KUMELEMBUAI, SUDARA.ID – Perayaan HUT ke-29, Desa Malola Satu Kecamatan Kumelembuai, berlangsung semarak, Senin (12/10/ 2029).
Acara yang diawali dengan Ibadah Syukur dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMI) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Yudea Malola Satu Pendeta Sterly Karinda MTh, dihadiri langsung Bupati Franky Donni Wongkar SH, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Utara serta undangan lainnya.
Hukum Tua Desa Malola Satu Reiders Pinatik menyampaikan bahwa perayaan HUT ke-29 bukan sekedar dirayakan tapi momentum untuk terus mempererat semangat kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong.
” Terimakasih kepada TUHAN YESUS KRISTUS yang terus memberkati Desa Malola Satu. Terimkasih kepada seluruh tokoh masyarakat dan elemen masyarakat yang terus berkontribusi menopang pembangunan . Mari jaga kebersamaan dan semangat gotong royong untuk Desa Malola Satu yang Maju dan Sejahtera, ” ujar Pinatik sembari menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Bupati Franky Donni Wongkar dan Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu yang terus memberikan perhatian bagi Desa Malola Satu.
Sementara itu Bupati Kabupaten Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar SH, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pemerintah desa Malola Satu yang terus berkontribusi menunjang program pembangunan, sosial dan kemasyarakatan Pemkab Minsel serta terus mengangkat kembali budaya Minahasa sebagai salah satu kearifan lokal masyarakat yang patut dijaga dan dilestarikan.
“Desa ini adalah desa yang sarat prestasi, karena berbagai penghargaan telah diraih, baik penghargaan sebagai desa lunas pajak, sampai juara lomba desa tingkat provinsi. Mari bersama seluruh elemen masyarakat kita bergandengan tangan untuk Kabupaten Minsel Yang Maju, Sejahtera, Bermartabat dan berkelanjutan ,” ajak Bupati yang akrab dengan sebutan FDW.
Dikesempatan tersebut Ketua Tim Kerja HUT ke 29 Malola Satu Arjen Wowor SH, menyampaikan bahwa tema perayaan HUT ke-29 di Tahun 2026 adalah budaya sebagai kearifan lokal masyarakat. Sehingga berbagai kegiatan yang dilaksanakan seperti Tarian Maengket dan Kuliner Makanan dan Minuman yang merupakan khas Budaya masyarakat Minahasa.
“Tujuannya agar Budaya tetap lestari dan dikenal masyarakat apalagi generasi muda. Kami juga memberikan aoresiasi etinggi-tingginya kepada hukum tua Reiders Pinatik yang telah mempercayakan kami sebagai anak muda untuk menjadi motor dalam kegiatan ini, ” tukas Wowor.
Acara kemudian ditutup dengan ibadah dan penyerahan hadiah.
Hadir dalam kegiatan itu, Camat Kumelembuai Aldy Tumanduk S.Sos, perwakilan BKKB Provinsi Sulut, Kapolsek Motoling AKP Betsy Lumi, para hukum tua dan perangkat desa se Kecamatan Kumelembuai dan masyarakat Malola Raya.(lou)
















