Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaBisnis & EkonomiPariwisataPemprov Sulut

Perputaran Uang Sulut Awal 2026 Tembus Rp51,6 Triliun: Kuliner dan Pariwisata Primadona! 

×

Perputaran Uang Sulut Awal 2026 Tembus Rp51,6 Triliun: Kuliner dan Pariwisata Primadona! 

Sebarkan artikel ini
PRIMADONA EKONOMI. Geliat kuliner dan pariwisata menjadi magnet utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang mencapai 5,54 persen di awal tahun 2026. (Foto: SUDARA.ID)
PRIMADONA EKONOMI. Geliat kuliner dan pariwisata menjadi magnet utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang mencapai 5,54 persen di awal tahun 2026. (Foto: SUDARA.ID)
Example 468x60

Manado, SUDARA.ID – Aktivitas ekonomi di Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan taji pada awal tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut yang dirilis Mei ini, nilai perputaran uang atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Bumi Nyiur Melambai sukses menembus angka fantastis, yakni Rp51,67 triliun.

​Capaian impresif ini membawa pertumbuhan ekonomi Sulut berada di angka 5,54 persen secara tahunan (year-on-year). Angka tersebut membuktikan bahwa ekonomi daerah kita jauh lebih lincah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,05 persen pada periode yang sama.

Example 300x600

​Geliat Jasa Boga dan Pariwisata Jadi “Bintang Utama”

Baca juga:   Rajut Silaturahmi Lintas Iman, Gubernur Yulius Hadiri Imlek dan Gelar Buka Puasa Bersama

​Melonjaknya ekonomi Sulut kali ini dipacu oleh sektor Jasa Boga (penyediaan akomodasi dan makan minum) yang tumbuh luar biasa hingga 20,85 persen. Sektor ini menjadi primadona karena didorong oleh beberapa faktor kunci yang menyentuh langsung aktivitas masyarakat:

1. ​Pariwisata yang Kembali Bergairah: Arus kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, yang terus memadati destinasi unggulan di Sulut.

2. ​Efek Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Program nasional ini terbukti memberikan dampak instan bagi para pelaku usaha kuliner dan UMKM jasa boga di berbagai kabupaten/kota.

2. ​Momentum Hari Besar: Rangkaian perayaan Imlek, Nyepi, hingga suasana Ramadan dan Idul Fitri yang meningkatkan konsumsi rumah tangga secara signifikan.

Baca juga:   Yulius Selvanus: Retret Tanamkan Budaya Tertib dan Disiplin bagi Para Kepala Daerah

​Selain sektor jasa boga dan wisata, belanja pemerintah juga turut menjadi mesin penggerak. Cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para ASN serta percepatan realisasi proyek pembangunan di awal tahun ikut memastikan uang berputar lebih cepat di tengah masyarakat.

​Meski secara tahunan tumbuh sangat positif, jika dibandingkan dengan akhir tahun 2025 lalu, ekonomi Sulut tercatat mengalami penurunan (kontraksi) sebesar 8,02 persen. Namun, BPS menilai hal ini sebagai fenomena musiman yang lumrah.

​Biasanya, di awal tahun aktivitas di sektor konstruksi dan pertambangan memang cenderung melambat dibandingkan “ngebutnya” pengerjaan proyek di akhir tahun anggaran.

Baca juga:   Jokowi Ketum PSI, Pengamat: Bukan Lagi Partai Anak Muda

​Hasil positif di Triwulan I-2026 ini semakin mempertegas posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terkuat di wilayah Timur Indonesia. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk terus menjaga momentum ini.

​Fokus ke depan adalah memastikan sektor pariwisata tetap stabil, memperkuat ketahanan pangan, serta mempercepat belanja daerah agar manfaat ekonomi ini bisa dirasakan merata oleh seluruh warga Sulut.

​Dengan sinergi yang baik antara program pusat dan inovasi daerah, Sulawesi Utara optimis tren “hijau” ini akan terus berlanjut hingga penghujung tahun 2026. (Sumber: Diskominfo Pemprov Sulut)

 

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *