Bitung, SUDARA.ID – Pemerintah Kota Bitung resmi mengabadikan nama mantan Walikota Bitung periode 2006–2016, almarhum Hanny Sondakh, sebagai nama baru untuk Jalan Lingkar Lembeh. Langkah toponimi (penamaan jalan) ini diambil sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi dan rintisan infrastruktur yang dilakukan sang tokoh semasa hidupnya.
Pencanangan dan peresmian perubahan nama jalan yang menghubungkan sejumlah kelurahan di wilayah kepulauan tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Bitung, Hengky Honandar SE, di depan Kantor Camat Lembeh Selatan pada Selasa (26/5/2026).
Prosesi sakral ini berlangsung penuh khidmat sekaligus meriah dengan hadirnya Ny. Josephine Sondakh Taroreh, istri almarhum Hanny Sondakh, yang menjadi simbol emosional mengikat penuh rasa hormat masyarakat terhadap warisan pengabdian suaminya.
Mengingat mayoritas penduduk Pulau Lembeh merupakan etnis Sangihe, pemasangan tiang nama jalan pun dikawal dengan upacara adat Sangihe yang kental.
Simbol Penghargaan Atas Visi Pembangunan
Dalam sambutannya, Walikota Hengky Honandar menegaskan bahwa perubahan nama ini bukan sekadar urusan administratif maupun geospasial, melainkan sebuah monumen penghargaan.
”Penamaan Jalan Hanny Sondakh bukan sekadar perubahan nama sebuah ruas jalan, tetapi menjadi simbol penghargaan atas jasa, kerja keras, serta semangat pengabdian beliau bagi kemajuan Kota Bitung,” ujar Hengky di hadapan warga yang memadati lokasi peresmian.
Menurut Hengky, fondasi infrastruktur yang diletakkan oleh Hanny Sondakh selama satu dekade memimpin telah terbukti merangsang urat nadi perekonomian di Pulau Lembeh. Ia menyebut almarhum sebagai sosok pemimpin yang memiliki visi tajam, keberanian, dan komitmen kuat yang membawa perubahan nyata.
Melalui Surat Keputusan Walikota Bitung Nomor 188.45/HKM/SK/141/2023, pengalihan nama ini sah secara hukum. Hengky juga memberikan apresiasi khusus kepada Tim Kerja Identifikasi Jalan yang dipimpin Victor J. Sahabang, Camat Lembeh Selatan Raples Masoara, serta seluruh unsur Dinas Perhubungan, Pekerjaan Umum, dan aparat keamanan yang menyukseskan agenda ini.
Suara Warga: Apresiasi yang Diiringi Harapan Perbaikan
Di sisi lain, antusiasme masyarakat Pulau Lembeh menyambut nama baru ini diiringi dengan harapan realistis. Meski bangga dengan penyematan nama Hanny Sondakh, warga mendesak Pemerintah Kota Bitung untuk segera turun tangan membenahi kondisi fisik jalan.
Beberapa titik di jalur lingkar tersebut saat ini diketahui mengalami kerusakan berat. Padahal, akses jalan ini merupakan jalur logistik utama bagi para petani dan pelaku usaha hasil bumi di Lembeh untuk mendistribusikan produk mereka ke pusat kota.
Merespons kebutuhan publik, Walikota Hengky Honandar mengingatkan bahwa infrastruktur adalah fondasi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas. Ia mengajak masyarakat untuk merawat fasilitas publik ini bersama-sama.
”Mari kita jaga kebersihan, keamanan, ketertiban, serta memanfaatkan fasilitas publik dengan penuh rasa tanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang oleh generasi sekarang maupun yang akan datang,” pungkasnya.
















