Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
Berita UtamaBitungPemerintahanPemprov SulutPeristiwa

Potret Harmoni Kepemimpinan Curi Perhatian Publik di Peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih 

×

Potret Harmoni Kepemimpinan Curi Perhatian Publik di Peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih 

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, duduk mendampingi Ketua TP PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, di jajaran kursi 'utama' kehormatan, saat gelar Peringatan Peristiwa Merah Putih tahun 2026 di Lapangan KONI, Sario, Kota Manado, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Ist)
Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, duduk mendampingi Ketua TP PKK Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, di jajaran kursi 'utama' kehormatan, saat gelar Peringatan Peristiwa Merah Putih tahun 2026 di Lapangan KONI, Sario, Kota Manado, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Ist)
Example 468x60

Manado, SUDARA.ID – Peringatan Peristiwa Merah Putih 14 Februari yang dihelat di Lapangan KONI, Sario, Kota Manado, Jumat (14/02/2026), tidak sekadar menjadi ajang refleksi sejarah, namun menjelma sebagai panggung harmoni yang memikat perhatian publik. Sebuah pemandangan menyejukkan hadir dari panggung kehormatan, saat Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, tampak duduk berdampingan dengan Ketua TP PKK Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, mengikuti prosesi rangkaian acara dalam suasana penuh keakraban.

Meskipun sebelumnya Ny. Ellen terlihat duduk mendampingi sang suami tercinta, Walikota Bitung Hengky Honandar SE, namun momen berpindahnya posisi duduk yang tertangkap kamera wartawan ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang hadir.

Example 300x600

Meski belum ada konfirmasi resmi, suguhan momen ini seakan menjadi simbol nyata terciptanya harmonisasi dan komunikasi yang solid antara Tim Penggerak PKK tingkat Provinsi dan Kota.

Baca juga:   Bupati Minsel Franky Wongkar Gerak Cepat Tanggapi Banjir di Kecamatan Modoinding

Momen ini merefleksikan adanya ikatan emosional yang kuat dari para wanita tangguh dibalik layar pembangunan ini, untuk bersama-sama memajukan kesejahteraan keluarga di Sulawesi Utara.

Kedekatan ini memberikan gambaran bahwa koordinasi pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat tidak selamanya harus berlangsung kaku, melainkan dapat dibangun secara efektif di atas fondasi persahabatan dan kehangatan personal.

​Lebih jauh lagi, keakraban yang tercipta menjadi representasi bahwa visi besar pembangunan keluarga dan pemberdayaan perempuan di Sulawesi Utara, khususnya di Kota Bitung, dijalankan dengan semangat kekeluargaan yang kental, yang semakin mempertegas komitmen mereka untuk menyatukan ritme dalam mengakselerasi program-program kesejahteraan rakyat di berbagai sektor.

Baca juga:   Program Mudik Gratis Lebaran 2025, PELNI Himbau Warga Waspada Modus Penipuan

Semangat kebersamaan ini pun tampak selaras dengan relasi harmonis yang ditunjukkan oleh Gubernur Yulius Selvanus dan Walikota Hengky Honandar. Dalam sebuah momen ikonik di sela-sela rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Yulius Selvanus secara khusus memberikan sapaan hangatnya kepada Walikota Hengky Honandar dengan melakukan “Salam Komando”.

Momen Salam Komando Gubernur Yulius Selvanus, dengan Walikota Hengky Honandar di Peringatan Peristiwa Merah Putih tahun 2026. (Foto: Ist)

Gestur ini sepintas terlihat seperti layaknya sapaan formalitas biasa, namun dibalik eratnya jabat tangan tersebut, tersirat pesan mendalam tentang soliditas kepemimpinan dan keselarasan visi dalam membangun daerah.

Salam komando ini dimaknai sebagai sebuah simbol sinergitas tanpa batas sekaligus penegas bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Bitung memiliki visi yang seirama dalam menjaga stabilitas serta memacu akselerasi pembangunan. Koordinasi yang kuat di tingkat pimpinan merupakan kunci utama untuk memastikan seluruh program ekonomi dan sosial berjalan beriringan demi kemaslahatan masyarakat.

Baca juga:   Anggota DPRD Sulut Jems Tuuk Nilai Tim Dibentuk Gubernur Untuk Selesaikan Revisi RTRW Tidak Serius Bekerja

Momen ini menjadi sebuah refleksi bahwa Peristiwa Merah Putih 14 Februari bukan hanya seremonial tahunan bagi masyarakat Sulawesi Utara, melainkan sebuah transformasi panggung sejarah yang membuktikan bahwa persatuan adalah kunci utama pembangunan. Nilai-nilai perjuangan masa lalu terbukti tetap relevan sebagai fondasi dalam menjaga keharmonisan di masa kini.

Semangat kebersamaan yang ditampilkan Ny. Anik Yulius Selvanus dan Ny. Ellen Honandar, berpadu dengan kokohnya ‘Salam Komando’ Gubernur Yulius dan Walikota Hengky, memancarkan pesan optimisme yang kuat bagi masyarakat, bahwa para pemimpin mereka saat ini berdiri teguh dalam satu harmoni yang tulus, menyatukan langkah demi mewujudkan kesejahteraan yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *