Manado, SUDARA.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Juru Sembelih Halal Sulawesi Utara (JULEHA Sulut) resmi memulai masa bakti baru, melalui prosesi pengukuhan pengurus yang dilaksanakan dengan khidmat di Aula Asrama Haji, Tuminting, Kota Manado, pada Jumat (13/2/2026).
Pengukuhan yang dirangkai dengan pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Juru Sembelih Halal ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Utara melalui Kepala Dinas Perkebunan, Darwin Muksin, S.Sos., M.M., yang hadir dengan membacakan sambutan resmi Gubernur Yulius Selvanus dihadapan Forum resmi JULEHA Sulut.
Gubernur Yulius Selvanus mengucapkan selamat atas terbentuknya kepengurusan DPW JULEHA Sulut yang baru, “Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus DPW JULEHA Sulawesi Utara yang baru saja dilantik. Momentum pelantikan ini merupakan tonggak awal pengabdian saudara-saudara dalam memperkuat sistem halal di daerah ini,” kutip Darwin Muksin.
“Saya berharap pengurus yang baru dapat mengemban amanah ni dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme yang tinggi,” haturnya.
Selanjutnya, Gubernur juga menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakannya pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi para juru sembeli halal.
“Pelatihan dan sertifikasi ini memegang peranan vital sebagai instrumen untuk menjamin kompetensi dan profesionalisme para juru sembelih kita. Melalui sertifikasi ini, kita memberikan jaminan nyata bahwa proses produksi pangan dari hulu ke hilir telah memenuhi standar syariat sekaligus standar kesehatan ASUH: Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” sadur Darwin Muksin.
Sebagaimana tema yang dipilih untuk acara ini, penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi JULEHA ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi Juru Sembelih Halal dalam menjamin kehalalan dan keamanan produk pangan di Sulawesi Utara.
Mengingat hal tersebut, Gubernur berharap agar seluruh peserta pelatihan dapat dengan serius menyerap setiap ilmu dari para instruktur terkait standar penyembelihan yang benar dan halal.
Menurut Gubernur, sertifikasi kompetensi tersebut merupakan simbol tanggung jawab moral atas amanah kepercayaan umat dan negara, dalam memastikan kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.
“Jaga integritas saudara, karena di tangan saudaralah kualitas pangan masyarakat ditentukan,” lugas Gubernur.
Sementara itu, Ketua Umum DPP JULEHA, Ali Subarkah mengungkapkan apresiasinya atas dedikasi JULEHA Sulut dalam melaksanakan program kerja Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi ini.
“Alhamdulilah, target program kerja daripada DPW Sulut saat ini melalui pengukuhan DPW dan DPD, dan sertifikasi kompetensi (Serkom) ini, mudah-mudahan bisa berjalan sesuai dengan harapan,” ucap Ali.
“Mudah-mudahan kepengurusan saat ini bisa bekerja sesuai dengan tupoksi (tugas, pokok dan fungsi) Anggaran Rumah Tangga (ART) JULEHA,” kuncinya.
Terkait dengan teknis pelaksanaan kegiatan ini, Ketua DPW JULEHA Sulut, Dr. Kallo Tahirun menginformasikan bahwa pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini akan diikuti oleh sekitar 20 orang peserta yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
“Target kita ini 20 orang. Tadi dari Bolsel ada 6 orang, kemudian dari Boltim, dari Bolmut, Minahasa, dan kalau dari Manado ini so kelebihan Juru Sembelih Halal, objeknya (pekerjaan) yang kurang,” ujar Kallo.
Kallo juga menyampaikan, bahwa sertifikasi JULEHA ini nantinya akan secara resmi dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI.
“Jadi yang keluarkan sertifikasi ini nantinya adalah BNSP, dan JULEHA Sulut adalah sebagai penyelenggaranya selama itu memenuhi target,” jelas Kallo.
Forum strategis ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Sulut Dr.Drs H. Ulyas Taha, M.Pd, Sekjen DPP Juleha Tosi, BPJH Pusat, Badan Nasional Sertifikat Profesi, Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Sulut yang diwakili oleh I Made Renold Asri, Perwakilan Kapolresta Kota Manado, Ketua ICMI Sulut Sangkertadi, BAZNAS Sulut.l, Ketua IPHI Sulut Ir. H. Djafar Alkatiri, MM, M.Pdi, Ketua PWM Sulut Masrur Mustamat.
















