Tawaang (Minahasa Selatan), SUDARA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menekankan bahwa momentum pelantikan perwira transportasi laut bukan sekadar agenda seremoni tahunan, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan jiwa dan masa depan dunia maritim Indonesia.
Pesan tegas tersebut disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., melalui Wakil Gubernur Sulut, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., saat gelar Upacara Pelantikan Perwira Transportasi Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Lapangan Bintang Poltekpel Sulawesi Utara, Desa Tawaang Timur, Kecamatan Tenga, Minahasa Selatan, pada Kamis (15/10/2026).
Mengawali sambutannya, Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh civitas akademika Poltekpel Sulut sekaligus mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang resmi dilantik.
”Momentum ini bukan sekadar seremoni, bukan sekadar mengenakan seragam kebanggaan, dan bukan hanya tentang keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Hari ini adalah awal dari sebuah tanggung jawab yang lebih besar, yaitu tanggung jawab terhadap keselamatan manusia, keamanan pelayaran, dan masa depan transportasi laut Indonesia,” ujar Wagub Mailangkay saat membacakan amanat Gubernur Yulius Selvanus.
Tak lupa, Pemprov Sulut turut mengapresiasi peran vital para orang tua dan keluarga wisudawan yang telah setia memberikan dukungan moral maupun material selama masa studi berlangsung.
”Kebahagiaan yang kita rasakan hari ini adalah kebahagiaan bersama. Keberhasilan putra-putri Bapak dan Ibu hari ini tidak terlepas dari doa, dukungan, pengorbanan, dan kesabaran yang selama ini diberikan,” tuturnya dengan penuh kehangatan.
Lebih lanjut, Wagub mengulas posisi strategis Sulawesi Utara sebagai wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan Kawasan Pasifik. Menurutnya, laut di Sulut berfungsi sebagai penghubung antardaerah, penggerak roda ekonomi, hingga pintu gerbang kerja sama antarbangsa. Namun, potensi besar tersebut menuntut ketersediaan SDM maritim yang kompeten dan berintegritas.
”Kita membutuhkan sumber daya manusia maritim yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga disiplin, berkarakter, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan. Keberadaan Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara sangat penting dalam menjawab kebutuhan ini,” tegasnya.
Menanggapi tema pelantikan “From Competence To A Safer Ocean: Human Capital, Innovation, And Safety Culture“, Wagub menjabarkan tiga pesan mendalam yang harus dipedomani oleh setiap lulusan:
1. Kompetensi dan Tanggung Jawab:
”Gelar dan sertifikat adalah bukti kompetensi, namun kualitas seorang perwira sesungguhnya terlihat saat menghadapi tantangan dan mengambil keputusan di bawah tekanan. Jadilah perwira yang tidak hanya tahu apa yang harus dilakukan, tetapi juga memahami mengapa hal itu harus dilakukan,” terangnya.
2. Inovasi Maritim:
”Perkembangan teknologi telah mengubah cara kapal dinavigasikan dan sistem transportasi dikelola. Kepada para lulusan, teruslah memperbarui pengetahuan dan menguasai teknologi modern secara bijaksana demi meningkatkan efisiensi dan keselamatan,” pesannya.
3. Budaya Keselamatan (Safety Culture):
”Keselamatan tidak boleh hanya menjadi aturan tertulis atau dokumen pemeriksaan. Keselamatan harus menjadi kebiasaan, sikap, dan cara berpikir. Satu keputusan tepat dapat menyelamatkan banyak nyawa, sebaliknya kelalaian kecil berakibat fatal. Jangan pernah mengorbankan keselamatan demi kecepatan atau kepentingan sesaat,” imbaunya secara lugas.
Di akhir amanatnya, Gubernur berharap Poltekpel Sulut terus bersinergi dengan pemerintah daerah maupun pusat, lembaga pendidikan, serta dunia industri maritim guna mencetak generasi penerus yang profesional.
”Bawalah nama baik almamater di mana pun saudara bertugas. Bekerjalah dengan hati, bertindaklah dengan integritas, dan laksanakan tugas dengan profesionalisme. Ingatlah, di balik kapal yang berlayar, ada manusia yang menggantungkan keselamatannya pada keputusan saudara. Jadikan kepercayaan itu sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus dijaga sepanjang pengabdian,” pungkasnya.
Turut hadir dalam upacara pelantikan tersebut Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Dr. Ir. Samsuddin, M.T., M.Mar.E., IPM., ASEAN Eng., Direktur Poltekpel Sulut Capt. Semuel Palembangan, M.T., M.Mar., beserta jajaran, Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulut Femmy Suluh, jajaran pejabat Kementerian Perhubungan RI, unsur TNI/Polri, pimpinan perusahaan pelayaran, mitra industri maritim, serta jajaran orang tua/wali wisudawan. (Ridho L Tobing)
















