Berita UtamaManado

Helo 13! Brace Herrie Lontoh Segel Gelar Juara Persma 1960 Manado di Liga 4 Piala Gubernur Sulut

Tandukan maut Herrie Lontoh (HELO13) saat menggetarkan jala Bolsel FC pada menit ke-55 dalam Final Piala Gubernur Sulut di Stadion Klabat, Minggu (19/4). (Foto: Ridho L Tobing)Tandukan maut Herrie Lontoh (HELO13) saat menggetarkan jala Bolsel FC pada menit ke-55 dalam Final Piala Gubernur Sulut di Stadion Klabat, Minggu (19/4). (Foto: Ridho L Tobing)
Tandukan maut Herrie Lontoh (HELO13) saat menggetarkan jala Bolsel FC pada menit ke-55 dalam Final Piala Gubernur Sulut di Stadion Klabat, Minggu (19/4). (Foto: Ridho L Tobing)

Manado, SUDARA.ID – Angka 13 yang kerap dianggap sial, justru menjadi tuah keberuntungan bagi Persma 1960 Manado. Lewat aksi heroik sang striker, Herrie In Samsudin Lontoh alias HELO13, tim berjuluk Badai Biru resmi menyegel gelar juara Liga 4 Piala Gubernur Sulut 2025/2026 setelah melibas Bolsel FC dengan skor 2-0 di Stadion Klabat, Minggu (19/4/2026).

​Kemenangan ini bukan sekadar raihan trofi, melainkan simbol kebangkitan kembali kejayaan sepak bola ibu kota di kancah Liga 4 Indonesia.

​Sejak siang hari, arus suporter sudah mengular hingga ke sisi utara tribun Stadion Klabat. Kehadiran Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay di Tribun Utama menambah gengsi laga pamungkas ini.

​Di sisi lain lapangan, dentuman genderang dan kibaran panji-panji klub menciptakan atmosfer “neraka” bagi tim tamu. Masyarakat Manado tumpah ruah, bahkan memenuhi tribun timur yang terbuka, bersatu di bawah langit biru demi satu tujuan: melihat Persma angkat piala.

Interval pertama berjalan sangat taktikal. Baik Persma maupun Bolsel FC bermain disiplin tinggi, menutup setiap celah di lini pertahanan. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum, meski beberapa kali “adu mekanik” di lini tengah menyulut reaksi histeria dari ribuan pasang mata yang hadir.

​Memasuki babak kedua, tepat pukul 15.04 WITA, wasit meniup peluit dimulainya paruh penentuan. Persma langsung menaikkan tensi permainan.

​Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-55. Berawal dari skema sepak pojok yang terukur, Herrie In Samsudin Lontoh (HELO13) melepaskan tandukan maut yang menghujam deras ke gawang Bolsel FC. Stadion Klabat pecah! Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

​Tak butuh waktu lama bagi sang pahlawan nomor punggung 13 untuk kembali beraksi. Pada menit ke-66, Herrie kembali menunjukkan insting ‘predator’nya. Lewat sebuah sontekan tajam hasil kemelut di mulut gawang, ia mencatatkan ‘brace’ sekaligus menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

​Tertinggal dua gol, punggawa Bolsel FC pantang surut dengan mencoba meracik strategi baru dan memasukkan tenaga segar untuk menambah daya pukul serangan. Namun, ketangguhan lini belakang Persma dan rentetan penyelamatan gemilang dari sang penjaga gawang membuat setiap upaya tim tamu mentah sebelum berbuah hasil.

​Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, skor 2-0 tidak berubah. Pesta pora pun pecah di Stadion Klabat, dipermanis dengan penampilan atraktif Barongsai yang menyemarakkan euforia para suporter Badai Biru.

Exit mobile version