Manado, SUDARA.ID – Sehari setelah pengiriman bantuan darurat bencana banjir bandang di Siau, Kabupaten Sitaro, (5/1), Gubernur Sulut, Yulius Selvanus yang masih dalam pemulihan kesehatan pasca operasi dan ditengah ancaman kondisi cuaca ekstrem, tanpa diduga memutuskan untuk berangkat langsung menerobos zona aman dirinya dan kondisi cuaca, untuk melihat secara langsung lokasi dan warga terdampak bencana, usai memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda Sulut di Wisma Negara, Bumi Beringin, Manado, Selasa (6/1/2026).
“Rakyat Sulawesi Utara tidak boleh merasa sendiri saat menghadapi bencana,” ujar Gubernur.
Menembus pekatnya langit Sulawesi yang dalam kondisi cuaca ekstrem, Gubernur Yulius Selvanus bersama Forkopimda Sulut menempuh perjalanan udara selama 45 menit menggunakan pesawat kecil berkapasitas 12 penumpang dari Bandara Sam Ratulangi Manado menuju Pulau Siau untuk meninjau langsung kondisi lokasi terdampak banjir bandang di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur.
Tekad Sang Gubernur untuk menjangkau masyarakat Siau tampaknya tidak surut. Begitu mendarat, Gubernur langsung menuju kawasan terdampak banjir, menyusuri permukiman warga, serta berdialog dengan para korban.
“Dalam kunjungan ini, saya memantau secara langsung situasi pasca bencana, mengecek kondisi infrastruktur yang rusak, serta mendengar langsung keluhan dan kebutuhan mendesak dari masyarakat terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan tanggap darurat berjalan secara optimal dan langkah-langkah pemulihan dapat direncanakan dengan tepat sesuai kondisi lapangan,” ucap Gubernur Yulius.
Kehadiran Gubernur yang menempatkan kepentingan rakyat di atas kenyamanan kesehatan pribadinya dalam menghadapi situasi darurat bencana, tentunya menjadi penguat moral bagi masyarakat yang tengah menghadapi duka dan kehilangan.
Karakter kepemimpinan Sang Gubernur ini juga tentunya memotivasi para aparat pemerintah daerah, tenaga medis, dan relawan untuk lebih semangat dalam melaksanakan tugas penanganan serta pemulihan pasca bencana.
Banjir bandang yang menerjang Pulau Siau dipicu hujan deras dan cuaca ekstrem, menyebabkan kerusakan infrastruktur, rumah warga, serta memaksa sejumlah keluarga mengungsi. Di lokasi bencana, Gubernur YSK memastikan distribusi bantuan logistik, pelayanan kesehatan, dan langkah tanggap darurat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Bagi masyarakat Siau, kehadiran Yulius Selvanus bukan sekadar kunjungan kepala daerah, melainkan simbol empati dan keberpihakan. Seorang pemimpin yang hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan dan keteladanan.
Gubernur Yulius kembali menegaskan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keberanian untuk hadir di saat rakyat menghadapi masa paling sulit, berdiri bersama dan berjuang bersama rakyat Sulawesi Utara.
















