Manado, SUDARA.ID – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) kembali mencatatkan tinta emas dalam sejarah akademiknya. Melalui Sidang Senat Terbuka yang khidmat, 10 ilmuwan terbaik resmi menyandang gelar Profesor. Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng., secara resmi mengukuhkan 10 Guru Besar baru di Auditorium Prof Sumitro Djojohadikusumo Unsrat, Kamis (7/5/2026).
Pengukuhan ini menjadi kado istimewa bagi dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Utara, bertepatan dengan suasana peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Prosesi sakral ini didasarkan pada rentetan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (SK Mendiiktisaintek) yang diterbitkan
sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026. Para akademisi ini kini mengemban tanggung jawab fungsional tertinggi, termasuk pakar dalam bidang Teknologi Material Beton dan berbagai rumpun ilmu strategis lainnya.
“Hari ini di ruang ini kita menyaksikan buah dari sebuah perjuangan. Menjadi Guru Besar bukanlah perjalanan yang singkat. Dibalik gelar Profesor yang hari ini dikenakan, ada malam-malam panjang yang diisi dengan penelitian, lelah yang
disimpan dalam diam, dan doa keluarga yang tak putus,” ujar Prof. Berty Sompie dalam pidatonya yang menyentuh.
Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi
Utara. Mengutip semangat Ki Hajar Dewantara, ia mengingatkan bahwa di tengah disrupsi teknologi, bangsa tetap membutuhkan dedikasi manusia pada ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.
Daftar 10 Guru Besar yang Dikukuhkan:
1. Prof. Ir. Steenie Edward Wallah, M.Sc., Ph.D., IPU
2. Prof. Dr. Ir. Mananoma Kecil, MT., IPM., ASEAN Eng
3. Prof. Dr. Dolfie Paulus Pandara, S.Pd., M.Si
4. Prof. Dr. Dra. Henny Lieke Rampe, M.Si
5. Prof. Joy Elly Tulung, SE., MSc., Ph.D
6. Prof. Ir. Dedie Tooy, M.Si., Ph.D
7. Prof. Dr. Ir. Dantje Tarore, MS
8. Prof. Dr. Ir. Betsy Agustina Naomi Pinaria, MS
9. Prof. Dr. Ir. Leonardus Ricky Rengkung, ME
10. Prof. Dr. Cornelis Djelfie Massie, S.H., M.H.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Balitbangda, Jani N. Lukas, S.Pi., M.Si., memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Gubernur menegaskan bahwa gelar Guru Besar adalah simbol tanggung jawab besar untuk menjadi pelopor pembangunan ilmu pengetahuan.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyadari bahwa pembangunan efektif membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan. Kami membuka ruang kerja sama luas bagi para Guru Besar untuk menggali keunggulan lokal dan mendorong inovasi berbasis kearifan lokal demi Sulawesi Utara yang maju dan berkelanjutan,” tegas Gubernur melalui perwakilannya.
Acara ditutup dengan harapan agar para intelektual ini terus menjadi cahaya bagi generasi muda dan motor penggerak solusi atas berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga kesejahteraan masyarakat.
















