Minahasa, SUDARA.ID – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Talikuran Tahun 2026 semakin hangat dengan tampilnya figur muda asli Desa Talikuran, Richard Karauwan, yang telah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Hukum Tua/Kepala Desa, yang siap melayani serta mengabdikan waktu, tenaga, ilmu, serta potensi dirinya untuk membangun kampung halaman tercinta, Desa Talikuran, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Tampilnya sosok Richard Karauwan dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa Talikuran ini merupakan representasi keterpanggilan generasi muda milenial, yang siap membawa semangat perubahan, bersama masyarakat, membangun Desa Talikuran yang maju, mandiri berdaya saing, dan bermartabat melalui teknologi tepat guna, sebagaimana visi besar yang diusungnya.
Pria lulusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu sosial dan ilmu Politik (Fisip) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ini telah menyusun misi pembangunan desa melalui berbagai rangkaian program strategis berkelanjutan yang berfokus pada kesejahteraan serta kemajuan Desa Talikuran melalui peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
Meningkatkan kualitas pelayanan publik, profesionalisme aparatur desa, transparansi, dan akuntabilitas berbasis teknologi guna mewujudkan pemerintahan yang bersih, berkeadilan (Good Governance).
Meningkatkan kesejahteraan dan partisipasi masyarakat melalui pembangunan yang merata, dan pengelolaan sumber daya potensi lokal desa yang efektif dan efisien.
Pelaksanaan Pembangunan Desa
Membangun dan mengembangkan infrastruktur, pendidikan, kesehatan.
Mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat Desa.
Menguatkan dan mengembangkan BUMDesa dan KDMP sehingga berdaya saing guna menghasilkan Pendapatan Asli Daerah/Desa (PAD).
Pembinaan Kemasyarakatan
Meningkatkan sistem keamanan, ketertiban berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG).
Pemberdayaan Masyarakat
Melestarikan nilai-nilai sosial budaya di masyarakat.
Meningkatkan kapasitas dan kemandirian warga desa, melalui program-program pelatihan, pengunaan TTG serta berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, universitas dan pihak lainnya di berbagai sektor yang ada di desa.
Meningkatkan efisiensi, produktivitas, kualitas hidup dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.
Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat, dan Mendesak
Menyiapkan dan Memberikan Bantuan Langsung Tunai dan Non Tunai Perorangan maupun Organisasi yang ada di desa.
Pengalamannya selama 12 tahun untuk ikut terlibat dalam program nasional, seperti pemberdayaan masyarakat desa mandiri Kementerian Dalam Negeri dan kegiatan memfasilitasi, mengedukasi, serta memediasi dan mengadvokasi perangkat pemerintahan dan masyarakat desa, yang merupakan program dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), telah membuka wawasannya sebagai generasi muda Desa Talikuran untuk membangun tanah kelahirannya dengan ide serta gagasan segar terupdate, yang mampu beradaptasi dengan kemajuan perkembangan zaman.
Menurutnya, bonus demografi dengan melibatkan pemuda usia produktif menuju masa Indonesia Emas 2045, merupakan peluang besar dalam mendorong percepatan pembangunan yang harus dimanfaatkan mulai dari tingkat desa.
“Generasi muda sekarang sudah semakin sadar akan pentingnya berkontribusi membangun desa. Pemuda harus diberi ruang dan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan,” ujar Richard, Minggu (25/01/26).
Tak hanya berbekal pendidikan, Pria kelahiran Kakas 1990 ini juga memiliki pengalaman dalam berorganisasi. Di kampus, dirinya menjadi bagian dari kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM Unsrat), dan Himpunan mahasiswa Jurusan (Himaju), serta aktif dalam berbagai kegiatan di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), baik di tingkat desa maupun kabupaten.
Sementara di desa sendiri, kiprahnya dalam merajut berbagai pengalaman berbirokrasi diasah saat menjadi Fasilitator, pendamping Desa. Begitu pula dari sisi kerohanian, Richard pernah melayani sebagai Ketua Komisi Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Jemaat Eden Talikuran Kakas selama dua periode, 2014–2018 dan 2018–2022, dan juga pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda GMIM Wilayah Kakas 1.
Visi dan Misi yang diusung melalui pencalonannya kali ini akan menyentuh berbagai sektor krusial dalam tatanan kehidupan masyarakat Desa Talikuran, diantaranya kesehatan, pendidikan, ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan sumber daya manusia.
“Dengan semangat dan energi muda, saya optimistis Desa Talikuran bisa berkembang lebih baik. Mari kita bersatu membangun desa agar semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.
















