Berita UtamaBisnis & EkonomiBitung

Paparkan Geostrategis KEK Bitung di Hadapan Gubernur Yulius, Wawali Randito Bidik Ekonomi Rakyat

Wawali Bitung Randito Maringka saat menunjukkan peta konektivitas global KEK Bitung sebagai pusat logistik internasional kepada Gubernur Yulius Selvanus. (Foto: Istimewa)Wawali Bitung Randito Maringka saat menunjukkan peta konektivitas global KEK Bitung sebagai pusat logistik internasional kepada Gubernur Yulius Selvanus. (Foto: Istimewa)
Wawali Bitung Randito Maringka saat menunjukkan peta konektivitas global KEK Bitung sebagai pusat logistik internasional kepada Gubernur Yulius Selvanus. (Foto: Istimewa)

Bitung, SUDARA.ID – Wakil Walikota Bitung, Randito Maringka S.Sos, memaparkan secara komprehensif keunggulan geostrategis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung saat mendampingi kunjungan kerja Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, pada Kamis (30/4/2026).

​Kunjungan ini dilakukan Gubernur Yulius guna memastikan pengembangan kawasan strategis seluas 534 hektare tersebut berjalan sesuai arah pembangunan ekonomi daerah. Dalam peninjauan tersebut, Randito Maringka memberikan penjelasan mendalam mengenai posisi Bitung yang berada tepat di jalur perdagangan internasional, dengan kemudahan akses ke pelabuhan sebagai keunggulan utama pendukung aktivitas industri dan logistik.

​Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa keberadaan KEK Bitung adalah instrumen krusial untuk meningkatkan daya saing Sulawesi Utara di mata investor. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR yang telah membangun infrastruktur jalan representatif di dalam kawasan.

​”KEK ini adalah daya saing daerah. Sebelumnya, kondisi kawasan yang didominasi perbukitan kurang menarik bagi investasi skala besar. Tapi sekarang, begitu melihat akses jalan yang baik, investor akan berebut masuk,” ujar Gubernur YSK.

​Hingga tahun 2026, total investasi yang masuk ke KEK Bitung telah mencapai Rp10,5 triliun. Angka ini diprediksi akan terus melonjak seiring masuknya sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan pabrik pala yang menjadi langkah konkret hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Selain pala, sektor perikanan, cold storage, hingga industri pengalengan kini tengah dipacu untuk segera beroperasi.

​Selain infrastruktur fisik, Gubernur Yulius menyoroti keberhasilan layanan direct call yang membuka jalur ekspor-impor langsung dari Bitung ke Jepang dan China. Skema ini dinilai sangat efisien karena pelaku usaha tidak lagi harus melalui pelabuhan besar di Jakarta atau Surabaya.

​”Kita beri berbagai insentif dan diskon sehingga makin banyak pelaku usaha tertarik ekspor dari sini. Target kita, Bitung menjadi hub ekspor-impor utama di kawasan timur Indonesia,” tambah Gubernur.

​Senada dengan visi Gubernur, Wawali Randito Maringka menekankan bahwa orientasi utama dari pengembangan geostrategis ini adalah dampak ekonomi yang nyata bagi rakyat. Ia optimis bahwa ekosistem industri yang terintegrasi akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan.

Mewakili visi Pemerintah Kota Bitung, Wakil Walikota Randito Maringka menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat. Langkah strategis ini diambil guna mempercepat realisasi investasi di kawasan tersebut.

Randito menekankan bahwa fokus utama Pemerintah Kota Bitung adalah memastikan keberadaan KEK Bitung mampu menjadi solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, terutama bagi putra-putri daerah.

​Sinergi antara Pemerintah Kota Bitung, Pemerintah Provinsi, dan pengelola kawasan menjadi kunci utama dalam menangani kendala teknis di lapangan.

Dengan kombinasi pelabuhan internasional, layanan direct call, dan hilirisasi industri, KEK Bitung kini bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru nasional yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Utara.

Exit mobile version