Kairagi Satu (Manado), SUDARA.ID – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Haji Amir Liputo, SH, tampil lugas menyampaikan deretan persoalan krusial Kota Manado dalam Rapat Paripurna Penyerahan Laporan Hasil Reses Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 di Gedung DPRD Sulut, Kairagi Satu, Manado, Rabu (2/9/2026).
Bertindak sebagai juru bicara legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Manado, Amir menyoroti masalah kemacetan kronis di kawasan Manado Selatan hingga memperjuangkan nasib 25 Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran di Pakowa.
Amir secara tegas meminta Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE untuk memprioritaskan percepatan pembangunan jalan lingkar Ring Road 3.
”Masyarakat berharap penanganan kemacetan di bagian Selatan yang sampai hari ini sulit terurai. Kami berharap lewat Pak Gubernur agar pembangunan Ring Road 3 dapat segera digenjot. Setiap sore hingga malam terjadi kemacetan luar biasa, padahal di jalur tersebut ada fasilitas kesehatan vital seperti Rumah Sakit Pemprov dan RSUP Kandou,” ujar Amir di hadapan pimpinan dewan dan jajaran Pemprov Sulut.
Desak Perbaikan Akses Ibu Kota Provinsi dan Operasional TPA Ilo-Ilo
Sebagai show window atau pintu masuk utama Provinsi Sulawesi Utara, Amir mengingatkan bahwa kondisi infrastruktur jalan provinsi di Kota Manado yang mulai rusak memerlukan penanganan cepat.
Tak hanya jalan, persoalan penanganan sampah dan banjir juga menjadi fokus utama penyampaiannya. Amir mengapresiasi progres Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ilo-Ilo dan mendesak agar fasilitas tersebut segera difungsikan penuh guna menggantikan TPA Sumompo yang sudah tidak layak dan dikeluhkan warga.
”Pekerjaan perbaikan sungai-sungai seperti di Sario, Tikala, Mahawu, dan Bailang juga harus mendapat perhatian serius dan diteruskan ke Kementerian PU melalui Ditjen Sumber Daya Air sebelum memasuki musim penghujan,” tegas Politisi senior ini.
Soroti Data Desil Bansos dan Bantuan Korban Kebakaran Pakowa
Di sektor sosial, Amir Liputo menumpahkan keluhan warga terkait pemutakhiran data sensus penduduk. Perubahan status desil membuat banyak warga kurang mampu mendadak tidak bisa lagi mengakses bantuan sosial, padahal kondisi ekonomi mereka tidak berubah.
”Banyak persoalan data yang membuat masyarakat kehilangan hak bantuan. Kami berharap ada sinkronisasi menyeluruh lewat Dinas Sosial,” tuturnya.
Menutup penyampaiannya, Amir secara khusus memperjuangkan nasib korban bencana kebakaran di Pakowa, Kota Manado.
”Ada 25 KK warga Pakowa yang rumahnya hangus rata dengan tanah dan hanya menyisakan baju di badan. Kami berharap Pemprov Sulut dapat menganggarkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi saudara-saudara kita yang memenuhi syarat,” pungkas Amir.
Dokumen lengkap aspirasi warga Dapil Manado tersebut diserahkan langsung oleh Amir Liputo bersama tim legislator Manado kepada pimpinan DPRD Sulut dan Gubernur Sulawesi Utara untuk diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Daerah.
















