Ancol (Jakarta), SUDARA.ID – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Ferry Daud Liando, SIP, MSi, kembali dipercaya mengemban tugas di tingkat nasional. Ia ditunjuk sebagai salah satu anggota tim juri dalam ajang bergengsi Debat Hukum Pemilu antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI.
Kompetisi berskala nasional ini berlangsung di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta, pada 20 hingga 25 September 2026, dengan rangkaian acara pembukaan yang dihelat pada Senin (21/9/2026).
Dalam perhelatan tersebut, Dr. Ferry Liando disandingkan dengan sejumlah akademisi terkemuka, penyelenggara pemilu berpengalaman, hingga tokoh-tokoh nasional di jajaran dewan juri. Jajaran dewan juri tahun ini di antaranya diisi oleh Prof. Siti Zuhro, Prof. Aswanto, Prof. Muhamad, Prof. Gun Gun Heryanto, Ratna Dewi Petalolo, Dr. Endang Sulastri, Dr. Ida Budiati, Dr. Alfitra Salam, Dr. Bima Arya Sugiarto, serta Dr. Titi Anggraini.
Penunjukan ini semakin memperkokoh rekam jejak panjang Liando di panggung kepemiluan nasional. Sebelumnya, ia tercatat pernah berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dalam merintis Konsorsium Pendidikan Pascasarjana Tata Kelola Pemilu pada 2015. Tak hanya itu, ia juga aktif di balik layar perumusan kebijakan strategis, mulai dari penyusunan naskah akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu pada 2016 hingga dipercaya sebagai Ketua Tim Pengembangan Kurikulum Program Peningkatan Kapasitas Bawaslu RI.
Pengalaman sebagai juri kompetisi debat kepemiluan tingkat nasional pun secara konsisten dilakoni Liando sejak 2020 hingga 2026. Di samping itu, berbagai jabatan strategis pernah diembannya, seperti Tim Pemeriksa Daerah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) periode 2020–2022, tenaga ahli pengembangan Indeks Kode Etik Penyelenggara Pemilu (IKEPP), anggota tim ahli Sekretariat Jenderal KPU RI, hingga tim ahli penilai naskah akademik dalam seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu RI pada 2017 dan 2022.
Di ranah akademik, dedikasi Liando tidak perlu diragukan lagi. Ia telah melahirkan ratusan karya ilmiah bertema studi kepemiluan yang dipublikasikan melalui berbagai jurnal, buku, naskah akademik, hingga laporan penelitian. Sejak 2017, ia juga dipercaya duduk sebagai anggota dewan redaksi Jurnal Tata Kelola Pemilu terbitan KPU RI.
Kiprahnya bahkan melampaui batas negara. Liando tercatat pernah mewakili Indonesia dalam forum Civil Society Participation in the Indo-Pacific di Malaysia pada 2018, serta masuk dalam tim pakar ajang Electoral Supervisory Leadership Award (ESLA) pada 2025. Saat ini, di samping menakhodai FISIP Unsrat dan memegang posisi Penasihat Pusat Studi Pemilu FISIP Unsrat, ia juga aktif sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) serta pengajar di Akademi Pemilu dan Demokrasi (APD) sejak 2023.
Wadah Kaderisasi dan Critical Thinking Mahasiswa
Saat membuka tahapan nasional kompetisi debat ini, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, mengungkapkan bahwa ajang debat mahasiswa tersebut pertama kali digagas pada masa kepemimpinan Bawaslu di mana salah satu anggotanya adalah Ratna Dewi Pettalolo, yang juga turut bertindak sebagai dewan juri pada tahun ini. Sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu RI saat itu, Dewi dinilai berhasil menanam fondasi kokoh sehingga lomba ini konsisten menjadi agenda rutin tahunan Bawaslu RI.
“Inisiatif dari Bu Ratna Dewi kemudian diteruskan dan dikembangkan dengan sangat baik oleh penerusnya, Dr. Puadi. Hal ini menunjukkan bahwa proses kaderisasi dan transformasi kelembagaan di Bawaslu telah berjalan dengan sangat baik,” ungkap Rahmat Bagja.
Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu yang telah dihelat sejak 2019 ini mengusung tema utama “Penguatan Lembaga Bawaslu Dalam Penegakan Hukum Pemilu”. Ajang ini dirancang khusus untuk mewadahi mahasiswa dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, memperkuat argumentasi, serta mendalami aspek penegakan hukum pemilu secara komprehensif.
Tahun ini, sebanyak 24 perguruan tinggi dari seluruh penjuru Indonesia ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Seluruh peserta yang berlaga merupakan tim-tim unggulan yang sebelumnya telah berhasil menyisihkan pesaing dalam tahapan seleksi tingkat regional.
Pembukaan kegiatan nasional yang sarat muatan intelektual ini turut dihadiri oleh Anggota Bawaslu RI Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Totok Hariono, Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi Kemendiktisaintek Nur Syarifah, Anggota Bawaslu RI Dr. Puadi, beserta jajaran pimpinan Bawaslu dan segenap dewan juri. Melalui kompetisi ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki semangat sportif dan intelektual tinggi dalam mengawal penegakan hukum pemilu di Indonesia. (Ridho L Tobing)
















