Manado, SUDARA.ID – Peta kekuatan dan konstelasi organisasi tinju amatir di Bumi Nyiur Melambai resmi memasuki babak baru. Hendra Jacob SIP, secara aklamasi terpilih dan langsung dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Sulawesi Utara (Sulut) masa bakti 2026–2030.
Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PERTINA, Dr. Hillary Brigitta Lasut, SH, LL.M (HBL), dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PERTINA Sulut Tahun 2026 yang digelar khidmat di Tonsea Room, Swiss-Belhotel, Manado, Sabtu (6/6/2026).
Terpilihnya Hendra Jacob mengukuhkan legitimasi kepemimpinannya setelah mengantongi dukungan kuorum mutlak dari 12 pengurus kabupaten/kota yang hadir dan memegang hak suara sah.
Pelantikan ditandai dengan penyerahan pataka kehormatan Pertina oleh Ketum PP PERTINA Hillary Brigitta Lasut kepada Hendra Jacob, disaksikan langsung oleh jajaran pengurus kabupaten/kota, perwakilan KONI Sulawesi Utara, serta para tokoh dan legenda olahraga tinju Sulawesi Utara.
Dalam arahannya, Ketua Umum PP PERTINA, Dr. Hillary Brigitta Lasut, SH, LL.M menegaskan pentingnya menjaga marwah demokrasi dalam tubuh organisasi. Figur yang akrab disapa HBL ini optimistis bahwa pergantian estafet kepemimpinan ini akan membawa angin segar bagi komunikasi antarlini organisasi.
”Namanya proses organisasi di Sulawesi Utara itu harus berjalan dengan demokratis dan sesuai dengan harapan dari bapak ibu semua. Maka dari itu saya mohon maaf kalau selama kemarin saya terpilih, saya tidak banyak ‘cawe-cawe’ di Sulawesi Utara. Tapi kali ini, dengan adanya musprov dan perkenalan yang baik dengan Ketua yang baru, saya berharap komunikasi antara Pemprov dengan PP Pertina bisa jauh lebih baik dari kemarin,” ujar HBL.
Mantan legislator termuda ini menambahkan, dinamika internal dalam tubuh Pertina memang selalu menyajikan tantangan tersendiri yang justru memacu adrenalin kepengurusan untuk terus berbenah.
Momentum pelantikan ini dinilai sangat krusial mengingat Sulawesi Utara didapuk menjadi tuan rumah ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang akan dihelat pada Oktober 2026 mendatang. HBL meminta Hendra Jacob bergerak cepat merangkul seluruh elemen demi menjaga stabilitas wilayah kerja.
”Kita akan segera menghadapi PON beladiri di Sulawesi Utara bulan Oktober nanti. Saya bersyukur PON beladiri bisa dilaksanakan di sini, ini menjadi kebanggaan buat kita semua. Semoga Ketua yang baru bisa melibatkan teman-teman yang hadir dengan baik, benar-benar mengakomodir apa yang menjadi masukan dan aspirasi, sehingga Pertina Sulawesi Utara bisa berjalan kondusif dan demokratis,” tegas Hillary sembari menyampaikan terima kasih mendalam kepada para pemilik hak suara.
Komitmen Hendra Jacob: “Tidak Ada Lagi Perpecahan!”
Sementara itu, Ketua Pengprov Pertina Sulut terlantik, Hendra Jacob, dalam pidato pertamanya menggaungkan orasi sarat komitmen pembaruan. Menjawab tantangan modernisasi olahraga, Jacob menggarisbawahi pentingnya transformasi yang adaptif, progresif, dan responsif. Dirinya bertekad mengikis habis sekat-sekat friksi internal yang selama ini menghambat potensi prestasi tinju Sulawesi Utara.
”Segala sesuatu mengalir dan berubah, dunia olahraga juga demikian terus berubah dengan pesat. Kompetisi semakin ketat, standar prestasi semakin tinggi, tuntutan profesi semakin besar. Kalau kita tidak berubah, kita akan ketinggalan dan tertinggal! Oleh karena itu, saya mengajak bahwa Pertina Sulut harus menjadi organisasi yang adaptif, progresif, dan responsif terhadap tantangan perkembangan zaman. Tidak ada lagi perpecahan, saya ulangi, tidak ada lagi perpecahan!” seru Hendra Jacob dengan nada penuh penekanan.
Guna mewujudkan visi besar tersebut, Hendra Jacob mengumumkan dua program prioritas mendesak, yakni penguatan basis pelatihan dan pembinaan atlet sejak usia dini secara berjenjang, serta peningkatan mutu standarisasi kepelatihan daerah melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat kontinyu dan berkelanjutan.
Menutup orasinya, Jacob menyuarakan prinsip gotong royong sebagai ruh utama pergerakannya ke depan. Ia meyakini kejayaan ring tinju Sulawesi Utara tidak mampu dipikul secara sektoral, melainkan wajib melibatkan kolaborasi multisektoral antara pengurus, atlet, pelatih, dunia usaha, media massa, hingga masyarakat luas.
”Mari kita satukan tekad, kuatkan komitmen, bangun semangat baru karena sesungguhnya masa depan Pertina Sulawesi Utara bukanlah sesuatu yang harus ditunggu, melainkan sesuatu yang harus kita jemput dan kita ciptakan bersama,” kobar Hendra Jacob.
“Oleh karena itu, mari kita sama-sama berjuang, satukan langkah dengan semangat perjuangan, kerja keras, dan dedikasi yang tinggi. Bersatu Kita Kuat, Berlatih Kita Hebat, Bertanding Kita Bermartabat, Berprestasi Kita Mengharumkan Nama Sulawesi Utara!” pungkas Jacob optimis.
Sidang pleno Musprov PERTINA Sulut 2026 berakhir dengan kondusif, menandai bersatunya visi totalitas dari seluruh pemegang hak suara untuk mengembalikan kejayaan tradisi medali emas tinju Sulawesi Utara di kancah nasional maupun internasional.
















