Scroll untuk baca artikel
Example 360x360
Example 728x250
BeritaManadoPolitik

Sekwan dan Anggota DPRD Sulut Terima Aspirasi Aliansi Mahasiswa Sulawesi Utara

×

Sekwan dan Anggota DPRD Sulut Terima Aspirasi Aliansi Mahasiswa Sulawesi Utara

Sebarkan artikel ini
Sejumlah anggota DPRD Sulut menerima aspirasi Aliansi Mahasiswa Sulut. (Foto: Dok. Istimewa)
Sejumlah anggota DPRD Sulut menerima aspirasi Aliansi Mahasiswa Sulut. (Foto: Dok. Istimewa)
Example 468x60

Manado, SUDARA.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sulawesi Utara menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (5/5/2026). Kedatangan massa untuk menyuarakan sejumlah isu krusial daerah tersebut disambut langsung oleh jajaran legislatif dan sekretariat dewan.

​Kehadiran massa mahasiswa tersebut di sambut langsung oleh Plt Sekretaris DPRD (Sekwan) Sulut, Weliam Niklas Silangen, S.Sos., M.Si.,yang tampil memfasilitasi pertemuan bersama sejumlah anggota DPRD Sulut, di antaranya Raski Mokodompit, Piere J. Makisanti, dan Hillary Julia Tuwo.

Example 300x600
Plt Sekretaris DPRD (Sekwan) Sulut, Weliam Niklas Silangen, S.Sos., M.Si., saat menemui massa Mahasiswa. (Foto: Dok. Istimewa)

​Kehadiran para wakil rakyat dan sekwan di tengah massa aksi menjadi bentuk respons cepat atas aspirasi terbuka yang dibawa oleh para mahasiswa. Tampil elegan dan persuasif, Niklas Silangen langsung melakukan mediasi serta ruang diskusi demi memastikan situasi demonstrasi tetap berjalan kondusif.

Baca juga:   Gerindra Manado Bagikan 1000 Paket Makanan Kepada Warga di Empat Lokasi Terdampak Banjir 

​Enam Poin Tuntutan Mahasiswa:

​Dalam orasinya, perwakilan Aliansi Mahasiswa Sulut secara bergantian menyampaikan enam poin tuntutan utama yang dinilai mendesak untuk segera disikapi oleh pemerintah daerah dan DPRD, yaitu:

1. ​Penghapusan Program MBG: Mendesak penghapusan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menuntut pertanggungjawaban hukum atas penyelenggaraannya secara transparan dan adil.

2. ​Pemberhentian Koperasi Merah Putih: Mendesak penghentian aktivitas Koperasi Merah Putih (KMP) dan penegakan hukum atas pelanggaran yang merugikan masyarakat.

3. ​Kesejahteraan Guru: Mendesak kejelasan status dan jaminan kesejahteraan bagi seluruh tenaga pendidik, termasuk guru honorer.

4. ​Tolak Represi Akademik: Mengecam tindakan represi terhadap mahasiswa dan dosen, serta menuntut pencabutan skorsing dan jaminan kebebasan berekspresi.

Baca juga:   Kerusakan Jalan dan Sengketa Lahan Likupang-Bitung, DPRD Sulut Desak PT MSM Prioritaskan Hak Warga

5. ​Tolak Militerisasi Kampus: Menolak keras adanya militerisasi di lingkungan kampus dan intervensi aparat dalam kehidupan akademik.

6. ​Penanganan Kekerasan Seksual: Mendesak penindakan tegas terhadap kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus serta pemberian perlindungan korban secara transparan.

​”Kami berharap DPRD tidak hanya mendengar, tetapi juga bertindak nyata dalam menanggapi persoalan yang kami suarakan hari ini. Kami butuh pengawalan hingga tuntutan ini terealisasi,” tegas salah satu perwakilan mahasiswa dalam orasinya.

​Menanggapi tuntutan tersebut, Sekwan Niklas Silangen memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi mereka dengan kepala dingin dan tertib. Menurutnya, menjembatani suara masyarakat merupakan tugas utama dari kesekretariatan dewan.

​“Kami siap menerima dengan terbuka setiap aspirasi yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa. Karena penyampaian aspirasi adalah bagian dari proses demokrasi yang harus kita jaga bersama,” ujar Silangen di hadapan massa.

Baca juga:   Dealer Otomotif Sulut "Menjerit" Soal Pajak, Komisi II DPRD Sulut Siapkan Rekomendasi Strategis

​Senada dengan itu, Anggota DPRD Sulut Raski Mokodompit menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk segera menindaklanjuti poin-poin tuntutan tersebut melalui mekanisme kedewanan yang berlaku.

​“Apa yang menjadi tuntutan adik-adik mahasiswa akan kami pelajari lebih lanjut di internal DPRD. Kemudian, kami berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Sulawesi Utara,” kata Raski.

​Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak siang hari tersebut berakhir dengan aman dan kondusif. Di akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk tetap membuka jalur komunikasi guna mengawal penyelesaian tuntutan dan mencari solusi tepat atas isu-isu yang dilemparkan mahasiswa.

 

Example 300250
Example 120x600
Example 300250 Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *