Minahasa, SUDARA.ID – Gelanggang Maesa Tompaso menjadi saksi bisu bangkitnya kejayaan olahraga berkuda di Bumi Nyiur Melambai. Kejuaraan Pacuan Kuda Piala Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) 2026 yang sekaligus menjadi ajang Seleksi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) sukses digelar.
Hadir langsung di tengah-tengah antusiasme warga, Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, menegaskan komitmen besar pemerintah daerah untuk menyulap kawasan Tompaso menjadi episentrum olahraga berkuda di level nasional.
Tidak tanggung-tanggung, Gubernur membeberkan rencana strategis untuk melakukan penataan total dan peningkatan fasilitas arena, termasuk rencana pembangunan lapangan polo di bagian tengah lintasan.
”Dari Tompaso hari ini, Sulawesi Utara tidak hanya sedang menyiapkan juara-juara baru, tetapi juga sedang memacu pertumbuhan ekonomi daerah menuju Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.
Sinergi Baru Pordasi Sulut Menuju Kejurnas Oktober 2026
Momentum kebangkitan ini kian terasa solid pasca-terpilihnya Adhi B. Supit sebagai Ketua Pengprov Pordasi Sulut periode 2026-2031 melalui Musyawarah Provinsi (Musprov). Sinergi kuat antara kepengurusan baru Pordasi, dukungan penuh pemprov, serta tingginya animo komunitas berkuda lokal diyakini menjadi modal utama Sulut dalam menatap Kejurnas pada Oktober mendatang.
Bagi Gubernur Yulius, pacuan kuda bukan sekadar perlombaan adu cepat di lintasan. Event ini adalah wadah sakral untuk pembinaan karakter, sportivitas, dan disiplin.
”Dari arena inilah diharapkan lahir atlet, joki, dan kuda-kuda terbaik yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Utara di tingkat nasional. Semangat kompetisi yang sehat harus terus dijaga agar daerah ini tetap dikenal memiliki tradisi kuat dalam dunia pacuan kuda Indonesia,” tegasnya.
Multiplier Effect: Olahraga sebagai Mesin Penggerak Ekonomi
Lebih jauh, jenderal purnawirawan bintang dua ini memaparkan bahwa setiap event olahraga berskala besar memiliki efek domino (multiplier effect) yang luar biasa bagi pembangunan daerah.
– Sektor UMKM & Perdagangan: Meningkatnya omset pedagang lokal di sekitar arena.
– Akomodasi dan Transportasi: Lonjakan keterisian hotel, penginapan, dan jasa transportasi akibat kedatangan tim ofisial serta penonton.
– Pariwisata: Menjadi magnet wisata olahraga (sports tourism) yang menjanjikan.
Gubernur Yulius optimistis, jika Sulut sukses menjadi tuan rumah Kejurnas dan berbagai event nasional ke depan, ribuan tamu akan datang dan memutar roda perekonomian masyarakat secara masif.
”Karena itu, olahraga harus dipandang sebagai investasi pembangunan yang mampu melahirkan prestasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya memotivasi.
