Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaManadoPeristiwa

Upaya Maksimal Sekwan Niklas Silangen Redam Tensi dan Fasilitasi Dialog Mahasiswa Sebelum Demo Berakhir Ricuh

×

Upaya Maksimal Sekwan Niklas Silangen Redam Tensi dan Fasilitasi Dialog Mahasiswa Sebelum Demo Berakhir Ricuh

Sebarkan artikel ini
Berdiri di bagian garis terdepan, Plt Sekwan DPRD Sulut Niklas Silangen melakukan upaya maksimal untuk meredam tensi dan memfasilitasi ruang dialog bersama massa aksi mahasiswa sebelum situasi berakhir ricuh. Profesionalitas di tengah situasi kritis. (Foto: Ridho L Tobing)
Berdiri di bagian garis terdepan, Plt Sekwan DPRD Sulut Niklas Silangen melakukan upaya maksimal untuk meredam tensi dan memfasilitasi ruang dialog bersama massa aksi mahasiswa sebelum situasi berakhir ricuh. Profesionalitas di tengah situasi kritis. (Foto: Ridho L Tobing)
Example 468x60

Manado, SUDARA.ID – Di balik ketegangan unjuk rasa berbagai organisasi mahasiswa yang berakhir ricuh di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (17/6/2026) sore, terselip cerita tentang upaya total mediasi yang dilakukan oleh pihak Sekretariat Dewan.

​Plt. Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen, diketahui menjadi sosok yang berada di garda terdepan sejak awal massa aksi memadati Jalan Raya Manado-Bitung, Kairagi Satu. Demi memastikan hak menyuarakan aspirasi para mahasiswa berjalan mulus, Silangen tidak mundur sejengkal pun dari posisinya di halaman gedung rakyat tersebut.

Example 300x600

​Sejak massa mulai berkumpul sekitar pukul 16.00 WITA, birokrat yang akrab disapa Sekwan ini langsung bergerak cepat. Ia tidak sekadar memantau dari dalam gedung, melainkan langsung turun tangan memfasilitasi komunikasi antara demonstran dan jajaran legislatif. Upaya nyata tersebut dibuktikannya dengan menghadirkan langsung para pimpinan dan anggota dewan ke hadapan massa.

Baca juga:   BPJN Sulut Siap Asistensi Teknis Jalur Eksisting Jalan Lingkar Tambang MSM Girian-Likupang

​Atas inisiasi dan fasilitasi dari Silangen, Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter, bersama dua anggota dewan lainnya, Hillary Julia Tuwo dan Jeane Laluyan, keluar menemui massa. Kehadiran para wakil rakyat ini tepat berada di hadapan para peserta aksi yang sedang menyuarakan sikap mereka atas kebijakan pemerintah pusat dan rentetan isu lokal Sulut.

​Tak hanya menghadirkan para legislator, Silangen juga berulang kali mencoba meredam tensi tinggi di lapangan. Melalui pengeras suara, ia berusaha menenangkan para mahasiswa agar bersedia membuka ruang dialog yang sehat dan tertib bersama anggota dewan yang sudah berdiri menyambut mereka.

Baca juga:   Cindy Wurangian Apresiasi Keterbukaan Data Spasial di Ranperda RTRW Sulut 2025–2045

​Namun sangat disayangkan, niat baik dan upaya mediasi yang dibangun sejak awal oleh Sekwan Silangen membentur jalan buntu. Situasi di lapangan perlahan mulai tidak terkendali. Tensi massa yang mulanya tertib berubah menjadi anarkis ketika desakan untuk menerobos masuk ke dalam kantor berujung pada pengrusakan fasilitas publik, mulai dari pembakaran ban bekas hingga perobohan pagar utama Gedung DPRD.

​Melihat eskalasi massa yang tidak lagi kondusif dan mengancam keselamatan, pihak kepolisian akhirnya mengambil alih situasi secara tegas dan terukur demi mengamankan area ring satu gedung legislatif tersebut.

​”Sebenarnya Pimpinan dan Anggota DPRD bersedia menemui mereka, dan karena melihat situasi memang tidak memungkinkan di dalam, anggota DPRD bersedia menemui di depan sini,” ujar Niklas Silangen saat memberikan keterangan usai pembubaran massa.

Baca juga:   Terulang Pendaki Gunung Klabat Alami Hipotermia Kembali Diselamatkan Tim SAR

​Silangen sangat menyayangkan tindakan agresif oknum mahasiswa yang akhirnya memicu bentrokan dengan aparat keamanan. “Tapi adek mahasiswa ini sudah bertindak anarkis, sehingga aparat kepolisian mengambil tindakan tegas untuk membubarkan aksi demonstrasi tersebut. Kita lihat bersama di kantor ini mengalami kerusakan, dalam hal ini pagar yang ada, efek dari tindakan di luar kontrol,” pungkasnya.

​Meski unjuk rasa berakhir dengan tindakan tegas dan terukur aparat kepolisian akibat situasi yang kacau, langkah sigap Sekwan Niklas Silangen yang berdiri di garis depan sejak awal menjadi bukti bahwa DPRD Sulut pada dasarnya siap memasang badan untuk mendengarkan langsung jeritan aspirasi masyarakat.

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *