Manado, SUDARA.ID – Setelah mengabdi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) selama dua tahun dua bulan, Welliam Niklas Silangen, S.Sos., M.Si., akhirnya resmi dilantik sebagai Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) definitif. Prosesi pengambilan sumpah dan janji jabatan dipimpin langsung oleh Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Selasa (07/07/2026).
Pelantikan Silangen mencatatkan atensi khusus dalam perombakan birokrasi kali ini. Pasalnya, pengajuan administrasi jabatan Sekwan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat dinilai sebagai salah satu yang tercepat di Indonesia karena berhasil rampung hanya dalam waktu satu hari.
Selain Niklas Silangen, Gubernur Yulius juga melantik dua pejabat Eselon II lainnya menjadi pejabat definitif, yakni Dr. Franky Tintingon sebagai Kepala BPSDMD dan Hendrik Ruben Tendean sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Ditemui usai pelantikan, Niklas Silangen tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya atas amanah baru yang diembankan kepadanya. Ia menceritakan kembali perjalanan panjangnya sejak ditunjuk menjadi Plt Sekwan pada Mei 2024 lalu, hingga akhirnya dipercaya memegang tongkat kepemimpinan secara penuh.
”Sesuai rapat pimpinan DPRD Sulut, saya yang direkomendasikan untuk menjadi definitif sebagai Sekretaris DPRD Sulawesi Utara. Puji Tuhan hari ini sudah mendapat kepercayaan dari Pak Gubernur,” ungkap Silangen.
Ia pun secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran internal di Sekretariat DPRD Sulut, mulai dari para Kepala Bagian (Kabag), Kepala Subbagian (Kasubag), staf, hingga rekan-rekan media.
”Saya berterima kasih kepada semua jajaran sekretariat DPRD Sulawesi Utara yang sudah selama kurang lebih dua tahun membantu saya sebagai Pelaksana Tugas waktu itu, hingga saat ini boleh definitif. Terima kasih juga kepada teman-teman pers yang meliput di DPRD atas dukungan dan topangan doanya,” ucapnya.
Komitmen Jaga Harmonisasi Eksekutif-Legislatif Lewat Komunikasi
Mengingat posisi Sekretaris DPRD berada di episentrum yang bersentuhan langsung dengan dinamika politik daerah, Silangen menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif, sesuai instruksi yang digariskan oleh Gubernur Yulius.
Langkah utama yang akan diakselerasinya adalah mengedepankan pola komunikasi dan koordinasi yang solid agar iklim politik dan jalannya roda pemerintahan di Bumi Nyiur Melambai tetap kondusif.
”Untuk menjaga keharmonisan ini tentunya komunikasi dan koordinasi itu tetap saya utamakan. Setiap ada agenda di DPRD, saya akan laporkan ke Pak Gubernur, yang selama ini memang sudah berjalan dengan baik. Begitu pula dengan para anggota dewan selama ini berjalan dengan bagus,” tutur Silangen.
Salah satu bukti keberhasilan koordinasi tersebut, lanjut Silangen, tecermin dari kedisiplinan agenda kedewanan yang terus terjaga. “Dapat kita lihat setiap agenda, rapat paripurna, tadi Pak Gubernur juga sudah menyampaikan bahwa setiap rapat paripurna itu selalu kuorum dan pelaksanaannya tetap tepat waktu,” pungkasnya.
Gubernur Yulius: Jabatan adalah Amanah, Jauhi Ego Sektoral
Sebelumnya, dalam arahannya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa pelantikan para pejabat Eselon II ini murni didasarkan atas rekam jejak, kapasitas, dan karya nyata, bukan karena faktor kedekatan personal.
Gubernur mengingatkan agar jabatan baru ini dipandang sebagai tanggung jawab besar untuk menjawab harapan masyarakat melalui pelayanan publik yang inovatif dan bebas dari pelanggaran hukum.
”Hari ini adalah momentum yang penting untuk memperkuat kapasitas kerja organisasi. Jabatan bukanlah sebuah penghargaan yang harus dibanggakan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” tegas Gubernur Yulius.
Ia juga mengajak seluruh instansi di jajaran Pemprov Sulut untuk meruntuhkan ego sektoral demi mengakselerasi pembangunan daerah secara efektif dan transparan.
Prosesi khidmat ini turut disaksikan secara langsung oleh Wakil Gubernur Dr J Victor Mailangkay SH MH, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang, para Asisten, Inspektur Daerah, tim ahli gubernur, serta rohaniawan pendamping.
