Manado, SUDARA.ID – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatatkan lompatan prestasi gemilang dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bumi Nyiur Melambai sukses menembus angka 76,32. Capaian luar biasa ini mengukuhkan posisi Sulut dalam kategori status “Tinggi” sekaligus menjadikannya sebagai provinsi dengan kualitas hidup terbaik nomor satu di seluruh Pulau Sulawesi.
Secara nasional, lonjakan performa ini berhasil membawa Sulawesi Utara melesat masuk ke dalam jajaran elite 10 Besar Provinsi dengan Kualitas Hidup Terbaik di Indonesia, tepatnya menduduki peringkat ke-9.
Angka IPM 76,32 ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 0,84 persen atau naik signifikan sebesar 0,64 poin dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 75,68.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari efektivitas arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE. Sinergi program yang agresif dan tepat sasaran di era kepemimpinannya berhasil memacu akselerasi pada tiga dimensi utama pembentuk IPM, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak:
1. Akselerasi Dimensi Kesehatan:
Angka Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir di Sulut meningkat tajam menjadi 74,44 tahun pada tahun 2025, naik 0,36 tahun dari tahun sebelumnya. Hal ini dipicu oleh komitmen Pemprov dalam memperluas cakupan jaminan kesehatan, peningkatan sarana-prasarana medis, serta optimalisasi layanan rumah sakit dan puskesmas di berbagai daerah.
2. Pemerataan Dimensi Pendidikan:
Indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) berhasil menyentuh 12,98 tahun, memproyeksikan anak-anak di Sulut dapat bersekolah hingga tingkat SMA/sederajat. Sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas naik menjadi 9,91 tahun. Intervensi Gubernur Yulius lewat penyediaan fasilitas belajar yang memadai dan program beasiswa berperan besar dalam menekan angka putus sekolah.
3. Penguatan Standar Hidup Layak (Ekonomi):
Daya beli masyarakat Sulut tercatat semakin kokoh. Pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan meroket hingga Rp12.450.000, dengan laju pertumbuhan mencapai 3,76 persen. Pemprov Sulut sukses menjaga stabilitas ekonomi warga melalui penguatan ketahanan pangan, penyaluran bantuan bibit dan pupuk bagi nelayan serta petani, hingga pelaksanaan operasi pasar murah yang masif.
Melalui rilis resminya, Pemprov Sulut menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari komitmen nyata kepemimpinan Gubernur Yulius dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
Dengan tren pertumbuhan positif yang terus terjaga, Sulawesi Utara di bawah kendali Gubernur Yulius kian mantap melaju menuju daerah yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, sekaligus siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.
















