Bahu (Manado), SUDARA.ID – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) kembali meluluskan sumber daya manusia unggul dalam Upacara Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung khidmat di Auditorium Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, Manado, Kamis (20/8/2026).
Pada periode kali ini, kampus berlogo Kampus Biru tersebut melantik sebanyak 1.017 wisudawan dan wisudawati dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program Sarjana (S1), Profesi, Magister (S2), hingga Doktor (S3).
Berdasarkan data rekapitulasi peserta wisuda, Fakultas Hukum mencatatkan jumlah lulusan terbanyak yakni 194 orang, disusul Fakultas Kedokteran sebanyak 171 orang (terdiri dari PPDS-1 37 orang, Program Profesi 109 orang, dan S1 25 orang), serta Fakultas MIPA sebanyak 136 orang. Sementara itu, Pascasarjana meluluskan 126 peserta (Doktor 11, Magister 94, dan Profesi Insinyur 21).
Prosesi wisuda dihadiri jajaran Forkopimda dan pemangku kepentingan daerah, antara lain Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Kapolda Sulut, Pendeta Perguruan Tinggi, Ketua Dewan Penyantun, Anggota Dewan Pengawas Mursyid Hensides, M.S.E., serta Ketua, Sekretaris, dan Anggota Senat Unsrat. Turut hadir para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Lembaga, serta ribuan orang tua dan keluarga pendamping wisudawan.
Inklusivitas Pendidikan dan Pesan Humanisme
Dalam pidato sambutannya, Plt Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyampaikan apresiasi tinggi atas kegigihan para lulusan hingga berhasil menyelesaikan studinya. Secara khusus, beliau memberikan penghargaan terhadap iklim pendidikan inklusif yang terus dibangun di Unsrat.
”Pada kesempatan ini, kami dengan bangga menyampaikan bahwa di antara para wisudawan terdapat seorang wisudawan Program Magister penyandang disabilitas netra yang berhasil menyelesaikan studinya dengan dukungan Beasiswa Universitas Sam Ratulangi. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi, selama ada tekad, kesempatan, dan dukungan yang inklusif,” tegas Prof. Jamaluddin Jompa di hadapan majelis senat dan undangan.
Seraya mengaitkan dengan momentum Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang baru dirayakan tiga hari lalu, Rektor menegaskan bahwa gelar akademik yang diraih merupakan wujud dari kemerdekaan berpikir—kemerdekaan dari ketidaktahuan dan rasa takut untuk mencoba.
















