Minahasa, SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dalam rangkaian kunjungan kerja untuk meninjau langsung dampak gempa bumi Magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulut pada Kamis (2/4/2026) lalu.
Kunjungan yang berlangsung sejak Senin (6/4/2026) malam hingga Selasa (7/4/2026) ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto guna memastikan negara hadir tepat sasaran di tengah situasi darurat.
Rangkaian peninjauan dimulai pada Senin malam, saat rombongan menyambangi rumah duka almarhumah Deitje Lahia di Desa Tateli. Korban diketahui meninggal dunia akibat runtuhnya bangunan di kawasan Gedung KONI Manado saat gempa terjadi.
Wapres Gibran didampingi Gubernur Yulius memberikan dukungan moril serta menyerahkan santunan belasungkawa untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
“Kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah pusat agar negara hadir di tengah situasi sulit yang mengguncang daerah kami,” ujar Gubernur Yulius.
Keesokan harinya, Selasa (7/4/2026) pagi, rombongan bertolak ke Desa Rumengkor untuk melihat langsung kondisi Gereja Katolik yang mengalami kerusakan infrastruktur signifikan. Di lokasi tersebut, Gubernur Yulius melaporkan kondisi riil lapangan serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan tim pemprov kepada Wapres.
Gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas respons cepat pemerintah pusat. “Kehadiran Bapak Wakil Presiden membawa kekuatan semangat dan dukungan yang sangat berarti bagi keluarga korban maupun seluruh warga Sulawesi Utara yang sedang berduka maupun terdampak,” ungkapnya.
Dalam koordinasi tersebut, Gubernur Yulius menegaskan komitmen jajaran pemerintah provinsi dan daerah untuk bekerja secara terpadu, mulai dari tahap penanganan darurat hingga pemulihan total.
Beberapa poin prioritas yang ditekankan dalam kunjungan ini meliputi:
– Pemulihan Terintegrasi: Memastikan kolaborasi lintas sektoral antara BPBD hingga Dinas Sosial berjalan dalam satu komando.
– Prioritas Fasilitas Publik: Percepatan perbaikan sarana ibadah dan fasilitas umum lainnya agar aktivitas sosial-ekonomi warga segera pulih.
– Evaluasi Infrastruktur: Pendataan mendalam untuk memastikan rehabilitasi bangunan tepat sasaran dan lebih tangguh bencana.
Gubernur Yulius Selvanus memastikan bahwa keselamatan warga menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan mitigasi. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bahu-membahu dalam masa pemulihan ini.
”Mari kita terus bergerak dan bergotong royong membangun kembali Sulawesi Utara yang lebih tangguh. Kami pastikan proses pemulihan ini berjalan cepat dan transparan agar kehidupan masyarakat kembali normal,” pungkas Gubernur.
















