Manado, SUDARA.ID – Kontestasi kepemimpinan dalam Musyawarah Daerah (Musda) III Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sulawesi Utara resmi bergulir. Standius Bara Prima, S.I.Kom, M.I.Kom, resmi menyodorkan berkas pendaftarannya sebagai calon Ketua Pengurus Daerah (PD) TIDAR Sulut pada Jumat (24/04/2026).
Langkah politik Bara ini tidak dilakukan sendirian. Ia tampak didampingi oleh dua sosok kunci dari tingkat cabang, yakni Ketua PC TIDAR Minahasa Tenggara, Kenny Solar, S.Ked, dan Ketua PC TIDAR Sitaro, Gerald R.A. Kalangit. Kehadiran keduanya di lokasi pendaftaran dinilai banyak pihak sebagai sinyal kuat adanya dukungan struktural yang solid bagi pencalonan Bara.
Setibanya di Sekretariat Panitia Musda III, rombongan diterima langsung oleh Ketua PD TIDAR Sulut saat ini, Tommy Daud Parasan, SH. Turut mendampingi dalam proses verifikasi berkas tersebut adalah Sekretaris PD TIDAR Sulut, Adi Sangki, S.IP, M.Si, serta Ketua Panitia Musda III, Sis Miracle Sengkey.
Dalam pernyataannya usai pendaftaran, Bara menegaskan visinya untuk mentransformasi TIDAR Sulawesi Utara menjadi organisasi kepemudaan yang lebih progresif dan mampu menjawab tantangan zaman.
“TIDAR harus menjadi rumah besar bagi anak muda untuk bertumbuh, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi daerah. Saya ingin menghadirkan gerakan yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada aksi,” tegas Bara dengan optimistis.
Menanggapi pendaftaran tersebut, Tommy Daud Parasan menyambut positif munculnya figur-figur muda yang siap bertarung dalam dinamika organisasi. Baginya, Musda bukan sekadar seremonial, melainkan ajang regenerasi krusial bagi organisasi sayap Partai Gerindra ini.
“Musda adalah momentum penting untuk melahirkan kepemimpinan baru yang visioner. Kami sangat mengapresiasi semangat kader seperti Bro Bara yang siap mengambil tanggung jawab lebih besar untuk membawa TIDAR Sulut ke level berikutnya,” ujar Tommy.
Musda III TIDAR Sulawesi Utara ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan sebuah ajang strategis yang mengusung misi besar bagi masa depan pemuda di “Bumi Nyiur Melambai”.
Dengan agenda utama pemilihan Ketua Pengurus Daerah (PD) untuk periode terbaru, momentum ini diharapkan menjadi titik balik dalam memperkokoh struktur organisasi di 15 kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara.
Lebih dari itu, fokus gerakan dalam Musda kali ini diarahkan pada penguatan peran pemuda agar lebih terlibat aktif dalam pembangunan daerah.
Statusnya yang krusial menjadikan ajang ini sebagai barometer penentu arah politik sekaligus wadah pemberdayaan generasi muda dalam menentukan masa depan Sulawesi Utara yang lebih inklusif.
Dengan resminya pendaftaran Standius Bara Prima, publik kini menantikan bagaimana peta persaingan akan berkembang menjelang hari H pelaksanaan Musda III yang diprediksi akan menjadi tonggak baru bagi gerakan pemuda di Sulawesi Utara.
















