Bitung, SUDARA.ID – Guna mempertebal Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), aparat gabungan TNI-Polri dan Satpol PP di bawah komando taktis Satuan Samapta Polres Bitung meluncurkan Patroli Garnisun skala besar pada Sabtu malam (28/2/2026).
Operasi yang berlangsung hingga menjelang subuh ini difokuskan pada deteksi dini dan aksi preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guamtibmas), mulai dari gesekan sosial hingga tindak kriminalitas jalanan yang kerap meningkat di akhir pekan.
Tepat pukul 22.00 Wita, Apel Kesiapan Personel digelar di Lapangan Pemkot Bitung sebagai titik kumpul (Rendezvous). Di bawah pimpinan Kasat Samapta AKP Nyoto, kekuatan personel yang terdiri dari Polres Bitung, Kodim 1310, Sub Den POM, Yonmarhanlan VIII TNI AL, dan Satpol PP melakukan koordinasi akhir sebelum melakukan pencaran kekuatan.
Tim bergerak dengan formasi Patroli Mobile, membagi sektor operasi menjadi dua wing: Sektor Timur dan Sektor Barat. Menggunakan kendaraan dinas dengan lampu rotator menyala (Blue Light Patrol), petugas melakukan penyisiran area di sejumlah hotspot kriminalitas, termasuk kawasan vital sekitar Patung Cakalang dan arteri utama Jalan Sam Ratulangi.
Dalam manuver tersebut, petugas menemukan beberapa kerumunan massa yang terindikasi melakukan pelanggaran batas waktu izin serta konsumsi miras di ruang publik.
Dalam keterangan persnya, AKP Nyoto menegaskan bahwa pihaknya menerapkan tindakan diskresi kepolisian melalui pendekatan persuasif-humanis dengan mensterilkan kelompok pemuda yang terindikasi melakukan balap liar guna memutus rantai potensi kecelakaan serta mencegah terjadinya konflik horizontal di wilayah tersebut.
Tidak sekadar membubarkan, tim gabungan juga melakukan pemeriksaan badan dan kendaraan secara selektif untuk memastikan tidak adanya senjata tajam (sajam) maupun barang terlarang lainnya. Para pelanggar aturan jam malam diberikan edukasi taktis mengenai risiko hukum dan sosial dari aktivitas yang mereka lakukan.
Operasi berlangsung dinamis namun tetap terkendali. Hingga pukul 03.30 Wita, petugas melakukan konsolidasi akhir dengan hasil wilayah dalam keadaan aman dan terkendali (A3) tanpa adanya insiden menonjol (Zero Incident).
AKP Nyoto menegaskan bahwa Patroli Garnisun ini adalah bentuk Show of Force sekaligus pelayanan nyata bagi warga Bitung. Sinergitas lintas matra antara TNI dan Polri menjadi barikade utama dalam menjaga kondusifitas kota.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis. Mari bersama menjaga Kota Bitung tetap aman, hindari balap liar, miras, dan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya.
















