Manado, SUDARA.ID – Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar kuliah umum bertajuk “Psikologi Sosial dan Pengembangan Mental Belajar Mahasiswa” di Aula Dekanat FISIP Unsrat Lantai 3, Manado, Kamis (16/07/2026).
Agenda akademis yang dimulai pukul 10.30 WITA ini diselenggarakan di bawah naungan Dekan FISIP Unsrat Dr. Ferry Daud Liando, S.IP., M.Si., serta Ketua Jurusan Sosiologi FISIP Unsrat Dr. Evelin J.R. Kawung, S.Sos., M.Si. Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP, sebagai narasumber utama.
Resiliensi Sebagai Fondasi Hadapi Tekanan Akademik
Dalam pemaparannya, Dr. Rosleny Marliani menekankan pentingnya resiliensi atau ketahanan mental sebagai bekal krusial bagi mahasiswa dalam mengarungi dinamika perkuliahan dan tuntutan akademis.
”Mahasiswa harus memiliki resiliensi yang kuat. Mereka tidak hanya menghadapi tuntutan akademik, tetapi juga berbagai tantangan lain yang membutuhkan kesiapan mental,” ujar Rosleny di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan, setiap mahasiswa memiliki kapasitas dan mekanisme yang berbeda dalam merespons tekanan. Oleh karena itu, kemampuan memahami proses belajar, membaca situasi, serta beradaptasi dengan lingkungan akademik yang terus berkembang menjadi kunci utama keberhasilan studi.
Etika Komunikasi dan Sikap Pantang Menyerah
Selain daya tahan mental, Rosleny menyoroti pentingnya sikap pantang menyerah ketika mahasiswa dihadapkan pada kegagalan atau hasil yang tidak sesuai ekspektasi. Menurutnya, kegagalan harus disikapi sebagai bahan evaluasi melalui pendekatan komunikasi yang tepat.
”Kalau sesuatu tidak sesuai harapan atau bahkan gagal, jangan langsung menyerah. Yang terpenting adalah belajar membaca situasi dan menyampaikan sesuatu dengan cara yang tepat,” tegasnya.
Rosleny juga menggarisbawahi pentingnya menjaga etika komunikasi antara mahasiswa dan dosen. Penyampaian pendapat, gagasan, maupun keberatan hendaknya dilakukan secara santun dan profesional guna mencegah timbulnya kesalahpahaman atau potensi konflik di lingkungan kampus.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, diharapkan para mahasiswa FISIP Unsrat mampu membangun ketahanan mental yang kokoh, meningkatkan kapasitas adaptasi, serta memelihara etika komunikasi yang baik sebagai fondasi utama dalam menyelesaikan masa studi perkuliahan.
















