Bolaang Mongondow, SUDARA.ID – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus secara resmi menyerahkan bantuan Ambulans kepada Masyarakat Hindu Desa Adat Kembang Mertha di Kabupaten Bolaang Mongondow, untuk mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan warga yang berlokasi cukup jauh dari Fasilitas Kesehatan tingkat pertama (Faskes I), Puskesmas.
Bantuan Ambulans tesebut diterima langsung oleh Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, bersama pengurus Parisada Hindu Dharma Desa Adat Kembang Mertha di Kantor Bupati Bolaang Mongondow, Lolak, Jumat (23/1/2026).
Ambulans yang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penanganan medis darurat tersebut merupakan wujud komitmen Gubernur Yulius untuk menghadirkan pelayanan kesehatan prima kepada warga, setelah sebelumnya pada perayaan Hari Raya Nyepi yang dihadiri Gubernur, pada bulan Maret 2025 lalu, warga Kembang Mertha mengungkapkan kebutuhan akan ketersediaan ambulans gawat darurat di desa mereka.
“Umat Hindu di Bolmong ini merupakan bagian dari masyarakat transmigrasi yang kemudian berkembang dan jumlahnya semakin besar. Sementara itu, jarak puskesmas cukup jauh dari pemukiman mereka. Karena itulah masyarakat mengusulkan bantuan hibah berupa ambulans,” ungkap Gubernur Yulius saat menyampaikan sambutannya.
Gubernur Yulius mengapresiasi kesabaran masyarakat Hindu Desa Adat Kembang Mertha yang telah menunggu proses pengadaan ambulans sejak Maret 2025, dan berterima kasih kepada Bupati Bolmong, karena telah memfasilitasi prosesi penyerahan bantuan tersebut.
Gubernur menjelaskan bahwa usulan tersebut langsung diproses pada bulan Maret itu juga, namun karena proses pengadaan dan mempersiapkan kelengkapan fasilitas medis di ambulans memakan waktu hingga jeda beberapa bulan, akhirnya baru dapat terealisasi dianggaran perubahan tahun 2025.
Proses pengadaan itu juga sebelumnya telah disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulut, Rima Rorong, dalam laporannya pada kegiatan itu.
“Pengadaan ambulans ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Gubernur, Dinas Kesehatan, Pemerintah Provinsi melakukan pengadaan ambulans khusus untuk masyarakat Bolaang Mongondow, terutama di Desa Adat Kembang Mertha,” ucap Rima.
“Ambulans ini telah memenuhi standar kesehatan dan dilengkapi dengan perangkat medis yang memadai sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pelayanan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Atas tersedianya layanan fasilitas ambulans ini di desa mereka, Gubernur berpesan agar pengelolaan dan pengoperasian ambulans desa dapat dilakukan secara optimal, transparan, dan bertanggung jawab, sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat sistem layanan kesehatan dari tingkat desa.
“Ini memang kebutuhan nyata masyarakat. Harapan kami, ambulans ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pelayanan kesehatan. Rawat kendaraan ini dengan baik. Tugas pemerintah adalah menghadirkan pelayanan kesehatan prima, dan tentu dengan dukungan masyarakat,” pesan Gubernur.
Gubernur juga membuka peluang jika ke depan ada permintaan ambulans tambahan. “Silakan ajukan, tentu akan kita pertimbangkan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran,” ujarnya
Pengadaan ambulans ini menjadi simbol nyata keseriusan Pemerintah Provinsi Sulut dalam memperkuat akses layanan kesehatan yang cepat, aman, dan merata, khususnya di wilayah pedesaan, bukan sekadar sebagai kendaraan operasional, melainkan juga bagian penting dari sistem penyelamatan nyawa masyarakat, yang dapat menjadi faktor penentu kecepatan dan ketepatan dalam penanganan kasus kegawatdaruratan pra-rumah sakit dan sistem pendukung rujukan antar fasilitas kesehatan, khususnya dalam mengatasi kendala transportasi bagi ibu hamil, bayi baru lahir berisiko tinggi, dan kasus kegawatdaruratan lainnya, yang dapat berkontribusi dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Sulut.
















