Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaBitungPariwisata

Gelar Upacara Adat Tulude Kota Bitung Tahun 2026, Pelestarian Budaya Ditengah Arus Modernisasi

×

Gelar Upacara Adat Tulude Kota Bitung Tahun 2026, Pelestarian Budaya Ditengah Arus Modernisasi

Sebarkan artikel ini
Penyambutan Walikota dan Wakil Walikota Bitung pada Upacara Adat Tulude Kota Bitung Tahun 2026.
Penyambutan Walikota dan Wakil Walikota Bitung pada Upacara Adat Tulude Kota Bitung Tahun 2026.
Example 468x60

Bitung, SUDARA.ID – Upacara Adat Tulude Kota Bitung tahun 2026, dengan tema, “Harmony in Diversity” (Harmoni dalam Keberagaman), diselenggarakan Pemerintah Kota Bitung (Pemkot Bitung) bersama dengan Ikatan Keluarga Sangihe, Sitaro dan Talaud (IKSSAT) Kota Bitung di Lapangan Kantor Walikota Bitung pada hari Jumat, 30 Januari 2026.

Pesta adat Tulude tersebut diawali dengan acara penyambutan Walikota Bitung, Hengky Honandar SE dan Ketua TP PKK Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh SE bersama Wakil Walikota Bitung, Randito Maringka S. Sos dan Sekretaris TP PKK, Ny. Jacinta Marybell Maringka Gumolung, yang dijemput dan diantar oleh para pemangku adat etnis Nusa Utara Kota Bitung dari gapura utama menuju ke panggung kehormatan.

Example 300x600

Sebelum upacara adat digelar, Ketua Panitia Tulude Kota Bitung tahun 2026, Alfred Salindeho SE MM menyampaikan laporannya terkait perencanaan serta pelaksanaan perayaan Tulude Kota Bitung tahun ini yang dikemas dalam kegiatan Upacara Adat, Penganugerahan Gelar Adat kepada Walikota Bitung, dan perlombaan Masamper yang diikuti oleh tujuh grup Masamper putra, memperebutkan trofi tetap dan trofi bergilir Walikota Bitung, dengan hadiah sebesar 33 Juta rupiah.

Selanjutnya, rangakaian upacara sakral pun digelar seiring dengan ditempatkannya barisan kue adat “Tamo” di pentas utama pagelaran Adat Tulude oleh para punggawa adat, setelah sebelumnya turut diarak dalam iringan penyambutan rombongan Walikota Bitung.

Prosesi upacara dibuka dengan Kakumbaede (pernyataan alunan pujian dan harapan) dan di ikuti dengan Menahulending Banua (doa pengakuan, penyerahan serta permohonan) dan Sasalamate (ungkapan hikmat yang mengandung keselamatan).

Ritual nyanyian, doa dan harapan itu ditutup dengan pemotongan kue adat Tamo, yang potongannya diterima oleh Ny. Ellen Honandar Sondakh dan Ny. Jacinta Marybell Maringka Gumolung.

Baca juga:   Dilantik Prabowo, Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay Resmi Pimpin Sulawesi Utara

Kota Bitung Sulawesi Utara adalah salah satu Kota di Indonesia yang dikenal memiliki warga yang berasal dari beragam etnis dengan tradisi adat yang berakar pada upaya untuk menjaga keseimbangan alam dan kehidupan, yang diwariskan turun temurun lintas generasi sebagai wujud pengabdian spiritual dan sosial atas identitas budaya asal yang penuh makna.

Ditengah arus modernisasi, dan terpisah jauh dari tanah para leluhur, namun kearifan lokal masyarakat dari berbagai etnis yang ada di Kota Bitung tetap bertahan serta makin relevan sebagai pedoman dan ruang hidup yang harus dihormati dan dirawat bersama dalam komunitas adat, yang nilainya masih tercermin dalam berbagai upacara adat, seperti Tulude, yang masih lestari hingga saat ini.

Mengingat hal tersebut, sebagaimana tema utama “Harmony in Diversity” (Harmoni dalam Keberagaman), Walikota Bitung Hengky Honandar  memaknai pagelaran sakral Tulude ini sebagai momentum bersama untuk bertumbuh, berdiri kokoh, dan bergerak maju dalam membangun Kota Bitung.

“Tema yang kita angkat pada upacara adat Tulude tahun 2026 ini adalah “Harmony in Diversity”, harmoni dalam keberagaman, atau dalam bahasa asli daerah sangihe: “Karima dame gighile mang tumendang”. Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi merupakan roh dan arah pembangunan Kota Bitung. inilah nilai dasar yang terus kami tegaskan melalui visi, ‘Harmonisasi Menuju Bitung Maju,” ucap Walikota.

“Harmonisasi berarti membangun Kota Bitung dengan persatuan, toleransi, kebersamaan, dan saling menghargai dalam perbedaan, tidak boleh ada sekat-sekat yang memecah persaudaraan, tidak boleh ada perbedaan yang melemahkan kekuatan kita, justru dari keberagaman itulah Bitung bertumbuh, berdiri kokoh, dan bergerak maju,” tandas Walikota.

Baca juga:   Hengky Honandar dan Randito Maringka Ikuti Gladi Pelantikan di Monas

“Untuk itu pada kesempatan ini, sebagai Pemerintah Kota Bitung, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat keturunan Nusa Utara di Kota Bitung yang selama ini dengan penuh komitmen, kecintaan, dan tanggung jawab, terus menjaga serta mendorong keberlanjutan budaya upacara adat Tulude di tengah arus modernisasi dan globalisasi,” hatur Walikota Honandar.

“Komitmen untuk mempertahankan tradisi leluhur ini adalah bentuk kecintaan terhadap identitas budaya, sekaligus kontribusi nyata dalam memperkaya khazanah budaya Kota Bitung dan Provinsi Sulawesi Utara,” simpulnya.

“Pemerintah Kota Bitung senantiasa mendukung setiap upaya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter dan jati diri daerah. Kami menaruh harapan besar agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam upacara adat Tulude ini terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda, sebagai fondasi moral, etika, dan kebudayaan,” ujarnya.

“Pemerintah berharap agar semangat syukur, kebersamaan, saling menghormati, dan hidup rukun dalam keberagaman senantiasa menjadi roh dalam setiap langkah pembangunan Kota Bitung,” imbuhnya.

“Semoga pelaksanaan Upacara Adat Tulude tahun 2026 ini membawa berkat, damai, dan pengharapan baru bagi kita semua. Tuhan yang Maha Esa senantiasa memberkati Kota Bitung, memberkati seluruh masyarakat, dan menuntun langkah kita di tahun yang baru ini,” kunci Walikota Hengky Honandar.

Pelaksanaan gelar Adat Tulude ini merupakan bagian dari pelestarian budaya dan kearifan lokal asli masyarakat kepulauan paling utara di Indonesia, yang saat ini penyebaran generasi garis keturunannya telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari komunitas keluarga besar penduduk Kota Bitung dan menjadi salah satu etnis dengan populasi terbesar dan berpengaruh di Kota Bitung.

Baca juga:   Maurits Mantiri Lega Kajari Bitung Tuntaskan Kasus Pemecah Ombak

“Tujuan pelaksanaan gelar adat Tulude Kota Bitung tahun 2026 ini adalah untuk melestarikan budaya asli masyarakat Nusa Utara, yang merupakan bagian integral dari masyarakat Kota Bitung dan merupakan wadah pemersatu dari beragam etnis Nusa Utara yang berada di Kota Bitung,” kata Ketua Panitia Alfred Salindeho saat menyampaikan laporan kegiatan.

“Tulude adalah acara Adat tahunan yang diwariskan dari leluhur masyarakat Nusa Utara, yang merupakan upacara adat yang sakral serta religius, yang dilakukan oleh masyarakat etnis Sitaro, Sangihe dan Talaud, sebagai momen untuk mengungkapkan rasa syukur warga Nusa Utara, juga masyarakat Kota Bitung, kepada Tuhan yang Mahakuasa atas pemeliharaan dan berkat yang diberikan,” jelas Salindeho.

Upacara Adat Tulude Kota Bitung Tahun 2026 kali ini, turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bitung, Ir. Ignatius Rudy Theno, ST MT MAP didampingi Ketua DWP, Ny. Nurjaya Theno Munarwin SE, bersama dengan Asisten Pemerintahan dan Pimpinan Perangkat Daerah Pemerintah Kota Bitung.

Sementara di jajaran kursi kehormatan, dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Lintas Sektoral, Pimpinan DPRD, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Kota Bitung.

Sedangkan dari komunitas masyarakat Nusa Utara, Ketua IKSSAT Kota Bitung, Forsman Dandel, S.Sos, yang turut tampil dipanggung kehormatan, hadir bersama Majelis Adat Dewan Pakar dan Dewan Pengurus IKSSAT Kota Bitung, beserta masyarakat etnis Nusa Utara yang ada di Kota Bitung.

 

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *