Berita UtamaPemprov Sulut

Transformasi HKG PKK ke-54: Pemprov dan TP-PKK Sulut Bentuk Kader Adaptif, Inovatif, dan Melek Digital

Ketua TP-PKK Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus bersama Sekdaprov Tahlis Gallang dalam Peringatan HKG PKK ke-54 di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Sabtu (13/6/2026). Momentum ini menjadi panggung transformasi kader menuju Indonesia Emas 2045. (Foto: Dok. Humas Pemprov Sulut)Ketua TP-PKK Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus bersama Sekdaprov Tahlis Gallang dalam Peringatan HKG PKK ke-54 di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Sabtu (13/6/2026). Momentum ini menjadi panggung transformasi kader menuju Indonesia Emas 2045. (Foto: Dok. Humas Pemprov Sulut)
Ketua TP-PKK Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus bersama Sekdaprov Tahlis Gallang dalam Peringatan HKG PKK ke-54 di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, Sabtu (13/6/2026). Momentum ini menjadi panggung transformasi kader menuju Indonesia Emas 2045. (Foto: Dok. Humas Pemprov Sulut)

Manado, SUDARA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sulut resmi memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, Sabtu (13/6/2026).

​Digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado, momentum tahunan ini menjadi panggung penegasan posisi PKK sebagai motor penggerak dan mitra taktis pemerintah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

​Mengusung tema besar “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, peringatan kali ini berfokus pada transformasi kader agar lebih berdampak, inklusif, dan melek digital.

​Ketua TP-PKK Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, yang membacakan sambutan tertulis Ketua Umum TP-PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian, menegaskan bahwa perayaan ke-54 ini harus dilepaskan dari sekadar agenda seremonial tahunan.

​”Ini adalah momentum krusial untuk memperkuat komitmen nyata di lapangan. Kita harus memastikan 10 Program Pokok PKK benar-benar terimplementasi secara tajam, terukur, dan berbasis pada penguatan fondasi keluarga,” ujar Ny. Anik Yulius Selvanus menekankan esensi sambutan tersebut.

​Ajakan Gubernur: Kader Harus Adaptif dan Inovatif di Era Digital

​Gayung bersambut, komitmen TP-PKK tersebut mendapat dukungan penuh dari lini eksekutif. Mewakili Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut, Tahlis Gallang, hadir membacakan arahan strategis dari orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai tersebut.

​Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menggarisbawahi pentingnya lompatan kapabilitas bagi seluruh kader PKK di era digital. PKK tidak boleh gagap teknologi; sebaliknya, teknologi harus menjadi alat akselerasi efektivitas program kerja.

​“Kader PKK harus terus mengupgrade kapasitas diri, adaptif dengan perkembangan teknologi informasi. Di samping itu, jalinan kemitraan tidak boleh kaku—perkuat kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah, dunia usaha, hingga akademisi untuk melahirkan inovasi program yang langsung menjawab kebutuhan riil masyarakat,” urai Gubernur melalui Sekdaprov Tahlis Gallang.

​Gubernur juga memetakan peran strategis kader PKK sebagai pelopor di akar rumput: menjaga keharmonisan sosial, melestarikan lingkungan, serta mendongkrak ekonomi domestik melalui optimalisasi pekarangan pangan dan stimulasi UMKM lokal.

​Menjadikan Keluarga Sebagai Fondasi Indonesia Emas

​Senada dengan visi gubernur, Ny. Anik Yulius Selvanus secara personal mengajak seluruh jajaran pengurus dan kader se-Sulawesi Utara untuk melipatgandakan kerja nyata di tengah masyarakat. Ada tiga isu prioritas yang menjadi fokus utama gerakannya saat ini: percepatan penurunan angka stunting, penguatan ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

​”Keluarga adalah unit terkecil sekaligus fondasi paling utama dari pembangunan sebuah bangsa. Jika kita berhasil memperkuat kualitas keluarga-keluarga di Sulawesi Utara, maka jalan menuju Indonesia Emas 2045 akan terbuka lebar,” tegas Ny. Anik optimistis.

​Melalui perayaan HKG PKK ke-54 ini, Pemprov dan TP-PKK Sulut menaruh harapan besar agar seluruh kader di Bumi Nyiur Melambai semakin solid, responsif, dan mampu memosisikan diri sebagai agen perubahan (agent of change) demi kesejahteraan masyarakat yang merata.

Exit mobile version