Wenang (Manado), SUDARA.ID – Walikota Bitung Hengky Honandar SE bergerak cepat memperketat penanganan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Langkah preventif ini makin dipertajam usai Hengky menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla Provinsi Sulawesi Utara di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Rabu (26/8/2026).
Kehadiran fisik Hengky Honandar dalam rapat tersebut menuai apresiasi khusus dari Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE. Dari 15 kabupaten dan kota yang diundang, Wali Kota Bitung menjadi satu-satunya pimpinan daerah yang hadir langsung untuk berkoordinasi bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait.
”Saya memberikan apresiasi kepada Wali Kota Bitung. Semua kepala daerah kita undang, tetapi yang hadir hanya Wali Kota Bitung,” puji Gubernur Yulius di hadapan peserta rakor.
Menurut Gubernur, kesiapan menghadapi bencana memerlukan komitmen langsung dari kepala daerah agar koordinasi dan tindak lanjut di lapangan berjalan cepat dan efisien, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Strategi Pencegahan Dini Kota Bitung
Berdasarkan data pemantauan titik panas (hotspot) se-Sulut periode Januari hingga 25 Agustus 2026 yang mencatat total 1.119 titik, Kota Bitung terdeteksi memiliki 36 titik panas. Menanggapi kondisi tersebut, Pemkot Bitung langsung memetakan sejumlah langkah strategis sesuai arahan pemerintah pusat dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026.
Walikota Bitung mempertegas prioritas penanganan Karhutla yang berfokus pada tindakan pencegahan sebelum api meluas:
– Inventarisasi Wilayah Rawan: Memetakan dan mengawasi ketat area hutan, semak, serta lahan perkebunan di wilayah Bitung yang rentan terbakar akibat angin kencang dan cuaca kering.
– Sosialisasi Larangan Membakar Lahan: Mengedukasi masyarakat dan para pelaku usaha secara masif agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
– Penguatan Patroli dan Posko Siaga: Mengaktifkan pos penanganan Karhutla serta meningkatkan kesiapsiagaan personel pemadam bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan untuk merespons cepat setiap laporan titik api.
– Edukasi Melalui Kanal Informasi Publik: Memanfaatkan media sosial dan saluran resmi pemerintah daerah untuk menyampaikan peringatan dini serta mengimbau kesadaran warga.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, Pemkot Bitung berkomitmen meminimalkan potensi kebakaran demi menjaga keselamatan warga, kelestarian lingkungan, serta kelancaran aktivitas ekonomi daerah.
















