Minahasa, sudara.id – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelam di kawasan Pemandian Air Panas Ranolewo resmi dihentikan setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (19/3).
Korban diketahui bernama Faith Kapugu (18), warga Desa Tumaratas, Kecamatan Langowan Barat. Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam di lokasi pemandian yang berada di Desa Toraget, Kecamatan Langowan Utara, Kabupaten Minahasa.
Komandan Tim Basarnas Sulawesi Utara, Andre Kembi, menjelaskan bahwa pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan memulai pencarian dengan briefing pada pukul 07.00 Wita. Sekitar pukul 07.30 Wita, tim melakukan penyisiran menggunakan jaring.
Metode tersebut dipilih mengingat kondisi suhu air di lokasi berkisar antara 38°C hingga 45°C, bahkan dapat lebih tinggi di sekitar sumber air panas, sehingga tidak memungkinkan dilakukan penyelaman oleh tim.
Dua Pendaki Gunung Soputan Ditemukan Selamat, Operasi SAR Resmi Ditutup
“Pada pukul 14.30 Wita, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, kemudian langsung dievakuasi ke RS Budi Mulia Langowan untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Andre.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dengan hasil akhir satu orang meninggal dunia (MD). Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas sinergi dan kerja sama selama proses pencarian.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, Polres Minahasa, Polsek Langowan Barat, Koramil Langowan, BPBD Minahasa, RAPI Minahasa, Inavis, pemerintah setempat, serta masyarakat.
Berbagai peralatan dikerahkan dalam operasi tersebut, di antaranya rescue car, truk personel, perahu karet (rubber boat), peralatan medis, Aqua Eye, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Tim SAR Gabungan Temukan Warga Hilang di Hutan Kayawu Meninggal Dunia pada Hari Keempat Pencarian
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, George L.M Randang, mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di lokasi wisata alam, terutama yang memiliki potensi bahaya seperti sumber air panas.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan saat berwisata,” ujarnya. Mz
















