Kabupaten Bolaang Mongondow.

“Puji kehadirat Tuhan yang Mahakuasa atas berkat nikmat rahmatNya kita diberi kesehatan, keselamatan, kebahagiaan, sehingga kita berkumpul ditengah-tengah sawah tempat lumbung padinya Sulawesi Utara, di (Kabupaten) Bolaang Mongondow,” ucap Gubernur.

Untuk itu, Gubernur meminta konsistensi bertanam para petani padi Bolmong untuk turut dan tetap berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan daerah, dan kehadirannya untuk kesekian kalinya di Bolaang Mongondow sebagai wujud dukungan serta perhatian kepada para petani.

“Kalau Kelompok Tani malas-malas, orang Manado gak bisa makan, harus rajin, karena rajin, Gubernur sering datang kemari bagi-bagi alsintan, bibit, program-program, supaya terjadi peningkatan,” ujar Gubernur.

“Ditambah lagi, karena disini (sawah) tadah hujan, saya mau kasih 5 pompa air, supaya ini panen kita tidak bergantung pada hujan. Ini masih bagus, di Januari, Februari, kita dapat hujan, tapi lewat itu kita akan masuk musim kemarau, kita akan kekurangan air, karena kita punya sungai dibawah, jauh, saya akan bantu 5 mesin pompa air, dibagi baik-baik,” ujar Gubernur.

“Harapan saya dengan adanya itu, maka lahan yang ada disini semuanya terjaga suplai airnya, tinggal kalian yang atur baik-baik supaya semuanya dapat merata,” pesan Gubernur Yulius.

Gubernur juga berpesan agar para petani dapat menggunakan hasil panen mereka dengan bijak, yang bisa bermanfaat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga, tetapi juga bagi kebutuhan masyarakat umum.

“Mari kita bergiat sesuai tema, Gerakan tanam padi mendukung swasembada pangan, apa yang kita tanam, ya kita yang makan, sisanya kita jual. Kalau kalian gak jual, ya bingung orang Manado, Manado gak punya sawah, padahal penduduk terbanyak di Manado, jadi yang lebih dijual, jangan disimpan-simpan, kalau disimpan-simpan itu inflasi namanya, saya tangkap,” tegas Gubernur.

“Jangan sampai ada yang menimbun logistik yang mengakibatkan daerah lain kekurangan. Kalau kekurangan berarti para petani melaksanakan sabotase terang-terangan kepada Gubernur, kalau itu patut di tangkap, karena daerah lain masih membutuhkan uluran tangan dari Bolaang Mongondow, oleh petani-petani yang giat menanam,” imbau Gubernur.

Selanjutnya, Gubernur Yulius Selvanus didampingi Ketua TP PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, menyerahan bantuan Pemerintah Sulawesi Utara secara simbolis kepada Kelompok Tani perwakilan Desa Solog, dan traktor roda dua untuk Brigade Alasintan Kabupaten Bolaang Mongondow, yang diterima secara simbolis oleh Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi.

Gerakan Tananam Padi ini merupakan program strategis berkelanjutan yang dilakukan Gubernur Yulius Selvanus untuk menjaga stabilitas pasokan pangan secara mandiri di Sulawesi Utara, sekaligus menegaskan arah kepemimpinan yang menempatkan pertanian sebagai fondasi ketahanan daerah.

Selain lobi ke pemerintah pusat, yang berbuah bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih dengan total nilai sekitar Rp65 miliar sepanjang tahun 2025, pendekatan langsung ke lapangan, penguatan sarana produksi, perluasan lahan, serta pembenahan infrastruktur menjadi satu kesatuan kebijakan yang membuktikan bahwa swasembada pangan Sulawesi Utara dibangun melalui kerja nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Exit mobile version