Manado, SUDARA.ID – Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Sulawesi Utara bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara resmi menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Instruktur, Pelatih, Wasit/Juri serta Pertandingan Olahraga Tradisional Tingkat SMA/SMK Se-Provinsi Sulawesi Utara. Agenda pelestarian budaya ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 20–21 Oktober 2026, berpusat di Aula dan Area Praktik SMK Negeri 3 Manado.
Kegiatan berskala provinsi tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan standarisasi para pembina olahraga tradisional di daerah. Melalui pelatihan ini, para tenaga pembina diharapkan memiliki pemahaman yang kuat terkait pembinaan, penilaian, dan pengembangan olahraga tradisional di Sulawesi Utara.
Selama agenda diklat, para peserta dibekali enam materi utama, meliputi Kompetensi Instruktur Olahraga Tradisional, Teknik & Metodologi Kepelatihan, Peraturan & Tata Pertandingan, Penilaian & Perwasitan/Juri, Praktik & Simulasi Pertandingan, serta Pembinaan & Pengembangan Olahraga Tradisional. Selain menerima materi, para peserta berhak memperoleh sertifikat resmi dan berkesempatan mempraktikkan simulasi laga secara langsung di lapangan.
Sejalan dengan agenda pelatihan, semangat pelestarian budaya disalurkan melalui kompetisi antar-pelajar tingkat SMA/SMK se-Sulawesi Utara. Berbagai cabang olahraga tradisional khas daerah dan nasional turut dipertandingkan, seperti egrang, terompah panjang (bakiak), sumpitan, hingga permainan ketangkasan lapangan seperti gobak sodor (galah asin). Mengusung jargon “Selamat Bertanding – Junjung Tinggi Sportivitas, Budayakan, Lestarikan!”, ajang ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap warisan budaya bangsa.
Sinergi Pemerintah Daerah dan PORTINA
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pengurus PORTINA Pusat, hingga jajaran pengurus daerah.
Mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut, Yorry Rommy Lesawengen, M.Tr.A.P., membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Yorry menekankan bahwa olahraga tradisional memiliki potensi besar untuk dikembangkan hingga ke tingkat internasional, sebagaimana cabang olahraga pencak silat maupun Muay Thai dari Thailand.
”Olahraga tradisional merupakan bagian dari warisan budaya luhur yang perlu dipertahankan dan dipelihara. Melalui wadah PORTINA di bawah naungan KORMI, olahraga rakyat ini dapat ditata dengan aturan baku hingga diangkat menjadi olahraga prestasi level nasional maupun internasional,” ujar Yorry.
Ia juga menyoroti pentingnya menyajikan olahraga tradisional dengan pendekatan modern (packaging) yang menarik minat generasi milenial dan Gen-Z. Selain itu, Yorry mendorong adanya kolaborasi dengan Dinas Pendidikan terkait bobot nilai prestasi sertifikat PORTINA untuk jaminan jalur prestasi pendaftaran sekolah maupun perguruan tinggi.
Dukungan senada disampaikan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut, dr. Greity Ingrit Giroth, M.Kes, Sp.KKLP, menurutnya kolaborasi antara kebudayaan dan aktivitas fisik ini sangat strategis untuk membawa olahraga tradisional—seperti kasti, tali tanah, hingga lari tempurung—menjadi cabang olahraga yang diandalkan di tingkat nasional hingga internasional, sesuai dengan perhatian Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., terhadap kemajuan olahraga daerah.
Sementara itu, Ketua PORTINA Sulut, Louis Carl Schramm, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas sinergi antar-instansi serta fasilitasi dari pihak sekolah. Ia menegaskan pentingnya peran PORTINA dalam membentengi generasi muda dari ketergantungan gadget.
”Anak-anak zaman sekarang banyak yang tidak tahu permainan tradisional seperti toki-toki anjing (patok lele) atau ceklen. PORTINA hadir untuk melestarikan ini agar anak-anak tidak hanya bergantung pada gadget. Jika olahraga ini rutin dipertandingkan antar-sekolah, guru-guru olahraga pun akan semakin terakomodir dan bersemangat,” tutur Schramm.
Schramm juga memuji kehadiran Wakil Ketua PORTINA Pusat, Yahya Majid, S.E., sebagai narasumber utama yang berpengalaman di tingkat internasional dan berdedikasi membagikan ilmunya kepada para peserta di Sulut.
Dari sudut pandang kebijakan olahraga, Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Olahraga, Christian Yokung, menilai kolaborasi antara Dispora, Dinas Kebudayaan, dan PORTINA ini sebagai langkah inovatif yang patut menjadi proyek contoh (pilot project) bagi induk olahraga (Inorga) lainnya.
”Penggabungan antara sektor olahraga, kebudayaan, museum, hingga UMKM merupakan peluang bisnis olahraga (sport business) yang sangat potensial. Terlebih, pelatihan bertaraf profesional ini menjadi persiapan krusial menyambut Pekan Olahraga Rekreasi Nasional (Pornas) tahun depan di Sulawesi Tengah,” kata Christian.
Jalannya kegiatan ini didukung oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya:
- Gubernur Sulawesi Utara: Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E.
- Wakil Gubernur Sulawesi Utara: Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H.
- Ketua PORTINA Pusat: H. Agung Widyantoro, S.H., M.Si.
- Ketua PORTINA Sulut: Louis Carl Schramm, S.H., M.H.
- Narasumber Utama (Wakil Ketua PORTINA Pusat): Yahya Majid, S.E.
- Sekretaris Panitia: Djemmy Refly Lumawir, S.H.
Bendahara PORTINA Sulut: Yohanes Macpal, S.Kom.
(Ridho L Tobing)
