Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaPemprov Sulut

Lomba Puisi dan Tari Mahamba Bantik: Gubernur Sulut Ajak Pemuda Resapi Semangat “Setia Hingga Akhir” Wolter Mongisidi

×

Lomba Puisi dan Tari Mahamba Bantik: Gubernur Sulut Ajak Pemuda Resapi Semangat “Setia Hingga Akhir” Wolter Mongisidi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Prov. Sulut Yorry Rommy Lesawengen membacakan sambutan Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, saat pembukaan Lomba Baca Puisi Karya Robert Wolter Mongisidi dan Tari Mahamba Bantik di Atrium Mantos 3, Manado, Jumat (21/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Festival Seni Budaya Bantik 2026 ini digelar untuk meresapi semangat "Setia Hingga Akhir" sang pahlawan nasional sekaligus memperingati HUT Ke-81 RI. (Foto: Istimewa/Dok.SUDARA.ID)
Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Prov. Sulut Yorry Rommy Lesawengen membacakan sambutan Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, saat pembukaan Lomba Baca Puisi Karya Robert Wolter Mongisidi dan Tari Mahamba Bantik di Atrium Mantos 3, Manado, Jumat (21/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Festival Seni Budaya Bantik 2026 ini digelar untuk meresapi semangat "Setia Hingga Akhir" sang pahlawan nasional sekaligus memperingati HUT Ke-81 RI. (Foto: Istimewa/Dok.SUDARA.ID)
Example 468x60

Manado, SUDARA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan pentingnya menjaga kelestarian seni tradisional dan nilai kepahlawanan sebagai benteng karakter bangsa di tengah arus modernisasi. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., dalam sambutan tertulisnya pada pembukaan Lomba Tarian Mahamba Bantik dan Baca Puisi Karya Robert Wolter Mongisidi di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3, Manado, Jumat (21/8/2026).

​Sambutan tertulis Gubernur Sulut tersebut dibacakan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut, Yorry Rommy Lesawengen, M.Tr.A.P., di hadapan ratusan pengunjung dan tamu undangan yang memadati pusat perbelanjaan tersebut.

Example 300x600

​Gelaran yang dimulai pukul 11.00 WITA ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Seni Budaya Bantik 2026 sekaligus menyongsong Peringatan Ke-77 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional Robert Wolter Mongisidi yang jatuh pada 5 September mendatang, serta masih dalam suasana gelora HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

​Dalam amanatnya, Gubernur Yulius Selvanus menekankan bahwa kebebasan dan kemerdekaan yang dinikmati masyarakat hari ini merupakan hasil pengorbanan jiwa raga para pejuang. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menghidupkan ikrar perjuangan pahlawan asal Sulut tersebut.

Baca juga:   Pimpin Bulan K3 Nasional 2026 di Bitung, Gubernur Yulius Tegaskan K3 Adalah "Nilai" Bukan Sekadar Formalitas

​”Semangat abadi ‘Setia Hingga Akhir Dalam Keyakinan’ yang diwariskan oleh Robert Wolter Mongisidi harus terus menyala di dada seluruh masyarakat Sulawesi Utara, khususnya generasi muda. Melalui bait-bait puisi penuh makna yang dibawakan hari ini, kita diajak untuk meresapi kembali ikrar kesetiaan, keberanian, dan rasa cinta tanah air yang tak pernah padam,” ujar Gubernur sebagaimana dibacakan Yorry.

​Selain aspek kepahlawanan, Gubernur juga memberikan perhatian khusus pada keberadaan Tarian Mahamba Bantik. Ia menilai tarian tradisional tersebut menyimbolkan kearifan lokal tentang persatuan, keteguhan, serta tradisi gotong royong yang menjadi akar kebudayaan daerah.
​Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian budaya lokal, Gubernur mendorong agar Tari Mahamba Bantik tidak berhenti pada ajang kompetisi saja, melainkan terus dihidupkan dalam berbagai agenda resmi pemerintah daerah.

​”Saya sangat berharap Tarian Mahamba Bantik ini tidak hanya ditampilkan pada ajang kompetisi hari ini saja, tetapi dapat terus dilestarikan dan digiatkan pada berbagai agenda acara resmi di tingkat daerah. Bahkan, karya seni ini diharapkan dapat turut ditampilkan untuk memeriahkan Puncak Peringatan HUT Ke-62 Provinsi Sulawesi Utara mendatang serta Pagelaran Seni Budaya Provinsi Sulut Tahun 2026,” lanjutnya.

Baca juga:   Pemprov Sulawesi Utara Bahas Obligasi Daerah dalam Sarasehan Nasional Pembiayaan Pembangunan

​Penyelenggaraan kegiatan budaya di ruang publik seperti atrium mal juga mendapat apresiasi khusus. Menurut Gubernur, langkah ini menjadi bukti bahwa seni tradisional mampu berdampingan dengan era modernisasi dan menjangkau masyarakat luas.

​Kepada para peserta lomba, Gubernur menyampaikan pesan agar bertanding dengan penuh percaya diri dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. “Menang atau kalah adalah bagian dari proses, namun keberanian kalian untuk berdiri di panggung ini membawakan warisan budaya dan semangat kepahlawanan adalah sebuah kemenangan nyata,” pungkasnya.

​Pemerintah Provinsi Sulut turut menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pemangku Adat Bantik Malalayang di bawah pimpinan Pdt. Dr. Max E. Tontey, M.Teol., Ketua Panitia Pelaksana Albert Mokodongan, S.E., serta seluruh jajaran panitia dan pihak terkait atas terselenggaranya ajang pemajuan kebudayaan ini.

Kompetisi Ketat dan Rangkaian Festival
​Ajang kompetisi yang berlangsung semarak ini menghadirkan Lomba Baca Puisi Tingkat SMA/SMK Sederajat yang diikuti oleh 53 pelajar se-Sulut, serta Lomba Tari Mahamba Bantik yang diikuti oleh 6 kelompok tari antar-desa Bantik. Turut hadir dalam acara ini adik kandung Pahlawan Nasional R.W. Mongisidi, Letkol (Purn) Robby Mongisidi, unsur Forkopimda, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Baca juga:   Pimpin HKG PKK ke-54, Anik Yulius Selvanus Sentuh Keluarga Berisiko Stunting Lewat Bantuan Nutrisi

​Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Yustin Monika Makawekes dari SMA Negeri 1 Manganitu berhasil menyabet Juara 1 Lomba Baca Puisi, disusul Alga Princelia Lanes (SMA Negeri 7 Manado) sebagai Juara 2, dan Pricillia Natalia Dacosta (SMA Negeri 4 Manado) sebagai Juara 3.

​Sementara pada cabang Lomba Tari Mahamba Bantik, Desa Buha keluar sebagai Juara 1, disusul Desa Singkil di posisi Juara 2, dan Desa Minanga di posisi Juara 3.

​Perlombaan di Mantos 3 ini melengkapi rangkaian agenda Festival Seni Budaya Bantik 2026 yang sebelumnya diawali dengan Upacara Adat Manahumama di Bengkol (24/7) serta Aksi Sosial dan Tabur Bunga di Malalayang (1/8). Rangkaian acara akan mencapai puncaknya pada 5 September 2026 mendatang di Lapangan Kantor Gubernur Sulut dan Pohon Kasih Megamas, yang bakal dimeriahkan dengan sajian Teater Kolosal Perjuangan Robert Wolter Mongisidi.

Loading

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *