Bitung, SUDARA.ID – Surprise! Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai SIK MH, secara mengejutkan dianugerahi gelar “Bapak Perdamaian” di tengah kemeriahan seremonial penutupan Kapolres Cup Sprint Race 100 Meter di depan Kantor Walikota Bitung, Sabtu (25/4/2026).
Gelar prestisius ini disematkan langsung oleh Walikota Bitung, Hengky Honandar SE, sebagai legitimasi atas keberhasilan AKBP Albert Zai dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Kota Bitung.
Penganugerahan ini lahir dari konsensus bersama antara Pemerintah Kota, perwakilan ormas adat, hingga tokoh lintas agama sebagai representasi murni suara masyarakat dan pemerintah.
Penghargaan tersebut bukan sekadar atribut seremonial, melainkan kristalisasi pengakuan kolektif atas “tangan dingin” AKBP Albert Zai dalam merawat tenun kebinekaan serta menjaga harmoni di tengah dinamika sosial Kota Bitung.
Di bawah kepemimpinan AKBP Albert Zai, Polres Bitung dinilai berhasil mentransformasi wajah kepolisian menjadi institusi yang lebih humanis, melalui gaya diplomasi yang mengutamakan dialog lintas elemen daripada tindakan represif.
Dalam sambutannya, Walikota Hengky Honandar memberikan apresiasi mendalam terhadap kinerja kepolisian di bawah komando AKBP Albert Zai.
“Pemerintah Kota Bitung memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolres Bitung atas dedikasi, ketulusan, dan kerja kerasnya dalam menjaga stabilitas dan kedamaian di tengah masyarakat. Ini bukan hanya tentang keamanan, tetapi tentang menghadirkan rasa nyaman dan kepercayaan publik,” ujar Walikota.
Merespons gelar kehormatan tersebut dengan penuh kerendahan hati, AKBP Albert Zai menegaskan bahwa stabilitas kota merupakan buah dari sinergi kolektif seluruh elemen warga.
“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Bitung, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat. Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk kita semua yang terus menjaga persatuan, saling menghargai, dan membangun Bitung sebagai kota yang damai,” haturnya.
Senada dengan itu, Ketua Panitia Kapolres Cup Sprint Race 100 Meter 2026, Mario Mamuntu, menyebut AKBP Albert Zai sebagai sosok pengayom yang jarang ditemukan.
Baginya, Kapolres bukan sekadar pejabat struktural, melainkan figur yang mampu “membumi” dan merangkul seluruh strata sosial yang ada di Kota Bitung.
“Kami sebagai panitia dan masyarakat merasa bangga. Kapolres Bitung bukan hanya pemimpin institusi, tetapi juga figur yang merangkul semua kalangan. Beliau mampu menghadirkan rasa aman sekaligus menjadi pengayom yang dekat dengan masyarakat,” kata Mario mengapresiasi kedekatan Kapolres dengan warga.
Momen ini menjadi simbol nyata bahwa sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat adalah fondasi utama terciptanya lingkungan yang aman dan damai.
Gelar “Bapak Perdamaian Kota Bitung” yang kini disandang AKBP Albert Zai diharapkan menjadi pemantik inspirasi bagi seluruh elemen untuk memperkokoh harmonisasi sosial serta terus menjaga denyut harmoni di tengah keberagaman Kota Bitung.
