Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaBisnis & EkonomiPemprov Sulut

Investasi Sulut Tumbuh 35,6%, Gubernur Yulius Bidik Ekspansi Investor di PSBM Makassar 2026

×

Investasi Sulut Tumbuh 35,6%, Gubernur Yulius Bidik Ekspansi Investor di PSBM Makassar 2026

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE (kedua dari kanan), saat memaparkan investment outlook Sulawesi Utara di hadapan para pengusaha nasional dalam forum Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) ke-XXVI di Makassar, Kamis (26/3/2026). Gubernur menonjolkan posisi Sulut sebagai "Pintu Gerbang Pasifik" dengan pertumbuhan investasi yang mencapai 35,6%. (Foto: Istimewa/SUDARA.ID)
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE (kedua dari kanan), saat memaparkan investment outlook Sulawesi Utara di hadapan para pengusaha nasional dalam forum Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) ke-XXVI di Makassar, Kamis (26/3/2026). Gubernur menonjolkan posisi Sulut sebagai "Pintu Gerbang Pasifik" dengan pertumbuhan investasi yang mencapai 35,6%. (Foto: Istimewa/SUDARA.ID)
Example 468x60

Makassar, SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, secara intens membidik para pengusaha nasional untuk menanamkan modal di Bumi Nyiur Melambai, saat menghadiri forum Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) ke-XXVI di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan investment outlook Sulawesi Utara dengan menonjolkan nilai tawar posisi strategis wilayahnya sebagai “Pintu Gerbang Pasifik” yang kini tengah mengalami tren pertumbuhan ekonomi positif.

Example 300x600

Manuver ini merupakan langkah taktis untuk memperkuat posisi Sulut sebagai super-hub perdagangan internasional, sekaligus mengakselerasi tren positif pertumbuhan ekonomi daerah.

Strategi tersebut diambil guna menjaga momentum realisasi investasi yang sangat kuat pada tahun sebelumnya, sekaligus membidik capaian target tahunan agar tetap berada di atas rata-rata nasional.

​Gubernur Yulius memaparkan data impresif guna menarik minat para investor nasional untuk melakukan ekspansi ke wilayah utara.

Dihadapan para konglomerat dan saudagar, Gubernur membeberkan data performa Sulawesi Utara sepanjang tahun 2025 yang sukses mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp10,12 triliun, sebuah angka yang menembus 109% dari target yang ditetapkan, dengan lonjakan pertumbuhan sebesar 35,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga:   PLN Distribusikan 1000 Genset Kementerian ESDM di Wilayah Terdampak Bencana Aceh

Lebih lanjut Gubernur mengungkapkan bahwa pertumbuhan investasi sebesar 35,6% secara tahunan (year-on-year) tersebut tidak sekadar menjadi pencapaian di atas kertas, melainkan telah memberikan efek domino yang nyata pada sektor riil. Tercatat, ekspansi bisnis di wilayah Sulut telah berhasil menyerap sebanyak 18.049 tenaga kerja lokal.

Gubernur menegaskan bahwa fundamental ekonomi yang kokoh di Sulawesi Utara didukung penuh oleh kondisi sosial yang kondusif. Ia menekankan bahwa stabilitas sosial tersebut merupakan jaminan utama bagi keamanan modal sekaligus daya tarik bagi para investor untuk berinvestasi di wilayah Sulawesi Utara.

​”Sulawesi Utara adalah ekosistem investasi yang matang. Kami memiliki keragaman suku yang sangat toleran dan terbuka, yang menjadi fondasi sosial aman bagi para investor untuk mengembangkan usahanya di sini tanpa rasa khawatir,” ujar Gubernur Yulius.

Dalam pemaparannya yang komprehensif, Gubernur membedah potensi sektor riil yang menjadi motor penggerak ekspor dengan masa pengembalian modal (payback period) yang sangat kompetitif.

Baca juga:   Organisasi Pewarta Pemprov Sulut Dibawah Pimpinan Sonny Tadjure Resmi Dideklarasikan

Sektor pertanian dan perkebunan, misalnya, tetap menjadi tulang punggung dengan komoditas kelapa yang menyumbang nilai ekspor Rp1,2 triliun per tahun.

Selain itu, primadona baru muncul dari komoditas Pala (Nutmeg of Sulawesi) yang memiliki volume produksi 12.800 ton per tahun. Sektor ini menawarkan tingkat pengembalian modal (Return on Investment) yang sangat kompetitif dengan payback period singkat, yakni berkisar antara 2 hingga 3 tahun saja.

​Potensi tersebut kian solid dengan kontribusi sektor kelautan yang menyumbang ekspor sebesar Rp1 triliun per tahun, yang ditopang oleh peran vital Pelabuhan Internasional Bitung sebagai simpul logistik global di kawasan Timur Indonesia.

Di sisi lain, sektor pariwisata terus bergeliat melalui pengelolaan 39 destinasi provinsi dan 127 desa wisata, mulai dari keindahan Bunaken hingga potensi eksotis di Kepulauan Sangihe dan Talaud, yang kini semakin terkoneksi dengan pasar global,
seiring dibukanya rute penerbangan langsung dari Bandara Sam Ratulangi Manado ke pusat ekonomi Asia, seperti Shenzhen, Guangzhou, dan Shanghai di Tiongkok, serta konektivitas rutin ke Singapura melalui Scoot dan Incheon di Korea Selatan.

Baca juga:   Bawaslu Manado Bantah Izinkan "Ketua Lingkungan/Pala" Bebas Akses di TPS

Penguatan konektivitas ini menjadi kunci transformasi struktur investasi di Sulawesi Utara yang kini bergeser menjadi lebih dinamis. Efisiensi pada aksesibilitas modal maupun manusia tersebut sekaligus menjamin kelancaran mobilitas investor, serta mengakselerasi arus barang dan wisatawan di level internasional.

Ditinjau dari struktur permodalan, komposisi investasi di Sulawesi Utara saat ini masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan porsi sebesar 60%. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mengamankan 40% sisanya, yang secara signifikan masih dikuasai oleh arus modal dari Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan Jepang.”

​”Dengan kombinasi pertumbuhan tinggi dan dukungan infrastruktur yang ada, Sulawesi Utara menghadirkan momentum langka bagi para saudagar untuk berinvestasi pada peluang yang stabil dan siap dikembangkan lebih besar,” pungkas Gubernur Yulius Selvanus.

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *