Bitung, SUDARA.ID – Di tengah khidmatnya bulan suci Ramadan, bara perselisihan antara kelompok pemuda wilayah Empang dan Sarikelapa akhirnya padam di meja berbuka puasa. Kepolisian Resor (Polres) Bitung secara humanis mempertemukan kedua belah pihak dalam agenda Buka Puasa Bersama di Halaman Masjid Al-Falah Empang, Kelurahan Bitung Timur, Rabu (11/3/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca-insiden perkelahian yang sempat mengganggu kondusivitas wilayah Kecamatan Maesa. Di bawah langit senja, aroma takjil menggantikan ketegangan, mengubah rivalitas menjadi ruang dialog yang menyentuh hati.
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., duduk membaur tanpa sekat formalitas, berbincang akrab dengan sekitar 30 pemuda dari Empang dan Sarikelapa yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Dengan nada kebapakan, Kapolres menyampaikan bahwa kehadiran Polri ditengah masyarakat bukan hanya sekadar sebagai penegak hukum semata, namun polisi juga merupakan jembatan yang bisa merekatkan kembali retaknya persaudaraan dalam hubungan sosial kemasyarakatan.
“Kami bersyukur hari ini adik-adik dari Empang dan Sarikelapa bisa duduk bersama dalam suasana damai. Tidak ada manfaatnya permusuhan atau tawuran. Kalian semua adalah generasi muda yang baik dan memiliki masa depan,” gugah Kapolres.
Kapolres menyampaikan bahwa energi masa muda seharusnya menjadi bahan bakar untuk bersama-sama membangun kota, bukan menghancurkan masa depan melalui tawuran.
“Mari jaga Kota Bitung tetap aman dan kondusif dengan mengisi waktu melalui kegiatan yang positif dan bermanfaat,” ajak Kapolres.
Kapolres pun mengungkapkan bahwa Polres Bitung bersama tokoh pemuda berencana menggelar lomba lari memperebutkan Piala Kapolres Cup 2026 setelah Hari Raya Idulfitri sebagai wadah positif bagi anak-anak muda untuk menyalurkan energi dan bakat mereka.
Narasi perdamaian nan sejuk ini diperkuat dengan pesan dan solusi nyata dari para tokoh masyarakat dan pemerintah kepada para pemuda agar tidak lagi terlibat dalam konflik yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan.
Tokoh Pemuda Kota Bitung, Mario Mamuntu, mengajak para pemuda menyalurkan energi mereka melalui jalur prestasi. Ia menegaskan bahwa semangat kompetisi seharusnya diwujudkan melalui kegiatan yang membangun seperti olahraga atau latihan bela diri, bukan melalui perkelahian.
Sementara itu, dukungan yang sama juga diungkapkan Camat Maesa, Fatmawaty Soleman, S.STP, yang menegaskan komitmen pemerintah untuk memfasilitasi masa depan pendidikan anak-anak muda yang putus sekolah agar dapat kembali mengejar cita-cita melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Bitung.
Camat Maesa Fatmawaty Soleman juga mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kesabaran, memperbanyak kebaikan, serta menghindari perselisihan.
Kegiatan yang dihadiri jajaran PJU Polres Bitung, tokoh adat Nusa Utara, serta tokoh lintas agama ini diakhiri dengan makan bersama dan foto dokumentasi yang penuh keakraban. Tidak ada lagi gurat permusuhan; yang tampak hanyalah wajah-wajah muda yang siap menjaga kedamaian dan masa depan pembangunan kota.
Sebagai bentuk konsistensi, agenda serupa dijadwalkan kembali digelar di wilayah Sarikelapa pada Kamis (12/3/2026) hari ini. Upaya berkelanjutan ini diharapkan menjadi fondasi permanen bagi terciptanya Bitung yang aman, tertib, dan harmonis di tangan generasi penerusnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Intelkam AKP Slamet, Kasat Reskrim AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama, S.Tr.K., S.I.K., Lurah Bitung Timur Syarifudin Takahindangen, S.Sos, Ketua Ormas BSM Kota Bitung H. Sapiin Palakua (H. Tago), Panglima Adat Nusa Utara Provinsi Sulawesi Utara Richard Mamuntu, dan pengurus Masjid Al-Falah.
















