Bitung, SUDARA.ID – Pemerintah Kota Bitung menggelar upacara gabungan guna memperingati dua momentum besar nasional, yakni Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei dan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX yang jatuh pada 25 April. Upacara yang berlangsung khusyuk tersebut dilaksanakan di Lapangan Kantor Walikota Bitung pada Senin (04/05/2026).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Walikota Bitung Hengky Honandar SE memimpin langsung jalannya prosesi yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pejabat teras, hingga ratusan ASN dan tenaga pendidik. Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan tahun ini menjadi titik balik krusial bagi penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Cakalang.
Dalam amanatnya, Walikota Hengky membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti. Ia menekankan bahwa esensi pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan, melainkan sebuah proses tulus untuk memanusiakan manusia.
”Inti proses pendidikan adalah memuliakan. Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, telah meletakkan dasar dengan sistem among; asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan),” ujar Walikota mengutip pidato Mendikdasmen.
Pesan ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai pilar utama membangun SDM unggul menuju Indonesia Maju. Pemerintah kini menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui lima kebijakan strategis, di antaranya revitalisasi belasan ribu satuan pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru melalui beasiswa dan tunjangan yang ditransfer rutin, hingga penguatan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Walikota juga mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan ini bergantung pada prinsip “3M”: Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. “Tanpa itu, pendidikan hanya akan menjadi angka-angka kuantitatif tanpa makna,” tegas purnawirawan jenderal bintang dua tersebut.
Berlanjut pada peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX, Walikota membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang bertema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.
Terdapat enam langkah strategis yang ditekankan untuk pembangunan daerah ke depan:
1. Integrasi Perencanaan: Menghilangkan tumpang tindih program dan anggaran antara pusat dan daerah.
2. Reformasi Birokrasi: Mewujudkan tata kelola modern, lincah, dan responsif melalui digitalisasi terintegrasi.
3. Kemandirian Fiskal: Mendorong inovasi pendapatan asli daerah agar tidak terus bergantung pada dana transfer pusat.
4. Kolaborasi Antar Daerah: Sinergi penyelesaian masalah lintas wilayah seperti transportasi dan banjir.
5. Fokus Layanan Dasar: Memprioritaskan akses kesehatan, air bersih, dan pendidikan untuk menekan ketimpangan.
6. Ketahanan Daerah: Memperkuat stabilitas dalam menghadapi krisis ekonomi maupun bencana alam.
Menutup rangkaian upacara, Walikota Hengky menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Kota Bitung untuk menjalankan prinsip efisiensi sesuai arahan Presiden RI. Ia meminta agar setiap penggunaan anggaran benar-benar memberikan nilai tambah nyata bagi rakyat dan menghindari kegiatan yang bersifat seremonial berlebihan.
”Capaian tiga dekade otonomi daerah ini harus menjadi pijakan kita untuk terus meningkatkan pelayanan publik. Mari kita hadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, mulai dari swasembada pangan, pengentasan stunting, hingga pengembangan UMKM,” tutupnya.
Turut hadir dalam upacara tersebut Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka S.Sos, Ketua TP PKK Ellen Honandar Sondakh SE, Sekretaris Jacinta Marrybell, Sekda Ir Ignatius Rudy Theno ST MT MAP, Ketua Dharma Wanita Nurjaya Theno Munarwin SE, serta jajaran Forkopimda dan pejabat Pemkot Bitung lainnya.
















