Manado, SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., menekankan pentingnya penguatan “Sinergi Agresif” lintas sektoral kepada seluruh jajaran dan pemangku kepentingan. Langkah ini menjadi komando utama guna memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara agar melaju lebih kencang di tahun 2026.
Arahan strategis tersebut disampaikan Gubernur dalam High Level Meeting (HLM) lintas sektoral yang melibatkan TPID, TP2DD, TP2ED, TPAKD, hingga KDEKS, serta para Bupati dan Walikota se-Sulut di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Senin (23/02/2026).
”Fokusnya jelas: Sinergi Agresif! Ekonomi Sulawesi Utara siap melaju lebih kencang di tahun 2026!” lugas Gubernur Yulius.
Gubernur mengungkapkan bahwa strategi ini berperan penting dalam menjaga stabilitas harga yang menjadi prioritas utama pemerintah. Selain itu, langkah kolaboratif ini krusial untuk mengintervensi sepuluh komoditas penyumbang inflasi yang telah dipetakan, terutama pada komoditas beras yang memberikan dampak sebesar 0,49 persen dan sektor pendidikan tinggi sebesar 0,25 persen terhadap angka inflasi secara keseluruhan.
“Pertumbuhan harus berkualitas. Inflasi wajib kita kendalikan agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Dalam arahannya, Gubernur Yulius memaparkan empat poin krusial yang harus segera dieksekusi:
1. Ketahanan Pangan: Mendorong modernisasi irigasi dan optimalisasi BUMD guna memastikan harga komoditas pokok tetap stabil.
2. Pertumbuhan Solid: Mengejar target pertumbuhan di atas rata-rata nasional melalui percepatan realisasi APBD dan investasi.
3. Sulut Digital: Memperluas ekosistem pembayaran digital/QRIS di pasar hingga sektor pariwisata.
4. Ekonomi Inklusif: Mempermudah akses permodalan bagi petani, nelayan, dan UMKM melalui penguatan peran TPAKD.
Menurut Gubernur, capaian ekonomi Sulut sebesar 5,66 persen pada 2025 yang melampaui rata-rata nasional (5,11 persen) menjadi fondasi kuat untuk melangkah di tahun 2026. Inflasi tahunan (year-on-year) hingga Desember 2025 yang tercatat 1,23 persen dinilai memberikan ruang gerak bagi pemerintah daerah untuk mendorong ekspansi ekonomi secara terukur.
Untuk itu, Gubernur Yulius menekankan pentingnya transformasi struktur ekonomi yang lebih kuat, tidak hanya terpaku pada sektor primer, tetapi mulai bergerak lebih masif pada sektor manufaktur yang lebih produktif dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat.
”Kita harus bekerja lebih agresif dan fokus untuk memperluas lapangan kerja dan memperkuat industri manufaktur,” ujar Gubernur.
Menutup arahannya, Gubernur meminta seluruh jajaran dan para stakeholder untuk segera melakukan langkah nyata. “Saya instruksikan kepada seluruh jajaran dan stakeholder untuk segera bergerak. Mari kita bersama-sama kawal stabilitas ekonomi Bumi Nyiur Melambai!” pungkasnya.
















