Manado, SUDARA.ID – Kehadiran Ketua Fraksi Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Louis Carl Schramm SH MH, dalam peresmian wajah baru Museum Negeri Sulut oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Jumat (22/5/2026) malam, menjadi bukti nyata pengawalan legislatif terhadap pembangunan daerah.
Proyek revitalisasi total senilai Rp14 miliar yang kini mengusung konsep alur cerita (storyline) interaktif berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut, tidak lepas dari fungsi pengawasan dan penganggaran yang melekat pada tupoksi DPRD Sulut.
Saat dimintai tanggapan di sela-sela acara, Louis Carl Schramm menegaskan bahwa modernisasi Museum Sulut merupakan salah satu agenda strategis yang terus didorong oleh Komisi IV yang membidangi kesejahteraan rakyat, termasuk di dalamnya pendidikan dan kebudayaan.
”Kehadiran kami di sini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pertanggungjawaban publik atas fungsi budgeting (penganggaran) dan oversight (pengawasan) yang kami jalankan di DPRD. Anggaran Rp14 miliar ini adalah uang rakyat, dan malam ini kita melihat hasilnya dikonversi menjadi sebuah mahakarya yang membanggakan bagi peradaban Sulawesi Utara,” ujar Louis.
Sinergi Legislatif-Eksekutif dan Apresiasi Menteri
Politisi senior Partai Gerindra ini juga menyambut baik apresiasi tinggi yang diberikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon kepada Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE. Menurut Louis, gerak cepat Gubernur Yulius dalam merenovasi museum yang sempat viral karena telantar tersebut, merupakan sinergi yang apik antara kebijakan eksekutif dan dukungan legislatif.
”Ketika Pak Gubernur mengambil inisiatif cepat pasca-dilantik, kami di DPRD—khususnya Fraksi Gerindra dan Komisi IV—langsung mengawal dari sisi regulasi dan memastikan anggarannya tepat sasaran. Ini adalah kerja kolaboratif demi menyelamatkan aset sejarah kita,” tambahnya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutannya optimis bahwa Museum Negeri Sulut kini berpotensi menjadi museum provinsi terbaik di Indonesia dan akan segera mendapatkan akreditasi standar A. Fadli juga menjanjikan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun depan untuk mendukung kegiatan operasional museum.
Optimalisasi Fungsi Pengawasan Kedepan
Menanggapi rencana pemberian DAK dari pusat serta target peningkatan kunjungan hingga 400 persen, Louis Schramm menyatakan bahwa DPRD Sulut akan memperketat fungsi pengawasan ke depan. Ia menekankan pentingnya Dinas Kebudayaan daerah untuk mengelola fasilitas baru ini secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Sesuai saran Menteri Kebudayaan untuk mengintegrasikan museum dengan ekosistem ekonomi kreatif—seperti fasilitas coffee shop dan toko suvenir berbasis Intellectual Property (IP) lokal—Louis menilai hal ini sebagai peluang besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
”Tupoksi kami tidak berhenti setelah peresmian ini. Komisi IV DPRD Sulut akan memastikan bahwa fasilitas berbasis AI dan rencana pengembangan ekonomi budaya di area museum ini berjalan sesuai rencana. Kami ingin memastikan tempat ini menjadi ruang edukasi generasi muda sekaligus motor baru ekonomi kreatif di Bumi Nyiur Melambai,” tegas legislator top Sulut tersebut.
Acara peresmian yang berlangsung khidmat di Kecamatan Wenang, Kota Manado ini diawali dengan doa lintas agama, penampilan drama teatrikal, serta penyerahan alat musik Kolintang secara simbolis oleh Menteri Kebudayaan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.
















