Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaManado

Agendakan RDP, DPRD Sulut Soroti Kematian Calon Dokter Spesialis Anestesi di Manado

×

Agendakan RDP, DPRD Sulut Soroti Kematian Calon Dokter Spesialis Anestesi di Manado

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Sulut, Stela Marliana Runtuwene. (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua DPRD Sulut, Stela Marliana Runtuwene. (Foto: Istimewa)
Example 468x60

Manado, SUDARA.ID – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Stela Marliana Runtuwene, mendesak pengusutan tuntas atas kematian tragis dr. Adrian Rantung, seorang calon dokter spesialis Anestesiologi di Manado. Menyikapi insiden memilukan ini, Komisi IV DPRD Sulut langsung bergerak cepat dengan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna memanggil pihak-pihak terkait besok hari.

​Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Stela di ruang kerjanya pada Senin (13/7/2026). Politikus Partai NasDem itu menilai, ada banyak kejanggalan dalam kasus ini yang perlu diklarifikasi secara terbuka demi mencegah tragedi serupa terulang di dunia pendidikan kedokteran.

Example 300x600

​“Besok Komisi IV DPRD Sulut akan menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait kematian Dokter Spesialis asal Daerah Nyiur Melambai,” ujar Stela.

Baca juga:   Rampung! DPRD dan Pemprov Sulut Tuntaskan Ranperda RTRW 2025-2045 Menuju Validasi Kemendagri

Soroti Kejanggalan dan Evaluasi PPDS
​Stela membeberkan bahwa insiden fatal yang menimpa peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Oleh karena itu, selaku Koordinator Komisi IV DPRD Sulut, ia menegaskan komitmen legislatif untuk membongkar akar persoalan yang selama ini luput dari perhatian publik.

​“Komisi IV akan menggali sampai kenapa ada korban. Dulu juga pernah terjadi hal yang sama. Ada yang janggal, sehingga kami mengundang pihak terkait untuk hadir RDP,” tegasnya.

Baca juga:   Paparkan LKPJ 2025, Gubernur Yulius: Rekomendasi Konstruktif DPRD Sulut 'Vitamin' Penguat Kinerja

​Lebih lanjut, Stela sangat menyayangkan hilangnya nyawa seorang calon dokter yang tengah berjuang di garis depan. Padahal, Sulawesi Utara saat ini sedang sangat membutuhkan kontribusi dari para dokter spesialis untuk melayani masyarakat luas.

​“Sulawesi Utara harus bangga memiliki calon dokter spesialis. Tapi baru berjuang untuk menuju capaian cita-citanya sudah kehilangan nyawa,” ucap Stela dengan nada prihatin.

Desak Transparansi Publik
​Ia berharap RDP yang digelar besok dapat menjadi forum yang jujur, transparan, dan tanpa ada hal yang ditutup-tutupi. Menurutnya, publik memiliki hak penuh untuk mengetahui penyebab pasti di balik kematian dr. Adrian.

Baca juga:   Reses Perdana, Louis Schramm Ajak Masyarakat Tani Manado Bentuk Koperasi Dukung Program Makan Bergizi 

​“Inilah kenapa diadakan RDP. Kenapa calon dokter spesialis ini meninggal, besok publik akan mendengarkan jawabannya,” pungkas Stela.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam agenda RDP esok hari, Komisi IV DPRD Sulut telah melayangkan undangan resmi kepada sejumlah pihak kunci. Mereka yang dipanggil untuk memberikan keterangan dan pertanggungjawaban antara lain:
– ​Rektor Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT)
– ​Direktur RSUP Prof. Dr. R.D Kandou
– ​Pihak Pengelola Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *