Manado, SUDARA.ID – Walikota Bitung, Hengky Honandar SE, resmi menyandang gelar adat Nusa Utara, “Bataha Ikamanggi Torehe Tulung Banua”, yang dianugerahkan oleh Majelis Adat Dewan Pakar dan Dewan Pengurus Ikatan Keluarga Sangihe, Sitaro dan Talaud (IKSAT) Kota Bitung, saat gelar upacara adat Tulude Kota Bitung 2026, yang berlangsung di Lapangan Kantor Walikota Bitung, Jumat (30/1/2026).
Gelar adat yang berarti, “Pemimpin Arif dan Bijaksana, Menjaga dan Memelihara Negeri tersebut disematkan kepada Hengky Honandar, atas perannya terhadap etnis Nusa Utara dalam kapasitasnya sebagai Walikota Bitung, yang dinilai memiliki karakter dasar sebagai figur yang mempersatukan anak bangsa, melalui tali persaudaraan dan kerukunan kekeluargaan.
Penganugerahan gelar adat ini juga mengandung doa, agar Sang Pemimpin senantiasa diberi kekuatan, berintegritas, mengayomi dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan adat istiadat Nusa Utara.
Walikota Bitung, Hengky Honandar SE dalam bagian dari sambutannya menghaturkan terima kasih dan rasa syukurnya atas penganugerahan gelar adat dari komunitas etnis Nusa Utara (Sangihe, Sitaro dan Talaud) yang ada di Kota Bitung.
“Saya secara pribadi dan atas nama keluarga, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas penganugerahan gelar adat “Bataha Ikamanggi Torehe Tulung Banua”, yang bermakna pemimpin yang arif dan bijaksana, yang menjaga serta memelihara negeri,” hatur Hengky Honandar.
Bagi Hengky Honandar menyandang gelar adat ini merupakan suatu kehormatan yang harus diemban dengan penuh rasa tanggung jawab secara moral sebagai seorang pemimpin.
“Gelar adat ini bukan sekadar sebuah kehormatan, tetapi merupakan amanah besar, pengingat, dan tanggung jawab moral bagi saya sebagai wali kota bitung untuk terus memimpin dengan kebijaksanaan, keadilan, ketulusan, serta keberpihakan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang apa pun,” ujarnya.
Walikota mengungkapkan, bahwa dengan memahami makna mendalam dari gelar adat yang diterimanya, dirinya bisa semakin dikuatkan dalam melaksanakan amanah sebagai seorang pemimpin, yang dalam menjalankan roda pemerintahan sering menghadapi berbagai tantangan dalam melayani masyarakat.
“Sebagai pemerintah yang dipilih dan dipercaya oleh masyarakat, saya bersama Bapak Wakil Walikota, berkomitmen untuk memegang teguh amanah tersebut. dalam satu tahun masa pemerintahan ini, kami bersyukur dapat bersama-sama mengatasi berbagai tantangan pemerintahan dan keuangan, serta menata kembali roda pemerintahan agar berjalan lebih tertib, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ucapnya.
Untuk itu Walikota bersyukur karena di satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya, terdapat putra-putri Nusa Utara yang secara konsisten mendukung berjalannya roda pemerintahan Pemkot Bitung yang dipimpinnya, dalam menjawab berbagai tantangan birokrasi dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami juga secara sadar dan konsisten memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada banyak putra-putri keturunan nusa utara untuk terlibat aktif dalam pemerintahan dan pembangunan Kota Bitung,” ujar Honandar.
“Hal ini adalah wujud nyata dari semangat Harmony in Diversity, bahwa semua anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan mengabdi bagi daerah yang kita cintai bersama,” imbuhnya.
“Pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang pembangunan manusia, nilai, budaya, dan peradaban. oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk masyarakat nusa utara di Kota Bitung, untuk terus mengambil bagian secara aktif dalam proses pembangunan kota tercinta,” kunci Honandar.
Gelar adat yang diberikan kepada Walikota Bitung, Hengky Honandar SE, secara resmi berlaku sejak tanggal 30 Januari 2026, berdasarkan Surat Keputusan (SK) IKSAT Kota Bitung Nomor: 02/2026, tentang pemberian gelar adat kepada Bapak Hengky Honandar, yang diberikan berdasarkan keputusan rapat Dewan Pengurus IKSAT Kota Bitung, tertanggal 4 Oktober 2025 dan Keputusan rapat Majelis Adat Dewan Pakar Dewan Pengurus IKSAT Kota Bitung, tertanggal 16 Januari 2026.
















