Manado, SUDARA.ID – Momentum baru sedang menyelimuti Sulawesi Utara (Sulut). Di bawah komando Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH., MH, wajah perekonomian Bumi Nyiur Melambai menunjukkan tren positif yang signifikan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, AP., M.Si, mengungkapkan bahwa indikator ekonomi makro saat ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan manifestasi nyata dari kebijakan yang berpihak pada rakyat.
1. Stabilitas Harga: Nafas Lega di Pasar Rakyat
Salah satu indikator keberhasilan kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus adalah terjaganya daya beli masyarakat. Berdasarkan data terbaru BPS per 4 Mei 2026, inflasi Sulut terkendali di angka 2,14%.
”Harga stabil membuat masyarakat lebih tenang. Di pasar-pasar tradisional, aktivitas jual beli berjalan lancar karena harga kebutuhan pokok yang terjangkau. Ini adalah prioritas utama Bapak Gubernur agar perut rakyat tetap terjamin,” ujar Jemmy Ringkuangan.
2. Kesejahteraan Petani: Rekor Nilai Tukar Petani (NTP)
Kehadiran Gubernur Yulius Selvanus di tengah peringatan May Day di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado menjadi simbol keberpihakan pemerintah terhadap kaum pekerja dan petani. Kabar paling menggembirakan datang dari sektor pertanian, di mana Nilai Tukar Petani (NTP) melonjak tajam ke angka 127,54.
Angka ini menjadi bukti bahwa penghasilan petani saat ini jauh melampaui biaya produksi. Sektor hortikultura (sayur dan buah) menjadi primadona yang mendongkrak kesejahteraan di pedesaan.
3. Kebangkitan Pariwisata dan Konektivitas Dunia
Pintu gerbang Pasifik kini benar-benar terbuka. Bunaken dan Likupang kembali menjadi magnet dunia. Hanya dalam satu bulan, tercatat lebih dari 11.000 wisatawan mancanegara mendarat di Manado.
Peningkatan ini berbanding lurus dengan lonjakan mobilitas penumpang di bandara dan pelabuhan. “Ekonomi bergerak karena adanya mobilitas. Hotel mulai terisi, UMKM kembali bergairah, dan lapangan kerja baru mulai terbuka bagi anak muda kita,” tambah Ringkuangan.
4. Ekspor Tangguh: Produk Lokal Kuasai Pasar Global
Sulawesi Utara tidak hanya jago kandang. Di bawah kepemimpinan yang disiplin dan visioner, produk olahan kelapa dan minyak nabati Sulut terus mendominasi pasar internasional. Neraca perdagangan yang surplus membuktikan bahwa daya saing produk lokal semakin menguat di level global.
Di hari yang bersejarah ini, seiring dengan pelantikan Tahlis Gallang sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, arah pembangunan semakin jelas. Fokus Pemerintah Provinsi ke depan meliputi:
– Menjaga stabilitas harga pangan secara konsisten.
– Hilirisasi produk lokal agar memiliki nilai tambah tinggi.
– Penguatan sektor pariwisata berbasis komunitas.
Sinergi lintas sektor antara pemerintah, pengusaha, dan rakyat.
Jemmy Ringkuangan menekankan bahwa capaian ini adalah hasil dari gaya kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus yang menekankan pada aksi nyata dan sinergi.
”Sulawesi Utara tidak hanya bergerak, tapi sedang membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat. Dari pasar rakyat hingga panggung dunia, kita siap melangkah lebih jauh. Kuncinya satu: Bekerja bersama dan bersama bekerja,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan yang kokoh dan dukungan birokrasi yang solid, Sulawesi Utara kini menatap masa depan sebagai lokomotif ekonomi di Indonesia Timur.
















