Airmadidi, SUDARA.ID – Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) di Indonesia resmi menggelar Konferensi Nasional (Konfernas) VII di Kampus Universitas Klabat, Airmadidi, Minahasa Utara, Senin (20/7/2026). Pertemuan tingkat nasional yang berlangsung selama dua hari ini menjadi catatan sejarah penting, sebab untuk pertama kalinya digelar setelah adanya pemekaran struktur wilayah pelayanan gereja secara nasional.
Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran pimpinan tingkat nasional hingga internasional, serta sekitar 300 peserta yang merupakan pimpinan dan utusan dari seluruh Uni GMAHK se-Indonesia.
Konfernas VII ini dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Kristen Kementerian Agama, Prof. Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., yang ditandai secara simbolis melalui pemukulan alat musik tradisional tetengkoren.
Dalam pembacaan sambutan Menteri Agama, Jeane Tulung menekankan hakikat utama hadirnya agama di tengah masyarakat sebagai perekat sosial dan sumber kedamaian.
”Agama hadir untuk memuliakan manusia, bukan menjadi sumber pertentangan, melainkan sumber kasih sayang. Agama juga bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan jembatan yang mempertemukan,” ujar Jeane.
Kementerian Agama turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi nyata GMAHK di Indonesia yang dinilai konsisten mewujudkan nilai-nilai iman melalui aksi sosial kemanusiaan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga tanggap bencana.
Pemekaran Tiga Wilayah dan Penyelarasan Strategi
Konfernas tahun ini terasa makin krusial setelah berlakunya keputusan Rapat GMAHK Sedunia di Amerika Serikat pada tahun 2025 lalu. Sejak awal tahun 2026, struktur GMAHK di Indonesia resmi dimekarkan dari dua menjadi tiga wilayah pelayanan Uni (Sinode Nasional).
Jika sebelumnya hanya terdiri dari Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB) di Jakarta dan Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur (UKIKT) di Manado, kini hadir Uni Indonesia Kawasan Tengah yang berkantor pusat di Jakarta, sementara kantor pusat UIKB berpindah ke Pangkal Pinang.
Ketua Umum Panitia Konfernas, Felly Estelita Runtuwene—yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IX DPR RI—menjelaskan bahwa forum nasional ini dirancang untuk merumuskan arah pelayanan gereja ke depan di tengah struktur baru tersebut.
”Konfernas ini merupakan wadah untuk melakukan evaluasi pelayanan, merumuskan langkah-langkah strategis, memperkuat koordinasi, serta menyatukan visi dalam mengemban Amanat Agung yang dipercayakan Tuhan kepada gereja,” ungkap Felly.
Hal senada ditegaskan oleh Ketua Pengurus Pusat GMAHK di Indonesia sekaligus Ketua GMAHK UKIKT, Pdt. Ronald Rantung. Menurutnya, pertemuan ini juga menjadi momentum penting untuk menyelaraskan regulasi internal gereja dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
”Selain menyatukan rencana strategis, Konfernas ini menjadi sarana untuk menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GMAHK di Indonesia agar makin selaras dengan peraturan perundang-undangan nasional,” jelas Pdt. Ronald Rantung.
Dihadiri Tokoh Daerah dan Pimpinan Asia Pasifik
Pembukaan Konfernas VII GMAHK ini turut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah dan pimpinan gereja tingkat regional. Tampak hadir Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor J. Mailangkay, S.H., M.H., dan Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda.
Sementara dari jajaran hierarki gereja tingkat regional, hadir Sekretaris Eksekutif GMAHK Divisi Asia Pasifik Selatan, Pdt. S. J. Bindosano, serta Wakil Ketua GMAHK Divisi Asia Pasifik Selatan, Pdt. S. Salainti.
Rangkaian agenda Konfernas VII yang berlangsung sejak 19 hingga 20 Juli 2026 ini diharapkan mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi kemajuan pelayanan GMAHK serta kontribusi gereja bagi pembangunan bangsa di seluruh pelosok Indonesia.
















