Berita UtamaPemprov Sulut

Lantik 134 Pejabat Pemprov Sulut, Gubernur Yulius Tegaskan Peran Strategis Eselon III-IV

Momen penandatanganan berita acara pelantikan pejabat eselon III-IV Pemprov Sulut. (Foto: Ridho L Tobing)Momen penandatanganan berita acara pelantikan pejabat eselon III-IV Pemprov Sulut. (Foto: Ridho L Tobing)
Momen penandatanganan berita acara pelantikan pejabat eselon III-IV Pemprov Sulut. (Foto: Ridho L Tobing)

Manado, SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 134 pejabat administrator (eselon III) dan pengawas (eselon IV) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Prosesi pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Gedung Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Kamis (11/6/2026).

​Pelantikan massal ini menyasar 73 pejabat struktural eselon III dan 61 pejabat eselon IV demi menyegarkan roda organisasi pemerintahan daerah. Dalam arahannya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan dinamika normatif dalam birokrasi, namun memegang peran krusial sebagai mesin penggerak kebijakan strategis di Sulawesi Utara.

​Menariknya, dalam pidato pembekalan, mantan perwira tinggi militer ini mengibaratkan posisi strategis eselon III dan IV layaknya jajaran perwira menengah dalam komando angkatan bersenjata. Struktur ini dinilai sebagai tulang punggung operasional yang menentukan keberhasilan pucuk pimpinan.

​“Kalau di tentara, posisi kalian ini setara Letkol dan Kolonel, itu orang-orang hebat. Jika eselon III dan IV melaksanakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh, maka akan mengangkat kinerja eselon II juga eselon I Pak Sekprov. Jika cara kerja kalian bagus, eselon II juga bagus, maka Gubernur pun ikut terangkat. Jika Gubernurnya bagus, Sulawesi Utara pasti maju dan sejahtera,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.

​Gubernur mengingatkan bahwa aparatur sipil negara (ASN) adalah sebuah jabatan karier yang harus ditempuh dengan meniti anak tangga regulasi secara prosedural dan penuh integritas. Kendati demikian, Yulius menjamin aspek meritokrasi tetap menjadi panglima tertinggi sepanjang kepemimpinannya.

​Ia menggarisbahasi komitmen pemprov untuk memberikan apresiasi konkret terhadap pegawai yang menunjukkan dedikasi di atas rata-rata melalui mekanisme penghargaan khusus, serupa dengan pola penghargaan dalam dunia militer.

​“Maka berprestasilah kalian, berusahalah untuk melaksanakan pekerjaanmu dengan baik. Karena kalau di tentara itu namanya diberi pangkat luar biasa, dikasih penghormatan penghargaan luar biasa, di ASN juga sama,” tandas Gubernur.

​Lebih lanjut, Gubernur secara terbuka mengumumkan bahwa dalam momentum pelantikan ini, dirinya langsung merealisasikan janji keadilan birokrasi tersebut kepada sejumlah ASN yang dinilai bersih dan berdedikasi tinggi.

​“Hari ini ada beberapa yang saya berikan kenaikan pangkat luar biasa. Apalagi yang sudah menempati posisi cukup lama dan memiliki rekam jejak bersih tanpa kasus. Kepemimpinan saya harus berkeadilan. Jika memang layak duduk di situ, akan kita berikan,” tegasnya.

​Selain memberikan stimulus motivasi, Gubernur Yulius juga menyelipkan instruksi teknis yang sangat ketat terkait tata kelola administrasi. Ia menuntut para pejabat administrator dan pengawas untuk bertindak sebagai penyaring taktis (filter) sekaligus analis utama sebelum sebuah dokumen sampai ke meja kepala daerah.
​Ia memperingatkan keras agar tidak ada lagi aparatur yang bekerja pasif dan hanya memosisikan diri sebagai “kurir” berkas dinas tanpa melakukan telaah mendalam.

​“Jangan hanya sekadar meneruskan laporan. Lihat secara jeli, periksa substansinya, telaah dampaknya, dan pastikan seluruh data yang disampaikan benar. Ketelitian di tingkat Administrator dan Pengawas menjadi kunci agar setiap keputusan yang diambil pimpinan benar-benar berdasarkan informasi yang akurat,” perintahnya dengan nada lugas.

​Menurutnya, kualitas dan keabsahan kebijakan eksekutif tertingginya sangat beririsan dengan kejelian pengawasan di tingkat bawah. Kesalahan akurasi atau kelalaian verifikasi data dinilai dapat berdampak fatal pada output pembangunan daerah.

​Di akhir prosesi, Gubernur Yulius Selvanus meminta seluruh pejabat teras yang baru dilantik untuk segera melebur, beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, serta mengadopsi etos kerja tangguh demi akselerasi pelayanan publik masyarakat Sulawesi Utara. Ia menutup arahannya dengan seruan semangat yang solid.

​“Satu Komando, Petarung!” pungkasnya.

Exit mobile version