Berita Utama

Redam Konflik Sarkel-Empang, Walikota Bitung Kumpulkan Forkopimda: 6 Langkah Strategis Siap Diterapkan!

Walikota Bitung, Hengky Honandar SE bersama Forkopimda linta sektoral membahas langkah strategis untuk meredam konflik antar pemuda di Kota Bitung. (Foto: Ist)Walikota Bitung, Hengky Honandar SE bersama Forkopimda linta sektoral membahas langkah strategis untuk meredam konflik antar pemuda di Kota Bitung. (Foto: Ist)
Walikota Bitung, Hengky Honandar SE bersama Forkopimda linta sektoral membahas langkah strategis untuk meredam konflik antar pemuda di Kota Bitung. (Foto: Ist)

Bitung, SUDARA.ID – Pemerintah Kota Bitung bergerak cepat merespons bentrokan antar kelompok pemuda dari kompleks Sari Kelapa (Sarkel) dan Empang yang sempat viral di media sosial, Minggu (8/3/2026). Selain langkah hukum, pemerintah kini menyiapkan strategi lintas sektoral untuk memutus rantai konflik menahun tersebut.

​Walikota Bitung Hengky Honandar SE, didampingi Wakil Walikota Randito Maringka S.Sos, menggelar rapat bersama jajaran Forkopimda lintas sektoral untuk membahas langkah konkret terkait pemulihan stabilitas keamanan di wilayah terdampak, di Merdeka Lounge, Kantor Walikota, Senin (9/3/2026) pagi.

​Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai SIK MH, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah mengambil tindakan tegas di lokasi kejadian, tepatnya di pertigaan Sari Kelapa–Empang.

​”Hingga saat ini, setidaknya 17 orang telah diamankan di Polsek Maesa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tegas AKBP Albert Zai.

​Dalam aksi saling serang tersebut, para pelaku diketahui menggunakan batu hingga senjata tajam berbahaya seperti katapel dan panah wayer. Penggunaan panah wayer menjadi perhatian serius kepolisian karena sifatnya yang mematikan dan kerap memicu eskalasi konflik di Sulawesi Utara.

Sementara itu, ​Walikota Hengky Honandar menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi keonaran yang berlarut-larut. Berdasarkan hasil kesepakatan rapat, berikut adalah enam langkah strategis yang akan segera diimplementasikan:

1. ​Pembangunan Pos Pengamanan: Pendirian pos pantau permanen di perbatasan Sari Kelapa dan Empang untuk memonitor pergerakan pemuda selama 24 jam.

2. ​Memburu Aktor Intelektual: Kepolisian akan mendalami dugaan adanya provokator yang sengaja memelihara konflik di balik layar.

3. ​Patroli Skala Besar: Peningkatan frekuensi patroli oleh tim gabungan TNI, Polri, dan Pemerintah Kota di titik-titik rawan.

4. ​Pendekatan Tokoh Masyarakat: Melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk meredam tensi di tingkat akar rumput.

5. ​Intervensi Peran Orang Tua: Memberikan edukasi dan penekanan tanggung jawab kepada orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka.

6. ​Dialog Kesejahteraan: Pemkot akan memanggil para pemuda untuk berdialog mengenai kebutuhan mereka, mulai dari lapangan kerja, fasilitas olahraga, hingga wadah aktualisasi diri.

Melalui dialog tersebut, diharapkan pemerintah dapat mengetahui kebutuhan mereka sebagai anak muda, apakah terkait kesempatan kerja, pengakuan jati diri, atau fasilitas olahraga.

​Secara sosiologis, wilayah Sari Kelapa dan Empang merupakan kawasan padat penduduk dengan dinamika kepemudaan yang tinggi. Konflik di area ini sering kali dipicu oleh masalah sepele yang membesar akibat pengaruh minuman keras ataupun provokasi di media sosial.

​Walikota berharap melalui kombinasi pendekatan keamanan dan kesejahteraan ini, konflik horizontal tersebut dapat berakhir permanen.

“Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meredam konflik serta membangun pembinaan yang lebih positif bagi generasi muda di Kota Bitung,” pungkasnya.

Exit mobile version